JawaPos.com – Jamarat merupakan bagian penting dalam prosesi ibadah haji. Di sinilah para jamaah haji mengikuti jejak Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam melawan pengaruh setan.
Jamarat terletak di Kawasan Mina, sekitar 20 menit perjalanan menggunakan mobil dari Masjidil Haram di pusat kota Makkah.
Senin (11/5) lalu Waktu Arab Saudi, JawaPos.com berkesempatan mengunjungi situs bersejarah itu bersama tim Media Center Haji 2026 dan puluhan wartawan peliput haji dari berbagai negara muslim.
Suasana Jamarat saat itu masih sepi dan tertutup untuk umum. Di beberapa titik Kawasan tenda Mina, terlihat pekerja sibuk merenovasi beberapa bagian. Sebagian lagi mengecat beberapa bagian di area Mina dan Jamarat.
Baca Juga: Menengok Fasilitas di Adahi, Tempat Penyembelihan Hewan Dam Jamaah Haji di Makkah
Area Jamarat merupakan bangunan empat lantai yang menjadi bingkai bagi tiga dinding batu. Yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Setiap dinding memiliki panjang antara 30-40 meter, atau jika dihitung keliling, area dindingnya mencapai 60-80 meter.
Berdsarkan informasi dari otoritas setempat, setiap dinding di tiap lantai bisa menampung sekitar 50 ribu pelontar jumrah tiap jam.
Artinya, dalam satu jam, tiga jumrah di empat lantai bisa menampung 600 ribu pelontar. Namun, angka tersebut bersifat dinamis. Bukan puluhan ribu orang tumpah ruah di satu titik.
Sebab, satu orang pelontar hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk menyelesaikan lontaran di satu jumrah, kemudian beralih ke jumrah lain.
Baca Juga: Tempe Orek 5 Kilogram Bikin Koper Jamaah Haji Indonesia Dibongkar Gara-Gara Petugas Bandara Curiga
Pihak keamanan Saudi juga tengah menyiapkan alur melontar jumrah agar para jamaah tidak bertabrakan untuk menuju masing-masing jumrah.
Khusus untuk jamaah Indonesia, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan skema tanazul bagi sekitar 100 ribu jamaah Indonesia atau 50 persen dari keseluruhan jamaah haji Indonesia.
Tanazul terutama disiapkan bagi jamaah yang tinggal di hotel-hotel di wilayah Syisyah dan Raudhah, karena lokasinya lebih dekat ke Jamarat daripada tenda jamaah Indonesia di Mina.
Tanazul bertujuan untuk keamanan dan keselamatan jamaah haji Indonesia selama menjalani salah satu ibadah wajib dalam haji tersebut.
Selain itu, jamaah Indonesia juga kembali diingatkan untuk tidak mengambil waktu afdhal untuk melontar jumrah.
Baca Juga: 5 Tanda Dehidrasi yang Wajib Diwaspadai Jamaah Haji saat Cuaca Panas Ekstrem Melanda
Agar tidak bercampur dengan kerumunan jamaah asal timur tengah dan Afrika yang badannya besar-besar.