← Beranda
Menengok Fasilitas di Adahi, Tempat Penyembelihan Hewan Dam Jamaah Haji di Makkah
Bayu PutraSelasa, 12 Mei 2026 | 23.24 WIB
Deretan petugas jagal di Adahi. mereka yang bertugas menyembelih hewan dam milik jamaah haji selama musim haji tahun ini. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

JawaPos.com - Setiap tahun, lebih dari separuh jamaah haji sedunia membayar dam atau denda atas pilihan haji mereka, yakni haji Tamattu dan Qiran.

Dam dikenakan pada jamaah haji Tamattu dan Qiran berdasarkan Firman Allah dalam Surah Al Baqarah 196:

 فَاِذَٓا اَمِنْتُمْ۠ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْۜ

Artinya:

Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. 

Baca Juga: Tempe Orek 5 Kilogram Bikin Koper Jamaah Haji Indonesia Dibongkar Gara-Gara Petugas Bandara Curiga

Di Tanah Suci Makkah, ada satu lembaga yang khusus menangani penyembelihan hewan dam, yakni Adahi.

Lembaga ini memiliki kompleks penyembelihan hewan seluas hampir 1,2 juta meter persegi.

Lokasinya berada di Mina, tepatnya di sisi timur tenda-tenda jamaah haji di Mina.

Seraj Mohammed Alfelali, General Manager Hady & Adahi Program menjelaskan, dalam satu musim haji, pihaknya bisa menerima hingga 932.000 ekor hadyu atau hewan sembelihan, bahkan bisa lebih dari 1 juta ekor.

Baca Juga: 70% Jamaah Haji Aceh Korban Bencana, Penuhi Panggilan Haji Meski Kehilangan Harta Benda

Adahi juga hanya punya waktu sangat singkat, yakni 3,5 hari untuk menyembelih seluruh hewan dam tersebut.

Sebab, hewan dam haji hanya boleh disembelih pada hari nahar (Idul Adha) 10 Zulhijjah dan hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

Meski demikian, Alfelali menjamin bahwa seluruh dam jamaah haji akan disembelih tepat waktu.

"Per hari kami bisa menyembelih lebih dari 300.000 hadyu," terangnya kepada JawaPos.com dan tim Media Center Haji 2026 yang datang ke Adahi bersama puluhan wartawan dari berbagai negara Islam, Senin (11/5).

Hewan-hewan sembelihan itu ditangani oleh sekitar 17 ribu pegawai di 10 fasilitas penyembelihan yang ada di Adahi.

Baca Juga: PPIH Ingatkan Jamaah Haji Jangan Bepergian Sendiri, Naik Taksi Dahulukan Laki-Laki

Mereka mengerjakan penyembelihan itu secara sistematis. Setiap pekerja memiliki bagiannya sendiri secara berurutan.

Pertama, domba digiring ke lokasi penyembelihan. Di situ sudah menanti para jagal yang akan menyembelih hewan-hewan itu sesuai syariat.

Setelah disembelih, hewan-hewan itu akan digantung di gantungan berjalan yang menuju ruang pemijahan.

Dalam ruangan tersebut, terdapat lubang-lubang mirip cerobong, namun mengarah ke bawah.

Setiap lubang punya penanda berbeda. Ada yang khusus lubang kulit, kaki, kepala, hingga jeroan.

Baca Juga: 6 Jenis Layanan Terpadu untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas selama Musim Haji 2026

Di ruangan itu, sudah siap tukang potong dengan spesialisasi berbeda yang akan mengerjakan banyak bagian.

Mulai menguliti, mengambil jeroan, hingga memisahkan karkas atau daging domba dari kepala dan kakinya. Menyisakan hanya daging dan tulang badan.

Bagian-bagian non karkas itu akan dibuang karena tidak digunakan lagi. Hanya daging karkas yang akan ditangani.

Menurut Alfelali,pembagian tugas itu diperlukan karena pihaknya harus menjaga ritme operasi yang cepat.

"Karena kita tidak akan mencapai 1 juta ekor dalam tiga hari jika kita melakukan operasi normal," jelasnya.

Baca Juga: 20 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Jantung Koroner dan Radang Paru-Paru

Bila ditemukan karkas hadyu yang tidak memenuhi standard kualitas yang telah ditentukan, bakal langsung dibuang. Adahi akan menyembelih hadyu lain untuk pengganti.

Adahi akan menggantinya dengan hadyu lain. Tujuannya memastikan daging yang akan didistribusikan benar-benar berkualitas baik.

Setelah karkas dipisahkan dari kulit dan jeroan, tahap ketiga baru dimulai. Yakni pembersihan.

Karkas dibersihkan dari kemungkinan adanya bekas tangan di daging. Setelah itu, karkas dibersihkan dengan air olahan khusus dengan bahan organik, untuk mensterilkan daging dan memastikan daging tidak terinfeksi bakteri.

“Kemudian kita membungkus karkas dengan kantong katun hanya untuk melindungi karkas, lalu kita memindahkannya ke tahap akhir, yaitu pengawetan karkas di dalam freezer,” jelasnya.

Baca Juga: 23 Pasien Jamaah Haji Indonesia Digeser dari Madinah ke Makkah, KKHI Pastikan Layanan Ibadah Maksimal

Di tahap ini, pihaknya juga melakukan penimbangan. "Kami punya standard berat minimal karkas 9 kilogram," lanjut Alfelali.

Bila kurang dari itu, pihaknya akan menyembelih hadyu lain untuk menambah kekurangan berat karkas.

Alfelali menuturkan, pihaknya menghitung dengan teliti jumlah dan berat hadyu yang disembelih. Itu untuk memastikan jumlah hadyu sesuai dengan jumlah jamaah haji yang membayar dam.

Penghitungan dilakukan dengan tiga tahapan. Tahap pertama, pekerja menghitung domba hidup yang masuk secara manual.

Setelah domba berbentuk karkas, pihaknya kembali menghitung jumlah karkas yang ditolak karena berbagai sebab, untuk diganti dengan hewan sembelihan baru.

Baca Juga: Jamaah Haji Dilarang Jemur Pakaian di Atap Hotel, PPIH Pastikan Hotel Beri Lokasi Alternatif

Penghitungan berikutnya dilakukan otomatis, sekaligus untuk menimbang. Untuk memastikan bahwa berat karkas tidak kurang dari 9 kilogram.

“Jika kurang dari 9 kilogram, saya akan menyembelih satu ekor domba lagi untuk menutupi kekurangan tersebut,” imbuhnya.

 

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra