JawaPos.com – Sumiati tetap bersemangat saat turun dari bus yang membawanya Bersama 355 jamaah haji lain asal embarkasi SOC 44, Kamis (7/5) di Makkah.
Rasa lelah terlihat jelas di wajah rentanya. Tapi tak membuat nenek asal Kabupaten Kudus itu kehilangan antusiasmenya. Karena tahu bahwa ia akan segera menunaikan rukun Islam kelima, haji.
Kloter SOC 44 memang mengawali kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang 2 di Makkah hari ini, Kamis (7/5).
Kloter ini membawa 356 jamaah haji asal Kabupaten Blora dan Kudus, ditambah 4 petugas PPIH Kloter.
Baca Juga: Jamaah Haji Gelombang 2 Bisa Miqat di Yalamlam atau di Jeddah, Pakai Ihram Sejak dari Tanah Air
Dari jumlah itu, nyaris separuhnya atau 175 orang jamaah masuk kategori lansia, mengingat usianya sudah di atas 60 tahun.
Meski yang mendarat lebih dahulu di Jeddah adalah jamaah LOP 12, namun SOC 44 tiba lebih dulu di Makkah.
Itu berkat layanan fast track yang ditempatkan di Embarkasi Solo. Sehingga saat tiba di Jeddah jamaah tak perlu lagi menjalani proses imigrasi.
Para jamaah tiba di hotel Burj Rawdak di Makkah pukul 10.37 Waktu Arab Saudi (WAS). Mereka menggunakan 9 bus.
Begitu turun dari bus, mereka disambut oleh Kepala Daker Makkah Ihsan Faisal beserta perwakilan unsur pimpinan di Kementerian Haji dan Umrah Indonesia. Para jamaah juga mendapatkan sejumlah souvenir.
Baca Juga: Hari Ini Jamaah Haji Gelombang 2 Mulai Datang via Jeddah, 15 Kloter Masuk Makkah
Di antaranya tasbih dan buku tafsir Surah Yasin berbahasa Arab. Selain itu, para jamaah juga disuguhi beragam camilan, termasuk kurma dan jus kemasan.
Kepala Sektor 5 Makkah PPIH Arab Saudi Muh. Ikhsan menjelaskan, standard pelayanan awal pada jamaah haji gelombang 2 berbeda dengan jamaah gelombang pertama.
Sebab, jamaah haji gelombang 2 datang dengan kondisi yang lebih lelah selepas penerbangan panjang.
Dia mencontohkan jamaah kloter SOC yang ditangani pihaknya. Pemberangkatan SOC menggunakan sistem fast track agar jamaah tak perlu melalui proses imigrasi di Jeddah.
Layanan fast track membawa konsekuensi tersendiri bagi jamaah haji. Salah satunya, mereka harus tiba di bandara keberangkatan lima jam sebelum terbang.
Baca Juga: Fiqih Haji: Pendapat Ulama Mengenai Umrah Sunnah Berkali-kali Sebelum Puncak Haji
Karena proses imigrasi Saudi dilakukan di bandara keberangkatan sebelum jamaah haji masuk pesawat.
Setelahnya, mereka harus terbang selama sekitar 10 jam dalam keadaan berihram. Begitu sampai di Jeddah, mereka langsung naik bus dan dibawa ke Makkah dalam waktu dua jam.
Artinya, mereka menempuh perjalanan sekitar 17 jam nonstop untuk bisa sampai ke Makkah.
“Jadi tantangannya sebenarnya lebih berat yang gelombang kedua ini. Dengan kondisi mereka harus langsung pakaian ihram,” terangnya.
Bandingkan dengan jamaah gelombang 1 yang perpindahannya dari hotel ke hotel selama 6-8 jam naik bus.
Baca Juga: Ini Jarak yang harus Ditempuh Jamaah Haji Indonesia di Tiap Sesi Umrah, Total Bisa tembus 8 Km!
Karena itu, perlakuan layanannya pun berbeda. “Pertama, kita akan memberikan waktu yang agak panjang untuk istirahat dulu (sebelum umrah wajib),” jelasnya.
Kedua, pihaknya langsung koordinasi dengan tim kesehatan untuk memantau secara khusus jamaah yang mendarat dari Jedah untuk memastikan kondisinya.