JawaPos.com – Klinik Kesehatan Haji Indonesia tahun ini menghadirkan layanan baru dengan konsep Urgent Care Center (UCC) 24 jam.
Konsep ini menggantikan fasilitas rawat inap yang disediakan pada musim haji tahun lalu. Sehingga tahun ini tidak lagi tersedia fasilitas rawat inap di KKHI.
UCC ini terdiri dari tiga level kegawatdaruratan. Level 1 dan 2 ditangani oleh RS Arab Saudi. Level 3 di UCC KKHI daker Makkah, sementara level 4 dan 5 ditangani di klinik di masing-masing sektor.
“Level 3 itu kita punya kompetensinya ada spesialis disini, kemudian kita punya alat-alat, alat tes juga yang bisa mensupport di level 3 itu,” terang Kasi Kesehatan Daker Makkah dr. Edi Supriyatna, Selasa (28/4) Waktu Arab Saudi.
Baca Juga: 8 Barang yang Perlu Dibawa Jamaah Haji untuk Mencegah Heatstroke Selama Musim Haji
Beberapa fasilitas yang baru ada di KKHI tahun ini di antaranya adalah ruang radiologi dan laboratorium. Juga beragam dokter spesialis yang
Di level 4 dan 5, ada klinik satelit di masing-masing sektor yang bisa merawat jamaah haji dengan gangguan Kesehatan ringan.
Sedangkan untuk kasus berat di level 1 dan 2, mau tidak mau harus dirujuk ke RS Arab Saudi karena fasilitasnya memang belum tersedia di KKHI.
dr. Edi memastikan bahwa seluruh personel Kesehatan haji Indonesia sudah siap untuk melayani jamaah haji Indonesia yang mengalami masalah Kesehatan selama berada di Makkah.
“Total ada 122 personel, terdiri dari 54 di KKHI Makkah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor,” lanjutnya.
Baca Juga: 4 Tips Mencegah Dehidrasi dan Heatstroke saat Ibadah Haji, Sederhana Tapi Efektif
Disinggung mengenai banyaknya jamaah lansia yang tahun ini berangkat haji, dr Edi menjelaskan bahwa lansia termasuk dalam golongan jamaah berisiko tinggi.
Karena itu, kebutuhannya lebih banyak dibandingkan jamaah non-lansia. “Jadi orang lansia itu semua menurun, daya tahannya menurun, kesehatannya juga menurun,” jelasnya.
Karena itu, perhatian tidak bisa hanya diberikan dari sisi Kesehatan semata. Seluruh jenis layanan haji wajib memperhatikan kebutuhan para lansia.
Termasuk juga disabilitas dan Perempuan. Karena lansia, disabilitas, dan perempuan memang menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Seluruh layanan yang ada pun disesuaikan untuk memenuhi unsur kenyamanan ketiga golongan tersebut dalam beribadah di tanah suci.
Baca Juga: Waspada Dehidrasi dan Heastroke Selama di Tanah Suci, Ini Gejala yang Perlu Dikenali Jamaah Haji