← Beranda
8 Barang yang Perlu Dibawa Jamaah Haji untuk Mencegah Heatstroke Selama Musim Haji
Bayu PutraRabu, 29 April 2026 | 16.50 WIB
Petugas haji mengenakan payung saat berada di luar ruangan di Makkah. Suhu udara di Tanah Suci semakin meningkat menjelang puncak musim haji, karena berteptan dengan awal musim panas. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Dampak cuaca yang panas di Tanah Suci perlu diantisipasi agar jamaah haji tidak terkena serangan panas atau heatstroke.

Antisipasi utama adalah tetap terhidrasi, dengan sering minum air. Juga cukup makan dan istirahat, serta tidak memaksakan diri keluar dari hotel bila tubuh tidak fit.

Selain itu, ada sejumlah barang yang perlu dibawa oleh jamaah haji untuk mengurangi dampak dari cuaca yang panas.

Barang-barang ini bisa menjadi alat pelindung bagi jamaah dari teriknya sinar matahari. Juga bisa mendinginkan tubuh dari luar.

Baca Juga: 4 Tips Mencegah Dehidrasi dan Heatstroke saat Ibadah Haji, Sederhana Tapi Efektif

Berikut 8 barang yang perlu dibawa jamaah:

1. Payung

Payung bisa menutupi kepala tanpa perlu melanggar larangan ihram bagi laki-laki. Sebab, payung tidak langsung menempel di kepala.

Sehingga payung bisa menjadi solusi paling umum untuk mengurangi dampak cuaca panas, agar sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh, terutama wajah.

2. Topi lebar (untuk Perempuan)

Fungsinya hampir sama seperti payung. Namun, Perempuan punya lebih banyak pilihan untuk menutup kepala.

Topi lebar bisa mengurangi paparan sinar matahari langsung ke wajah. Sehingga dampak cuaca panas diharapkan juga berkurang.

Baca Juga: Waspada Dehidrasi dan Heastroke Selama di Tanah Suci, Ini Gejala yang Perlu Dikenali Jamaah Haji

3. Tabir surya (sunscreen)

Tabir surya berfungsi mengurangi efek paparan sinar matahari ke kulit, dan sudah umum dipakai untuk melindungi kulit.

Namun saat dalam kondisi berihram, sebaiknya tabir surya dipakai sebelum berniat ihram. Khususnya bila dalam komposisi tabir surya tersebut terdapat parfum.

4. Pelembap

Seperti namanya, pelembap berfungsi untuk melembapkan kulit. Sehingga kelembapan kulit tetap terjaga di tengah terik panas.

Tapi hati-hati bila dalam komposiis pelembap yang digunakan mengandung parfum. 

Untuk pelembap yang mengandung parfum, sebaiknya digunakan saat tidak berihram atau sebelum berniat ihram.

Baca Juga: Makkah-Madinah Makin Panas, Jamaah Haji Jangan ke Masjidil Haram-Masjid Nabawi Bila Tidak Fit

5. Kacamata anti UV atau kacamata hitam

“Paparan sinar matahari langsung itu juga bisa merusak mata,” ujar Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH), Lansia, dan Disabilitas Daker Makkah, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, Sp.N.

6. Pakaian yang Menyerap Keringat

Para jamaah haji disarankan untuk mengenakan pakaian yang menyerap keringat. dr Ridwan mengatakan, kerap ditemui jamaah haji terutama wanita mengenakan pakaian yang berlebihan.

“Banyak lah lapisan-lapisannya. Nah itu juga faktor risiko heatstroke,” jelasnya.

Pakaian yang berlebihan dan tak menyerap keringat bisa membuat pemaakainya cepat kegerahan Karena sirkulasi udara dalam pakaiannya itu terhambat oleh lapisan-lapisan pakaiannya itu.

7. Spray air

Penyemprot atau spray air berfungsi untuk menyemprotkan air ke wajah atau bagian tubuh lain yang kepanasan.

Baca Juga: Ini Rute yang Dilayani oleh Bus Shalawat di Makkah dan Ciri-cirinya, Jamaah Haji Jangan Salah Naik

Air bisa mengurangi dampak paparan sinar matahari. Tidak jarang, di jalanan terlihat orang menyemprotkan air ke kerumunan untuk mengurangi panas.

8. Kain PVA/chamois basah

Kain yang biasa digunakan untuk mengeringkan bodi mobil atau motor setelah dicuci ini juga bermanfaat saat cuaca panas.

Dalam kondisi panas, kain tersebut bisa ditempelkan ke leher untuk mengurangi potensi luka bakar ringan akibat sengatan matahari.

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra