← Beranda
4 Tips Mencegah Dehidrasi dan Heatstroke saat Ibadah Haji, Sederhana Tapi Efektif
Bayu PutraRabu, 29 April 2026 | 00.07 WIB
Jamaah haji asal Malang, embarkasi Surabaya tiba di bandara internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah, Sabtu (25/4/2026). (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Dehidrasi dan serangan panas atau heatstroke menjadi tantangan utama yang perlu diwaspadai jamaah haji selama di Tanah Suci.

Meski jadi tantangan, bukan berarti tidak ada cara untuk mencegahnya. Yang terpenting adalah disiplin dalam pencegahan dan tidak memaksakan diri bila kondisi tidak fit.

Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH), Lansia, dan Disabilitas Daker Makkah, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, Sp.N menjelaskan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dehidrasi dan heatstroke.

Cara ini secara medis terbukti efektif untuk meminimalisir risiko dehidrasi selama beribadah di tanah suci. berikut daftarnya:

Baca Juga: Waspada Dehidrasi dan Heastroke Selama di Tanah Suci, Ini Gejala yang Perlu Dikenali Jamaah Haji

1. Sering Minum, Bukan Banyak Minum

Jamaah haji kerap menunda minum saat berada di area Masjidil Haram karena khawatir kebelet buang air kecil. Padahal itu justru berbahaya.

Menurut dr. Ridwan, ad acara agar tetap terhidrasi tanpa membuat kebelet buang air kecil. Yakni sering minum dengan volume sedikit.

“Sering minum itu mungkin setiap 5 menit 2 teguk. Nah, 2 atau 3 teguk itu cukup,” terangnya di Makkah, Selasa (28/4).

Dengan cara itu, air minum akan terserap maksimal oleh tubuh dan keluar melalui keringat, bukan urine. Sehingga tidak akan kebelet buang air kecil.

“Kalau sekali minum 300 ml, 600 mililiter, nah itu mungkin akan terjadi kelebihan cairan,” lanjutnya.

Baca Juga: Makkah-Madinah Makin Panas, Jamaah Haji Jangan ke Masjidil Haram-Masjid Nabawi Bila Tidak Fit

2. Makan dan Istirahat Cukup

Semangat beribadah sering kali membuat jamaah mengabaikan waktu makan dan istirahat. Padahal, ini yang menjadi penentu tenaga untuk digunakan beribadah.

Maka, jamaah harus benar-benar memperhatikan waktu tidurnya. Harus dipastikan tidur cukup agar keesokan harinya benar-benar siap untuk beribadah Kembali.

3. Konsumsi Obat dan Vitamin Rutin

Bila memiliki penyakit tertentu yang mengharuskan minum obat rutin, maka jadwal mnum obat jangan sampai terlewat.

Itu untuk mencegah menurunnya kondisi tubuh akibat pengaruh penyakit tersebut.

Begitu pula dengan vitamin yang biasa dikonsumsi, jangan sampai ketinggalan. Karena vitamin menjadi booster energi bagi tubuh dalam beraktivitas.

Baca Juga: Ini Rute yang Dilayani oleh Bus Shalawat di Makkah dan Ciri-cirinya, Jamaah Haji Jangan Salah Naik

4. Jangan Memaksakan Diri bila Badan Kurang Fit

Shalat lima waktu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memang ibadah yang sangat baik dan dianjurkan saat berada di Makkah dan Madinah.

Namun, hifdzun nafs atau menjega keselamatan diri tetap lebih utama dalam ajaran agama Islam.

Karena itu, bila kondisi memang kurang fit, jangan memaksakan diri harus full shalat lima waktu di Haramain. Beri jeda bagi tubuh untuk beristirahat.

Karena sejatinya jamaah haji menunggu antrean bertahun-tahun itu tujuannya hanya satu, yakni melaksanakan Haji, dalam hal ini wukuf di Arafah. Bukan melaksanakan sunnah-sunnah di dua masjid suci.

Bila jamaah haji Indonesia ingin beribadah dengan nyaman dan meminimalisir potensi tumbang akibat panas, kuncinya adalah disiplin dalam pencegahan.

Baca Juga: Bus Shalawat di Makkah Gratis, Jamaah Haji Dilarang Beri Tips ke Sopir

Keempat tips itu terbukti efektif mencegah potensi dehidrasi dan heatstroke, bila dijalankan seluruhnya dengan disiplin.

EDITOR: Bayu Putra