← Beranda
Makkah-Madinah Makin Panas, Jamaah Haji Jangan ke Masjidil Haram-Masjid Nabawi Bila Tidak Fit
Bayu PutraSelasa, 28 April 2026 | 21.45 WIB
Jamaah melaksanakan tawaf di sekitar Ka'bah dalam kondisi panas menyengat. Para Jamaah haji di Indonesia diminta tidak memaksakan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bila kondisi tubuh tidak Fit. (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Cuaca yang panas di Tanah Suci jadi tantangan tersendiri bagi jamaah haji Indonesia selama musim haji tahun ini.

Suhu udara yang sudah tembus 35 derajat, dan akan terus naik menjelang puncak haji, membuat potensi dehidrasi dan serangan panas atau heatstroke makin tinggi.

Kasi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH), Lansia, dan Disabilitas Daker Makkah, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, Sp.N mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri dalam beribadah selama di Tanah Suci.

Dia tidak menampik bahwa tak sedikit jamaah yang merasa ke Tanah Suci adalah kesempatan sekali seumur hidup.

Baca Juga: Ini Rute yang Dilayani oleh Bus Shalawat di Makkah dan Ciri-cirinya, Jamaah Haji Jangan Salah Naik

Sehingga ia terus menerus beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tanpa mengenal waktu. Bahkan sampai lupa makan dan kurang tidur demi mengejar pahala ibadah.

“Tahajud (di Haramain) ya boleh saja, tapi kadang suka jadi euforia. Euforia, semangatnya, jadinya ibadah terus sampai kurang tidur,” terangnya di Makkah, Selasa (28/4). 

Padahal, tujuan utama jamaah haji ke tanah suci adalah puncak haji, yakni wukuf di Arafah dan rangkaian haji lainnya.  

Maka, kewajiban Hifdzun Nafs (menjaga keselamatan diri) menjadi berlaku bagi setiap jamaah haji.

Jangan sampai karena terlalu memaksakan diri beribadah di masjidil haram setiap waktu, saat menjelang puncak haji malah kehabisan tenaga bahkan sakit sehingga tidak bisa wukuf dengan maksimal.

Baca Juga: 7.593 Jamaah Calon Haji Embarkasi Surabaya Sudah Terbang ke Tanah Suci, Ada 7 Kursi Kosong

“Termasuk jangan sering-sering umrah. Ya utamakan dulu yang umrah wajib. Umrah sunnahnya ya jangan diulang-ulang.  sisakan tenaga untuk Armuzna, puncak haji, lanjut dr Ridwan.

Dia mengakui, sangat sulit mengubah mindset kebanyakan jamaah haji Indonesia yang aji mumpung termasuk dalam hal beribadah.

Karena itu, jamaah harus menghidupkan alarm tubuhnya sendiri. Bila merasa kurang fit, jangan memaksakan diri ke masjid untuk beribadah.

Jangan sampai karena mengejar ibadah sunnah, pelaksanaan ibadah wajib menjadi tidak maksimal akibat kehabisan tenaga.

Baca Juga: Bus Shalawat di Makkah Gratis, Jamaah Haji Dilarang Beri Tips ke Sopir

EDITOR: Bayu Putra