← Beranda
Siap Layani Jemaah Haji Indonesia yang Alami Gangguan Kesehatan dengan Cepat, Kemenhaj Siapkan Klinik Satelit
Antara• Senin, 27 April 2026 | 05.52 WIB
Petugas haji menyambut jamaah haji Indonesia yang tiba di bandara Prince Mohammad bin Abdul Azis Madinah. Para petugas haji didatangkan lebih untuk melayani jamaah haji selama di Tanah Suci. (Media Center Haji 2026)

 

 

JawaPos.com-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan klinik satelit di setiap sektor di Makkah untuk memberikan pelayanan cepat bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan.

"Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor," kata Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 Ihsan Faisal di Makkah, Minggu.

Ia menjelaskan klinik satelit tersebut berfungsi sebagai lokasi pertolongan pertama bagi anggota jemaah yang sakit agar tidak perlu langsung dirujuk lebih jauh.

Namun, apabila kondisi anggota jemaah membutuhkan penanganan lanjutan dan tidak tertangani di klinik satelit, pasien akan segera dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung menuju Rumah Sakit Arab Saudi.

Ia menambahkan jumlah tenaga medis di klinik satelit tersebut di luar dari petugas kesehatan yang sudah melekat pada masing-masing kelompok terbang (kloter). Klinik Kesehatan Haji Indonesia saat ini didukung sekitar 200 tenaga kesehatan yang dibagi untuk wilayah Makkah dan Madinah.

Penyediaan klinik satelit di tingkat sektor tersebut sejalan dengan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M yang mengatur rasio pelayanan kesehatan, di mana satu klinik minimal melayani 5.000 anggota jemaah.

Dalam merespons aturan tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo mengatakan pemerintah mendirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor di Makkah, sedangkan wilayah Madinah disiapkan lima klinik kesehatan di lima sektor.

"Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal," ujar dia.

Untuk meningkatkan akurasi medis, petugas kesehatan kloter juga dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level). Pendekatan itu dinilai penting agar anggota jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat sasaran.

Guna menjamin mutu layanan pada operasional haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan adanya supervisi dari penyedia kesehatan swasta terakreditasi. Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan diawasi secara langsung oleh Saudi German Hospital.

Baca Juga: Update Haji 2026: Sebanyak 6.075 Jamaah Embarkasi Surabaya Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Untuk kebutuhan obat-obatan, distribusi akan dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah langsung ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel masing-masing. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan