JawaPos.com – Musim haji tahun ini bertepatan dengan dimulainya musim panas di Arab Saudi. Suhu udara terus meningkat hingga puncak haji.
Data di situs cuaca resmi pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa suhu tertinggi di Madinah pada hari ini, Minggu (26/4) bisa mencapai 36 derajat celsius dengan kelembapan 54%.
Kemudian, suhu udara tertinggi untuk 10 ke depan diprakirakan ada di kisaran 33-41 derajat celsius.
Suhu tertinggi dalam 10 ke depan diprakirakan terjadi pada Selasa (5/5), di mana suhu udara bisa mencapai 41 derajat celsius.
Sementara itu, suhu tertinggi di Makkah pada hari ini, Minggu (26/4) akan mencapai 38 derajat celsius dengan kelembapan mencapai 70%.
Dalam 10 hari ke depan, suhu tertinggi di Makkah diprakirakan berada di kisaran 35-39 derajat celsius.
Suhu tertinggi di Makkah, yakni 39 derajat celsius diprakirakan terjadi pada Selasa (5/5) mendatang.
Suhu udara di Madinah cenderung lebih panas dibandingkan Makkah saat musim panas.
Sebab, posisi Madinah berada sekitar 400 km di Utara Makkah. Sementara posisi matahari terus bergerak ke arah belahan bumi Utara.
Baca Juga: Begini Urutan Masuk Hotel saat Jamaah Haji Tiba di Makkah, Tinggal Bawa Badan
Jamaah haji tidak hanya harus mewaspadai cuaca saat ini. Tantangan utama justru muncul saat fase puncak haji dan setelahnya.
Berdasarkan catatan beberapa tahun belakangan, menjelang akhir Mei, suhu udara di Makkah bisa mencapai lebih dari 45 derajat celsius.
Bahkan pada hari-hari tertentu, suhu udara bisa naik menjadi 47-48 derajat celsius. Kondisi cuaca tersebut berpotensi mengakibatkan serangan panas atau heatstroke pada jamaah haji bila tidak diantisipasi.