JawaPos.com - Kesiapan Asrama Haji Banten (Grand El Hajj) di Cipondoh, Kota Tangerang, dalam menyambut kloter pertama jemaah haji tahun 2026 telah mencapai 99 persen.
Kepala UPT Asrama Haji Banten, Ahmad Muafiq, memastikan bahwa progres persiapan untuk menyambut kedatangan jemaah kloter pertama asal Kota Tangerang sudah hampir tuntas.
"Untuk persiapan kedatangan jemaah kloter 1 dari Kota Tangerang ya, Kota Tangerang Banten, ini secara persiapan sudah mencapai 99 persen ya," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (20/4).
Sementara satu persen yang masih dikerjakan ialah perapihan jalan dan parkir. Muafiq optimis seluruh pekerjaan dapat rampung 100 persen besok.
Baca Juga: Heboh! CEO Label Justin Bieber Follow Mark Lee, Fans Curiga Ada Proyek Besar
"Nah nanti 1 persennya kita terus persiapkan kaitan dengan apa namanya perapihan seperti akses untuk nanti apa jalur masuk bagasi ya, truk bagasi. Insya Allah di hari Selasa besok sudah final 100 persen. Ini juga kita rapat intens masing-masing bidang dan juga secara keseluruhan bidang sudah siap menyambut kedatangan jemaah haji Provinsi Banten," terangnya.
Fokus Layanan bagi Lansia
Sebagai komitmen memberikan kenyamanan, Grand El Hajj menerapkan sistem pelayanan terintegrasi. Prioritas utama diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) guna memastikan kemudahan akses selama masa transit.
"Untuk kamar kita dari 24 kloter Banten di gedung 4 itu sebanyak 17 kloter dengan kapasitas masing-masing kamar itu 4 untuk 4 orang jemaah. Itu dan juga memang kita ada skala prioritas untuk jemaah yaitu untuk prioritas lansia. Prioritas lansia karena memang itu nanti dalam pelayanan kita prioritaskan, kita dahulukan," katanya.
Para jemaah lansia, juga akan mendapatkan kamar di lantai bawah guna memudahkankan pelayanan. Petugas pun akan bersiaga 24 jam untuk melayani calon jemaah haji. Di Asrama Haji Banten ini juga akan disediakan layanan kesehatan dan keimigrasian.
"Untuk penempatan kamar juga itu yang paling bawah, yang paling mudah diakses dan juga untuk petugas juga standby dalam hal apa namanya pelayanan. Jadi tetap nanti ada sistem shift lah ya, shift untuk apa, ketika ada keluhan atau apapun dari jemaah kita insya Allah untuk fast respon dalam pelayanan jemaah," jelas Muafiq.
Diketahui, Kementerian Haji dan Umrah memastikan jadwal keberangkatan jemaah dimulai pada 21 April 2026, disusul keberangkatan bertahap hingga 21 Mei 2026. Sebagai titik pemberangkatan perdana di tingkat provinsi, Grand El Hajj bukan sekadar tempat transit, melainkan hub pelayanan terintegrasi yang memprioritaskan kenyamanan jemaah.
Berbeda dengan asrama haji konvensional, Grand El Hajj dirancang dengan fokus pada privasi dan kemudahan. Terdapat dua gedung utama, yakni Gedung Safa dan Gedung Marwah, yang siap menampung total 860 jemaah.
Baca Juga: Adani Salip Ambani Jadi Orang Terkaya Asia: Lonjakan Valuasi Grup Picu Perubahan Peringkat
Di Gedung Safa terdapat 100 kamar, sementara di Gedung Marwah ada 115 kamar di delapan lantai. Total kapasitas mencapai sekitar 860 jemaah.
Setiap kamar didesain eksklusif dengan kapasitas maksimal empat orang, dilengkapi tempat tidur king size, kamar mandi modern, hingga perlengkapan mandi layaknya hotel profesional. Untuk jemaah dengan kebutuhan khusus, tersedia pula kamar VVIP dan kamar cadangan dengan akses medis.
Demi kelancaran alur jemaah, pengelola juga menerapkan sistem sterilisasi area. Keluarga pengantar tidak diperkenankan masuk ke area asrama untuk memastikan ketertiban.