← Beranda
10 Ciri Travel Haji Bodong yang Kerap Tipu Masyarakat yang Ingin Berhaji, Waspada!
Fatah ElhuseinMinggu, 19 April 2026 | 05.41 WIB
Suasana Masjidil Haram, Sabtu (18/4/2026) jelang kedatangan jamaah haji. Masyarakat Wajib mewaspadai penipuan yang dilakukan oleh travel-travel haji bodong. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Menunaikan ibadah haji ke tanah suci merupakan impian besar setiap umat Muslim. Tidak sedikit yang rela berangkat dengan cara apapun.

Namun, tingginya minat masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Mereka menawarkan paket haji dengan iming-iming menarik, tetapi berujung pada penipuan yang merugikan calon jamaah.

Fenomena haji bodong bukan sekadar isu biasa. Berdasarkan laporan yang dilansir oleh Mabes Polri, berbagai modus penipuan terus berkembang.

Baca Juga: Embarkasi Haji Tanpa Asrama Mulai Diuji Coba di Yogyakarta, Kediri Menyusul Tahun Depan

Mulai dari penggunaan visa ilegal hingga skema ponzi yang merugikan jamaah hingga miliaran rupiah. Bahkan, ada kasus jamaah yang telantar di luar negeri tanpa kejelasan ibadah.

Karena itu, penting bagi masyarakat memahami ciri-ciri travel haji bodong sejak awal. Dengan bekal pengetahuan ini, calon jamaah dapat lebih selektif dalam memilih biro perjalanan agar ibadah berjalan aman, nyaman, dan sesuai syariat.

Dilansir dari laman resmi Fista Tour Jogja, berikut 10 Ciri-Ciri Haji Bodong yang Harus Diketahui Calon Jamaah

1. Tidak Memiliki Izin Resmi dari Kemenag

Ciri paling utama haji bodong adalah tidak adanya izin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Travel ilegal biasanya tidak terdaftar di sistem resmi pemerintah seperti aplikasi Haji Pintar. Jika biro tidak bisa menunjukkan legalitas, sebaiknya langsung dihindari.

Baca Juga: Lantik PPIH 2026, Menhaj RI Irfan Minta Petugas Utamakan Jemaah Haji Kelompok Rentan

2. Menggunakan “Bendera” Travel Lain

Beberapa oknum menggunakan nama perusahaan lain untuk meyakinkan calon jamaah.

Praktik ini dikenal sebagai “meminjam bendera”. Padahal, izin tersebut belum tentu sah digunakan untuk program haji khusus.

3. Harga Terlalu Murah dan Tidak Masuk Akal

Penawaran harga haji khusus jauh di bawah standar adalah tanda bahaya. Biaya haji khusus memiliki komponen besar seperti tiket pesawat, hotel, dan layanan di Arab Saudi.

Jika terlalu murah, kemungkinan besar ada manipulasi atau penipuan dalam praktiknya.

4. Menjanjikan Berangkat Cepat Tanpa Antrean

Haji resmi memiliki sistem antrean berdasarkan kuota. Jika ada travel yang menjanjikan berangkat dalam waktu singkat tanpa nomor porsi, itu patut dicurigai.

Baca Juga: Menhaj Irfan Jamin Biaya Haji Tak Naik Meski Harga Avtur dan Tiket Pesawat Melonjak

Kecuali melalui jalur tertentu yang jelas legalitasnya, janji instan biasanya tidak realistis.

5. Tidak Memberikan Nomor Porsi Haji

Setelah pembayaran awal, jamaah seharusnya mendapatkan nomor porsi yang terdaftar di sistem pemerintah.

Jika tidak ada nomor porsi atau tidak bisa dicek, ini merupakan indikasi kuat haji bodong.

6. Sistem Pembayaran Tidak Transparan

Travel ilegal sering meminta transfer ke rekening pribadi. Padahal, pembayaran resmi harus melalui rekening perusahaan atau bank penerima setoran haji. Kurangnya transparansi ini berisiko tinggi terhadap penggelapan dana.

7. Jadwal Keberangkatan Tidak Jelas

Biro resmi selalu memiliki jadwal yang jelas, mulai dari manasik hingga keberangkatan.

Baca Juga: Dahnil Ingatkan Petugas Haji Jangan Flexing, Fokus Layani Jamaah Haji dan Syiar Edukasi

Sebaliknya, travel bodong cenderung memberikan informasi yang berubah-ubah dan tidak pasti.

8. Menggunakan Visa Non-Haji

Salah satu modus yang banyak ditemukan adalah penggunaan visa ziarah atau kerja untuk berhaji.

Padahal, ini melanggar aturan dan berisiko membuat jamaah ditolak atau bahkan dideportasi.

9. Tidak Memiliki Kantor Fisik yang Jelas

Travel yang kredibel biasanya memiliki kantor tetap dan staf profesional. Jika hanya beroperasi secara online tanpa alamat jelas, calon jamaah perlu lebih berhati-hati.

10. Testimoni dan Rekam Jejak Tidak Valid

Banyak travel bodong menggunakan testimoni palsu atau foto hasil comot dari internet.

Baca Juga: Kawal Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah, Polri Bentuk Satgas Khusus untuk Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal

Minimnya ulasan nyata dari jamaah sebelumnya bisa menjadi tanda bahwa travel tersebut tidak memiliki rekam jejak jelas.

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra