← Beranda
Embarkasi Haji Tanpa Asrama Mulai Diuji Coba di Yogyakarta, Kediri Menyusul Tahun Depan
Novia HerawatiJumat, 17 April 2026 | 23.43 WIB
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menyebut Yogyakarta akan menjadi embarkasi baru tanpa asrama pada penyelenggaraan haji 2026, Jumat (17/4/2026). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menguji coba skema layanan embarkasi tanpa asrama pada penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026. DI Yogyakarta ditunjuk sebagai pilot project. 

 

Artinya pada musim haji tahun ini, ribuan calon jemaah haji asal Yogyakarta bisa langsung menuju Tanah Suci melalui Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo. Tidak lagi transit ke Boyolali, Jawa Tengah.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebut skema baru embarkasi tanpa asrama ini bertujuan untuk meringkas perjalanan jamaah karena tidak perlu lagi berpindah lokasi sebelum naik pesawat.

"Tahun ini kita coba Jogja, karena Jogja kebetulan ada hotel yang tidak jauh dari bandara. Kita uji coba untuk tahun ini," tutur Menhaj Irfan setelah melantik PPIH di Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4).

Baca Juga: Dahnil Ingatkan Petugas Haji Jangan Flexing, Fokus Layani Jamaah Haji dan Syiar Edukasi

Untuk memastikan kelancaran operasional, pihak kementerian telah melakukan serangkaian simulasi.

Irfan menyebut hasil simulasi berjalan baik dan akan dievaluasi untuk meminimalkan potensi kendala.

"Kemarin kita sudah simulasi dua kali, dan alhamdulillah semuanya jalan. mudah mudahan dengan dukungan dua kali simulasi dan kita temukan beberapa kekurangan, nantinya bisa berjalan dengan baik," imbuhnya. 

Irfan menyebut keberhasilan uji coba embarkasi tanpa asrama di Yogyakarta akan menjadi acuan bagi daerah lain yang ingin membuka embarkasi haji, namun belum memiliki asrama haji. 

Baca Juga: 100.000 Jamaah Haji Indonesia Belum Pernah Naik Pesawat, Petugas Diminta Lebih Peka

"Kalau ini berhasil, mungkin bisa berkembang ke daerah lain yang ingin menjadi embarkasi tanpa memiliki asrama haji. Syarat utamanya adalah bandara, dengan kelayakan-kelayakan tertentu," tutur Irfan. 

Di Jawa Timur, wacana embarkasi baru di Kabupaten Kediri sudah santer terdengar sejak awal tahun.

Salah satu tujuannya untuk memecah kepadatan keberangkatan calon jemaah di embarkasi Surabaya.

Sayangnya, wacana tersebut belum bisa direalisasikan pada tahun ini. Irfan menyebut masih ada sejumlah persoalan teknis yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Jawa Timur, seperti yang saya sampaikan izin ke Bu Khofifah (Gubernur), tahun depan kita tambah Dhoho, jadi ada (bandara) Juanda dan (bandara Dhoho) Kediri, secara teknis, bandaranya bagus dan layak," pungkas Menhaj.

Baca Juga: Petugas Haji Indonesia mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci untuk Sambut dan Layani Jamaah Haji

Sebagai informasi, Embarkasi Surabaya menjadi salah satu embarkasi terpadat dalam penyelenggaraan haji.

Pada 2025, Embarkasi Surabaya melayani 36.845 jemaah haji, yang terbagi dalam 97 kelompok terbang. 

Sementara pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini (2026), dari total 528 kelompok terbang nasional, Embarkasi Surabaya menjadi titik keberangkatan kloter paling banyak, yakni sejumlah 116 kloter.

Embarkasi Surabaya tidak hanya melayani keberangkatan jamaah dari Jawa Timur saja. Tetapi juga dari jamaah dari Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kepadatan ini menjadi perhatian Kemenhaj.

EDITOR: Bayu Putra