Jawapos.com - Haji adalah ibadah yang dilaksanakan setiap tahun sekali di baitullah (Makkah) pada bulan haji atau bulan Dzulhijjah.
Haji merupakan rukun islam kelima sehingga hukumnya adalah fardu ain, bagi seorang yang beragama islam dan bagi mereka yang mampu untuk melaksanakan.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama republik Indonesia, alasan dilakukannya ibadah haji ada, pertama, ibadah haji adalah manifestasi penghambaan, menampakkan kehinaan dirinya, seperti yang terlihat ketika sedang ihram, dimana saat ihram, kita berpenampilan sangat sederhana dan membutuhkan pertolongan dan rahmat Tuhan-Nya.
Kedua, ibadah haji juga merupakan wujud syukur atas nikmat Allah. karena dalam haji seseorang rela mengorbankan dua hal penting dalam hidupnya yaitu harta dan badanya untuk digunakan pada jalan yang diridhai oleh Allah, karena secara umum orang yang memiliki uang dan badan yang sehat saja yang bisa mendirikan ibadah haji.
Namun pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai beberapa ibadah susan yang dilakukan sebelum melaksanak ibadah haji.
Dikutip dari laman Nu Online setidaknya terdapat 4 ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan sebelum menjalan ibadah haji.
Ibadah Sunnah Sebelum Berangkat Haji
Dalam halaman Nu online disebutkan ada 4 amalan sunah sebelum melaksanakan ibadah haji yang dikutip dari kitab karya Abu Hamid al-Ghazali, di antaranya, yaitu:
-
Bertaubat
Seseorang yang hendak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk bertaubat dari segala perbuatan dosa kepada Allah Swt.
Mintalah pengampunan dari semua dosa yang pernah diperbuat baik disengaja maupun tidak disengaja. Selain itu kembalikanlah juga semua hak orang lain yang pernah diambil.
Misalkan seperti melunasi hutang ataupun mengembalikan semua barang yang pernah dipinjam seta bersedekah kepada kaum yang membutuhkan disekitar anda atau mereka yang menjadi tanggung jawab anda, seperti anak, sanak saudara dan sebagainya. Anda juga bisa melaksanakan mandi dengan niat taubat sebagaimana mandi besar.
-
Berdoa dan Shalat Sunnah Dua Rakaat
Amalan sunnah yang selanjutnya sebelum melaksanakn ibadah haji mendirikan sholat sunah dua rakaat dan berdoa kepada Allah Swt. Adapun shalat sunah yang dimaksud adalah shalat sunnah biasa pada umumnya dengan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Setelah melaksanakan sholat sunah dua rakaat selanjutnya dianjurkan untuk membaca doa di bawah ini.
اللهم أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَأَنْتَ الْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ وَالْأَصْحَابِ اِحْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيْرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَطْوَى لَنَا الْأَرْضَ وَتُهَوِّنَ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَنْ تَرْزُقَنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّيْنِ وَالْمَالِ وَتُبَلِّغَنَا حَجَّ بَيْتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Artinya:
Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan dan Engkau adalah penjaga keluarga, harta, anak, dan teman, selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta, serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad saw.
Kemudian selanjutnya sebelum sampai pada pintu rumah terakhir sebelum melangkah keluar, maka dianjurkan membaca doa berikut:
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَعُوْذُ بِاللهِ رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضِلَّ أَوْ أَذِلَّ أَوْ أُذِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ اللهم إِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشِرًا وَلاَ بَطَرًا وَلاَ رِيَاءً وَلاَ سُمْعَةً بَلْ خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ وَقَضَاء فَرْضِكَ وَاتِّبَاعَ سُنَّةِ نَبِيِّكَ وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari hina dan dihinakan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan zalim dan dizalimi, atau dari kebodohan dan memperbodoh. Ya Allah, aku keluar bukan untuk kejelekan, tidak pula terburu-buru, tidak karena ingin dipuji dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap ridha-Mu, dan untuk menunaikan kewajiban-Mu, mengikuti sunnah Nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu denganMu.”
Ketika telah melangkah keluar untuk meninggalkan rumah, maka dianjurkan membaca doa berikut:
للهم بِكَ انْتَشَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ وَإِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ اللهم أَنْتَ ثِقَتِي وَأَنْتَ رَجَائِيْ فَاكْفِنِيْ مَا أَهَمَّنِيْ وَمَا لاَ أَهْتَمُ بِهِ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ اللهم زَوِّدْنِيْ التَّقْوَى وَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَوَجَّهْنِيْ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ
Artinya:
“Ya Allah, bersamaMu aku pergi, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku berpegang teguh, dan untuk-Mu aku mengarahkan diriku. Ya Allah, Engkau adalah kepercayaanku, dan Engkau adalah harapanku, cukuplah apa yang penting bagiku, dan (juga) apa yang tidak aku anggap penting, dan Engkau lebih mengetahui daripada aku tentang hal ini. Sungguh mulia perlindungan-Mu, dan agung pujian kepada-Mu, tiada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, tambahkanlah ketakwaan padaku, ampunilah dosaku, dan arahkan aku ke jalan kebaikan, kemana pun aku menuju.”
-
Membaca Doa Saat Menaiki Kendaraan
Dalam hal ini, seseorang yang hendak menaiki kendaraan saat berangkat menunaikan ibadah haji disarankan untuk membaca doa sebagai berikut.
بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لم يشاء لَمْ يَكُنْ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللهم إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ كُلَّهُ إِلَيْكَ وَتَوَكَّلْتُ فِي جَمِيْعِ أُمُوْرِيْ عَلَيْكَ أَنْتَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْل
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, dengan (pertolongan) Allah, dan Allah Maha Besar. Aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia, dan Maha Agung. Apa yang Allah kehendaki, maka ia akan ada, dan apa yang tidak Dikehendaki, maka tidak ada. Maha Suci Allah, yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sungguh aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan memasrahkan semua urusanku kepada-Mu, aku berserah kepadaMu dalam semua urusanku, Engkau yang mencukupkan dan dan sebaik-baik pelindung.”
Setelah menaiki kendaraan dianjurkan untuk membaca tasbih sebanyak tiga kali. adapun lafalnya sebagai berikut.
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Kemudian dilanjutkan kemudian membaca doa berikut:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ اللهم أَنْتَ الْحَامِلُ عَلَى الظَّهْرِ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ عَلىَ الْأُمُوْرِ
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Ya Allah, Engkau adalah Zat yang menanggung punggung, dan Engkaulah yang diminta pertolongan atas semua urusan”
-
Shalat Dua Rakaat dan Membaca Doa ketika Sampai
Sama halnya dengan poin nomor dua, setelah sampai anda dianjurkan untuk mendirikan sholat sunah dua rakaat dan membaca doa di bawah ini
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ، وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat dijangkau orang yang baik dan yang jahat dari keburukan semua makhluk”
Demikian penjelasan mengenai ibadah sunnah yang dilakukan sebelum berenang haji yang bersumber dari kitab lengkap Ihya Ulumuddin, karangan Imam al-Ghazali. Semoga bermanfaat.
***