JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) mengutarakan kekecewaan terhadap pelayanan yang diberikan oleh maskapai Saudia Airlines kepada jemaah haji Indonesia. Kemenag menilai maskapai banyak berbuat tidak profesional.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Saiful Mujab mengatakan, ketidakprofesionalan Saudia Airlines seperti sering mengubah kapasitas seat pesawatnya. Tindakan itu dilakukan secara sepihak, tanpa persetujuan Kementerian Agama.
Ketidakprofesionalan Saudia Airlines dinilai telah mengganggu kenyamanan dan jemaah. Sebab, kapasitas seat pesawat yang disiapkan terus berubah-ubah.
"Dari aspek penerbangan, Saudia Airlines tahun ini gagal memberikan layanan yang baik ke jemaah haji Indonesia," kata Saiful Mujab di Jakarta, Kamis (8/6).
Saiful pun sangat menyayangkan tindakan Saudia Airlines dalam proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang pertama. Oleh karena itu, Kemenag meminta ada tindakan dari otoritas setempat kepada manajemen Saudia Airlines.
"Saya pikir pihak otoritas Arab Saudi perlu meninjau dan memeriksa manejemen Saudia Airlines saat ini. Kenapa mereka tidak mampu menerbangkan jemaah haji sesuai jadwal? Kenapa tidak mampu menyediakan pesawat dengan kapasitas seat yang dijanjikan?," ucapnya.
Saiful menilai pemeriksaan layak dilakukan. Sebab, proses penerbangan jemaah haji Indonesia sudah dibahas sejak lama. Jadwal dan jenis pesawat yang digunakan juga sudah ditentukan dan disepakati.
"Tahun ini Saudia Airlines benar-benar kacau, tidak komitmen dengan kontrak kerja. Tingkah Saudia Airlines membuat banyak jemaah terpecah dari rombongannya sehingga menjadi tidak nyaman. Ini jelas tidak sejalan dengan semangat memuliakan jemaah haji," tandasnya.