JawaPos.com – Samsung Electronics Indonesia menghadirkan Galaxy A18 sebagai smartphone terbaru di kelas entry-level yang mengandalkan layar Super AMOLED 6,7 inci, kamera utama 50MP, serta dukungan kecerdasan buatan (AI) melalui Google Gemini. Perangkat ini dijual beberapa waktu lalu dengan harga mulai Rp 4,2 jutaan.
Selain menawarkan layar berukuran besar, Galaxy A18 dibekali baterai 5.000 mAh, chipset MediaTek Helio G99+, dan dukungan pembaruan perangkat lunak hingga enam generasi serta pembaruan keamanan selama enam tahun. Samsung juga menyematkan refresh rate 90Hz untuk menunjang pengalaman visual yang lebih mulus saat pengguna menjelajahi berbagai aplikasi.
Di tengah persaingan smartphone di kelas harga Rp 4 jutaan, kombinasi spesifikasi tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dicermati. Sebab, calon pembeli tidak hanya mempertimbangkan kemampuan kamera dan performa, tetapi juga kenyamanan desain serta dukungan perangkat dalam jangka panjang.
Untuk melihat lebih dekat apa yang ditawarkan perangkat ini, JawaPos.com berkesempatan menjajal Samsung Galaxy A18 secara langsung. Dari pengalaman awal tersebut, ada beberapa aspek yang menarik perhatian kami, mulai dari bodi yang relatif tipis, layar luas, hingga tampilan antarmuka terbarunya.
Desain Galaxy A18: Besar, Tipis, dan Relatif Ringan
Hal pertama yang kami rasakan ketika menggenggam Galaxy A18 adalah dimensinya yang besar, tetapi tetap terasa tipis dan cukup nyaman di tangan. Kesan tersebut muncul dari kombinasi layar 6,7 inci, ketebalan bodi 7,7 milimeter, dan bobot 196 gram.
Dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh, Galaxy A18 menawarkan perpaduan antara layar luas dan bodi yang tidak terlalu tebal. Meski demikian, kenyamanan saat digenggam dalam waktu lama tetap bergantung pada ukuran tangan dan kebiasaan masing-masing pengguna.
Beralih ke bagian belakang, Samsung masih mempertahankan bahasa desain yang mengingatkan kami pada lini Galaxy S, seri flagship perusahaan tersebut. Tiga kamera belakang ditempatkan dalam satu area dengan aksen warna di sekitar modul kamera, sementara panel belakang menggunakan finishing doff.
Baca Juga: Samsung Galaxy A18 Rilis 16 Oktober, Bakal Isi Segmentasi Gawai Kelas Menengah
Secara pribadi, kami menyukai pendekatan desain tersebut. Tampilannya terlihat sederhana, tetapi masih membawa identitas visual khas Samsung. Finishing doff juga memberikan karakter berbeda dibandingkan permukaan belakang yang mengilap.
Dari sisi dimensi, Galaxy A18 berukuran 167,4 x 77,9 x 7,7 milimeter. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Samsung tetap mempertahankan profil bodi yang relatif ramping meskipun menggunakan layar besar dan baterai berkapasitas cukup tinggi.
Layar Super AMOLED 6,7 Inci dengan Refresh Rate 90Hz
Beralih ke bagian depan, Galaxy A18 menggunakan layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 90Hz. Samsung masih mengadopsi desain Infinity-U, dengan kamera depan ditempatkan pada poni berbentuk huruf U di bagian atas layar.
Ukuran layar yang luas memberikan ruang lebih lega untuk menikmati video, membaca artikel, menjelajahi media sosial, maupun menjalankan aplikasi sehari-hari. Sementara itu, refresh rate 90Hz membuat pergerakan antarmuka berpotensi terlihat lebih mulus dibandingkan layar 60Hz, terutama ketika menggulir halaman atau berpindah menu.
Penggunaan panel Super AMOLED juga menjadi salah satu aspek yang menarik pada perangkat ini. Teknologi tersebut menawarkan kontras tinggi dan karakter warna yang khas, sehingga dapat menunjang kebutuhan multimedia.
Meski begitu, penilaian menyeluruh terhadap kualitas layar, termasuk tingkat kecerahan di luar ruangan dan akurasi warna, masih memerlukan pengujian lebih lanjut.
Tiga Kamera Belakang, Sensor Utama 50MP
Pada sektor fotografi, Galaxy A18 mengandalkan tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8, kamera ultra-wide 5MP dengan aperture f/2.2, serta kamera macro 2MP dengan aperture f/2.4.
Kamera utama 50MP ditujukan untuk mengabadikan berbagai momen sehari-hari. Sementara itu, kamera ultra-wide menawarkan sudut pandang lebih luas untuk mengambil foto bersama teman atau menangkap pemandangan.
Adapun kamera macro dapat digunakan untuk memotret objek dari jarak dekat. Kehadiran tiga kamera tersebut memberikan alternatif sudut pengambilan gambar sesuai kebutuhan pengguna.
Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Samsung menyematkan kamera depan 13MP dengan aperture f/2.0 yang berada di area Infinity-U pada layar.
Dari sisi spesifikasi, konfigurasi tersebut cukup fleksibel untuk kebutuhan fotografi dasar. Namun, kualitas foto dalam kondisi pencahayaan berbeda, kemampuan pemotretan malam, dan konsistensi hasil kamera masih perlu dibuktikan melalui pengujian lebih mendalam.
Performa Helio G99+ dan Pilihan RAM hingga 8GB
Untuk menunjang kinerja, Samsung Galaxy A18 menggunakan chipset MediaTek Helio G99+. Perangkat ini tersedia dalam dua konfigurasi memori, yakni RAM 4GB dengan penyimpanan internal 128GB serta RAM 8GB dengan penyimpanan internal 128GB.
Keduanya menggunakan teknologi penyimpanan UFS 2.2 yang mendukung proses baca dan tulis data. Hal ini berperan dalam aktivitas seperti membuka aplikasi, memuat berkas, dan mengakses data yang tersimpan di perangkat.
Perbedaan kapasitas RAM dapat menjadi pertimbangan bagi calon pembeli. Varian 4GB dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan dasar, sedangkan varian 8GB menawarkan ruang memori lebih besar untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bergantian.
Namun, spesifikasi di atas kertas belum cukup untuk menggambarkan performa keseluruhan. Pengujian langsung diperlukan untuk mengetahui bagaimana perangkat menangani multitasking, aplikasi berat, dan permainan dengan kebutuhan grafis tinggi.
Jika anggaran memungkinkan, varian RAM 8GB layak dipertimbangkan untuk memberikan ruang lebih lega dalam penggunaan sehari-hari. Meski demikian, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing pengguna.
One UI 9.0 Hadir dengan Perubahan Quick Settings
Salah satu aspek yang kami perhatikan saat menjajal Galaxy A18 adalah penggunaan One UI 9.0 sejak perangkat pertama kali dinyalakan atau 'out of the box'.
Dalam pengamatan awal, terdapat perbedaan tampilan Quick Settings dibandingkan One UI 8.5, khususnya pada bagian pengaturan kecerahan layar dan volume yang terlihat lebih besar.
Perubahan ukuran elemen antarmuka tersebut berpotensi membuat kontrol lebih mudah dijangkau dan dioperasikan. Bagi pengguna yang sering menyesuaikan tingkat kecerahan atau volume ketika berpindah aktivitas, penyesuaian seperti ini dapat berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan.
Samsung juga menjanjikan pembaruan perangkat lunak hingga enam generasi serta pembaruan keamanan selama enam tahun. Dukungan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin menggunakan smartphone dalam jangka panjang.
Meski begitu, jadwal dan cakupan pembaruan tetap mengikuti kebijakan resmi Samsung.
Baterai 5.000 mAh, Pengisian Daya 25W, dan NFC
Galaxy A18 membawa baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian daya 25W. Kapasitas tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas harian, mulai dari komunikasi hingga menikmati konten multimedia.
Namun, daya tahan baterai tidak hanya ditentukan oleh kapasitas. Tingkat kecerahan layar, intensitas penggunaan aplikasi, konektivitas, dan aktivitas di latar belakang juga memengaruhi konsumsi daya. Karena itu, ketahanan baterai Galaxy A18 perlu diuji lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran penggunaan yang lebih akurat.
Samsung turut melengkapi perangkat ini dengan NFC yang dapat digunakan untuk kebutuhan seperti mengecek atau mengisi saldo uang elektronik yang kompatibel.
Sementara itu, sertifikasi IP64 memberikan perlindungan terhadap debu dan cipratan air dari berbagai arah. Sertifikasi tersebut tidak berarti perangkat sepenuhnya kedap air, sehingga pengguna tetap perlu menghindari perendaman atau paparan cairan bertekanan tinggi.
First Impression Samsung Galaxy A18
Berdasarkan pengalaman awal kami, Samsung Galaxy A18 memiliki beberapa aspek menarik di kelas entry-level, terutama desain yang relatif tipis, layar Super AMOLED 90Hz, dan baterai 5.000 mAh. Kombinasi tersebut membuat perangkat ini layak dipertimbangkan oleh pengguna yang membutuhkan smartphone untuk aktivitas sehari-hari.
Kamera utama 50MP, chipset Helio G99+, NFC, serta dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang turut melengkapi spesifikasinya. Meski demikian, performa dalam penggunaan intensif, kualitas kamera di berbagai kondisi, dan daya tahan baterai masih membutuhkan pengujian lebih mendalam sebelum kami dapat memberikan penilaian akhir.
Samsung Galaxy A18 dibanderol Rp 4.299.000 untuk varian RAM 4GB/128GB dan Rp 5.299.000 untuk varian RAM 8GB/128GB. Perangkat ini hadir dalam pilihan warna Black, Silver, dan Light Blue.
Bagi konsumen yang mengutamakan kapasitas RAM lebih besar, varian 8GB dapat menjadi pilihan selama sesuai dengan anggaran. Sementara itu, calon pembeli yang memiliki dana lebih dapat membandingkan Galaxy A18 dengan model Samsung di kelas lebih tinggi, termasuk Galaxy A27 5G, dengan mempertimbangkan selisih harga dan peningkatan spesifikasi yang benar-benar dibutuhkan.
Pada akhirnya, impresi awal Galaxy A18 cukup menarik dari sisi desain dan pengalaman visual. Namun, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya bertumpu pada spesifikasi di atas kertas, melainkan juga pada kebutuhan penggunaan.