← Beranda
Layar 120Hz di Samsung Galaxy S26 FE, Apa Bedanya dengan 60Hz?
Rian Alfianto• Selasa, 13 Oktober 2026 | 02.09 WIB
Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Refresh rate layar menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan ketika memilih smartphone, terutama bagi pengguna yang banyak menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial, membaca, dan menonton video. 

Samsung Galaxy S26 FE sendiri hadir dengan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120Hz, sementara harga efektifnya selama promo disebut mulai Rp 9 jutaan dari harga resmi Rp 11.999.000.

JawaPos.com telah mencoba Galaxy S26 FE secara langsung. Salah satu aspek yang menarik dari perangkat ini adalah kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi yang membuat pengalaman penggunaan sehari-hari terasa lebih mulus.

Di tengah pilihan smartphone dengan harga belasan juta rupiah, spesifikasi layar seperti ukuran panel, refresh rate, dan dukungan Always On Display layak diperhitungkan. Sebab, layar merupakan bagian yang paling sering berinteraksi langsung dengan pengguna.

Apa Bedanya Layar 60Hz dan 120Hz?

Perbedaan refresh rate paling mudah dipahami melalui aktivitas scrolling. Layar 60Hz memperbarui gambar hingga 60 kali per detik, sedangkan layar 120Hz mampu melakukannya hingga 120 kali per detik.

Artinya, layar 120Hz dapat menampilkan pergerakan dengan lebih mulus, terutama ketika menggulir halaman panjang, berpindah menu, atau melihat konten yang bergerak cepat.

Pada Galaxy S26 FE, kemampuan tersebut terasa relevan untuk penggunaan media sosial sehari-hari. Pergerakan teks dan gambar saat scrolling dapat terlihat lebih halus dibandingkan layar 60Hz, meskipun pengalaman akhirnya juga dipengaruhi aplikasi, konten, dan pengaturan perangkat.

Perbedaan ini akan lebih mudah diamati ketika dua layar dengan refresh rate berbeda dibandingkan secara langsung menggunakan gerakan yang sama.

Layar 6,7 Inci Lebih Lega untuk Streaming dan Multitasking

Galaxy S26 FE menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2340 piksel.

Ukuran tersebut memberikan ruang pandang yang cukup lega untuk menonton video, membaca artikel, hingga membuka dokumen. Ketika digunakan untuk multitasking, layar besar juga membantu pengguna melihat lebih banyak informasi dalam satu tampilan.

Bagi pengguna yang sering berpindah antara aplikasi pesan, browser, dan media sosial, ruang layar tambahan bisa membuat aktivitas terasa lebih leluasa.

Namun, layar besar juga memiliki konsekuensi. Pengguna yang terbiasa mengoperasikan smartphone dengan satu tangan mungkin perlu menyesuaikan jangkauan jari, terutama saat mengakses bagian atas layar.

Always On Display untuk Melihat Informasi Sekilas

Fitur lain yang tersedia adalah Always On Display (AOD). Fitur ini memungkinkan informasi tertentu, seperti jam dan notifikasi, tetap terlihat ketika layar utama tidak sedang digunakan.

Dalam situasi sehari-hari, AOD berguna ketika smartphone diletakkan di meja kerja. Pengguna dapat melihat informasi sekilas tanpa harus selalu menyalakan layar sepenuhnya.

Meski praktis, penggunaan AOD tetap perlu disesuaikan dengan preferensi masing-masing. Pengguna dapat mengatur tampilannya sesuai kebutuhan, termasuk mempertimbangkan konsumsi daya.

Bagaimana dengan Penggunaan di Luar Ruangan?

Galaxy S26 FE memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.900 nits. Angka tersebut menjadi modal untuk membantu keterbacaan layar ketika digunakan di lingkungan terang.

Faktor ini cukup penting bagi pengguna yang sering membaca pesan, membuka peta, atau memeriksa informasi ketika berada di luar ruangan.

Namun, keterbacaan aktual tidak hanya ditentukan oleh angka kecerahan. Kondisi sinar matahari, pantulan pada layar, dan sudut pandang juga memengaruhi seberapa mudah konten terlihat.

Karena itu, pengalaman di luar ruangan tetap perlu dinilai berdasarkan kondisi penggunaan nyata, bukan hanya spesifikasi di atas kertas.

Refresh Rate Adaptif untuk Menyesuaikan Kebutuhan

Layar dengan refresh rate tinggi tidak harus selalu bekerja pada angka maksimal. Pada perangkat yang mendukung refresh rate adaptif, sistem dapat menyesuaikan frekuensi pembaruan layar berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan.

Ketika pengguna menggulir halaman atau melihat animasi, refresh rate tinggi membantu menjaga pergerakan tetap mulus. Sebaliknya, saat layar menampilkan konten statis, refresh rate dapat diturunkan sesuai dukungan sistem untuk membantu menghemat daya.

Pendekatan ini membuat pengalaman layar tidak hanya berfokus pada kelancaran, tetapi juga efisiensi penggunaan baterai.

Galaxy S26 FE sendiri membawa layar Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120Hz. Perangkat ini juga dilengkapi Exynos 2500, kamera belakang dengan telefoto 3x, serta fitur Galaxy AI.

Pada akhirnya, layar 120Hz bukan sekadar angka yang terlihat menarik di lembar spesifikasi. Manfaatnya lebih terasa ketika digunakan untuk aktivitas harian, mulai dari scrolling, membaca, hingga menikmati video.

Bagi pengguna yang mengutamakan layar besar dan pergerakan antarmuka yang mulus, aspek ini layak masuk dalam pertimbangan sebelum memilih smartphone.

EDITOR: Edy Pramana