JawaPos.com - Jelang dua gelombang penjualan iPhone 18, pengguna perlu lebih waspada. Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan diskon hingga 25 persen, pre-order, hingga pembayaran Bitcoin untuk mengelabui calon pembeli.
Situs-situs tersebut dirancang menyerupai toko daring sehingga terlihat meyakinkan.
Kaspersky menemukan adanya upaya pergerakan penipuan itu dalam sejumlah bahasa, termasuk Inggris, Arab, dan Portugis. Modus yang digunakan tidak berhenti pada penawaran harga murah. Setelah tertarik, calon pembeli diarahkan mengikuti proses pemesanan dan diminta memasukkan berbagai informasi pribadi hingga detail pembayaran.
Diskon iPhone 18 Jadi Umpan
Salah satu situs palsu menawarkan iPhone 18 dengan potongan harga 25 persen. Di dalamnya tercantum informasi mengenai spesifikasi perangkat serta sejumlah pilihan pembayaran, termasuk Bitcoin.
Baca Juga: AS Tolak Usulan OpenAI dan Anthropic, Standar AI Global Terancam Buntu
Penawaran tersebut dibuat seolah-olah merupakan transaksi pembelian normal. Padahal, tujuan sebenarnya adalah mendorong pengguna menyerahkan data pribadi dan uang kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kaspersky juga menemukan situs lain yang menyasar pengguna di Brasil. Situs berbahasa Portugis itu mencantumkan harga dalam mata uang real Brasil dan menawarkan pre-order iPhone 18 Pro.
Calon pembeli bahkan dapat memilih warna dan kapasitas penyimpanan. Namun, beberapa pilihan warna yang tersedia disebut berbeda dari pilihan yang diumumkan secara resmi saat peluncuran.
Situs tersebut juga menawarkan skema pembayaran yang memungkinkan pembeli tidak membayar seluruh harga di muka. Untuk memperkuat kesan sebagai penjual terpercaya, tersedia pula janji pengembalian dana jika pesanan dibatalkan.
Data Pribadi Ikut Diburu
Setelah pengguna tertarik, situs palsu kemudian meminta sejumlah data pribadi. Informasi yang diminta mencakup nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal hingga detail kontak WhatsApp.
Data tersebut dapat menjadi modal bagi penjahat siber untuk menjalankan rekayasa sosial atau penipuan berikutnya.
Risiko semakin besar ketika korban diminta memasukkan informasi kartu bank. Dengan modus tersebut, pelaku berpotensi memperoleh data pembayaran sekaligus uang yang ditransfer korban.
Olga Altukhova, Senior Web Content Analyst di Kaspersky, mengatakan fenomena semacam ini kerap muncul bersamaan dengan peluncuran perangkat populer.
"Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer. Antusiasme konsumen dapat memberikan keuntungan tambahan bagi penjahat siber dan meningkatkan peluang mereka untuk meraup keuntungan," ujar Olga.
Ia menyarankan pengguna tidak mudah percaya pada penawaran yang terlihat terlalu menguntungkan.
Baca Juga: Dinkes Jabar Deteksi 65 Kasus Influenza A atau Flu Babi
"Kami sangat menyarankan pengguna untuk ekstra hati-hati saat memilih tempat berbelanja dan hanya melakukan pembelian melalui pengecer resmi serta terpercaya. Penawaran yang tampak terlalu indah untuk menjadi kenyataan, serta pilihan produk yang lebih beragam atau berbeda dari yang diumumkan secara resmi oleh perusahaan, harus dianggap sebagai tanda bahaya yang jelas," katanya.
Cara Menghindari Situs Palsu iPhone 18
Pengguna yang ingin membeli perangkat
Lbaru disarankan melakukan transaksi melalui toko resmi atau pengecer yang memiliki reputasi baik.
Sebelum memasukkan data, periksa kembali alamat situs dan ejaan nama organisasi. Perbedaan kecil pada URL dapat menjadi petunjuk bahwa halaman tersebut bukan situs resmi.
Untuk transaksi daring, pengguna juga dapat mempertimbangkan kartu virtual atau metode pembayaran khusus agar informasi kartu utama tidak langsung terekspos.
Perlindungan tambahan dapat dilakukan dengan menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir tautan phishing.
Kaspersky juga menyarankan pengguna mengaktifkan autentikasi multifaktor atau 2FA pada akun Apple ID dan aplikasi keuangan. Riwayat transaksi perbankan perlu diperiksa secara berkala untuk mendeteksi aktivitas yang tidak dikenal.
Momentum peluncuran iPhone baru memang sering mendorong konsumen mencari harga dan penawaran terbaik. Namun, semakin tinggi antusiasme terhadap perangkat tersebut, semakin besar pula peluang dimanfaatkan pelaku penipuan.
Karena itu, diskon besar, pilihan produk yang tidak sesuai pengumuman resmi, serta permintaan data pribadi dan kartu bank sebaiknya menjadi tanda untuk berhenti dan memeriksa kembali keaslian penjual sebelum melanjutkan transaksi.