← Beranda
First Impression Samsung Galaxy S26 FE: Baru Pegang Sebentar, Sudah Terasa Bedanya
Rian AlfiantoJumat, 18 September 2026 | 02.50 WIB
Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kesan pertama saat menggenggam Samsung Galaxy S26 FE adalah bodinya yang terasa ramping. Dengan ketebalan 7,4 mm, ponsel ini tidak memberikan kesan sebagai perangkat Fan Edition yang 'lebih murah', terutama ketika material kaca dan bingkai aluminiumnya mulai terasa di tangan.

JawaPos.com berkesempatan melakukan hands on singkat terhadap Galaxy S26 FE setelah smartphone ini resmi meluncur di Indonesia. Belum sampai tahap pengujian mendalam, tetapi beberapa hal sudah cukup terasa sejak perangkat dinyalakan, mulai dari layar 120Hz yang responsif, desain yang lebih segar, sampai performa Exynos 2500 yang menjadi salah satu perubahan penting generasi ini.

Baca Juga: Unboxing Samsung Galaxy S26 FE: Isi Kotak Minimalis, Bodi Makin Tipis, Performa Naik Kelas

Samsung memang membawa Galaxy S26 FE sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin merasakan sejumlah fitur khas lini flagship tanpa harus naik ke model Galaxy S paling tinggi. Dari pemakaian singkat, formula tersebut mulai terlihat.

Hal Pertama yang Terasa: Bodinya Makin Enak Digenggam

Galaxy S26 FE memiliki layar berukuran 6,7 inci. Ukurannya memang tergolong besar, tetapi bodinya yang hanya 7,4 mm membuat perangkat tidak terasa terlalu tebal ketika digenggam.

Bagian belakang menggunakan Corning Gorilla Glass Victus+, dipadukan dengan frame aluminium. Kombinasi tersebut memberikan kesan kokoh sekaligus tetap terlihat premium.

Pilihan warnanya juga cukup menarik. Ada Pistachio, Blueberry, dan Graphite.
Pistachio memberikan karakter yang lebih playful dengan warna hijau pastel, sedangkan Blueberry tampil lebih kalem. Graphite menjadi pilihan paling aman untuk pengguna yang tidak ingin terlalu menarik perhatian.

Dari ketiganya, karakter warna pada Galaxy S26 FE terasa cukup berbeda dari pendekatan flagship yang biasanya bermain aman.

Layar 120Hz Langsung Terasa

Begitu masuk ke antarmuka, salah satu hal yang langsung terasa adalah refresh rate 120Hz.

Perpindahan antar-menu, scrolling, dan membuka aplikasi terasa mulus. Ini memang bukan fitur baru di kelas smartphone premium, tetapi pada Galaxy S26 FE, layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,7 inci tersebut memberikan pengalaman visual yang cukup menyenangkan sejak awal.

Resolusinya Full HD+ dengan 1080 x 2340 piksel. Samsung juga mengklaim tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits.
Untuk penggunaan multimedia, ukuran layar yang lega terasa pas. Menonton video menjadi lebih imersif, sementara ukuran tersebut juga memberikan ruang yang cukup ketika perangkat digunakan untuk bermain game.

Namun, untuk penggunaan satu tangan, ukuran 6,7 inci tetap terasa sebagai konsekuensi yang harus diterima.

Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Exynos 2500: Belum Benchmark, tapi Responsnya Terasa

Galaxy S26 FE ditenagai Exynos 2500 yang dibuat dengan proses fabrikasi 3nm.
Dalam sesi hands on singkat, kami belum menjadikan perangkat ini sebagai objek pengujian benchmark atau pemakaian berat dalam waktu panjang. Jadi, terlalu dini untuk menyimpulkan performa akhirnya.

Yang bisa dirasakan saat penggunaan awal adalah respons antarmuka yang cepat dan perpindahan aplikasi yang terasa ringan.
Samsung menyebut performa CPU multi-core meningkat hingga 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. 

Sementara kemampuan NPU untuk pemrosesan AI diklaim meningkat hingga 39 persen.

Galaxy S26 FE hadir dengan RAM 8 GB LPDDR5X dan pilihan penyimpanan 128 GB, 256 GB, serta 512 GB.

Satu hal yang perlu dicatat, perangkat ini tidak memiliki slot microSD. Jadi, kapasitas penyimpanan yang dipilih sejak awal akan menjadi kapasitas yang digunakan dalam jangka panjang.

Kamera Telefoto Jadi Pembeda yang Menarik

Bagian kamera juga cukup menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Galaxy S26 FE memiliki kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP dengan 3x optical zoom serta hingga 30x digital zoom.

Dalam penggunaan singkat, keberadaan kamera telefoto membuat perangkat ini lebih fleksibel dibanding ponsel yang hanya mengandalkan kamera utama dan ultrawide.

Untuk pembuat konten, Samsung juga menambahkan My FanCam yang dapat membantu melakukan pelacakan subjek secara otomatis.

Ada pula Horizontal Lock yang ditujukan untuk menjaga orientasi video ketika pengguna bergerak saat merekam. Fitur-fitur tersebut menarik, tetapi untuk mengetahui seberapa efektif hasilnya, tentu dibutuhkan pengujian lebih panjang di kondisi nyata, terutama saat merekam subjek bergerak dan dalam pencahayaan berbeda.

Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Perangkat Samsung Galaxy S26 FE. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

One UI 9 Terasa Familiar, tapi Galaxy AI Makin Menonjol

Galaxy S26 FE langsung menggunakan One UI 9 berbasis Android terbaru.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan antarmuka Samsung, tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Navigasi terasa familiar, sementara sejumlah fitur berbasis Galaxy AI semakin ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman sehari-hari.

Di sinilah peningkatan NPU pada Exynos 2500 menjadi relevan. Samsung tidak hanya meningkatkan kemampuan pemrosesan untuk aplikasi dan game, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi fitur AI untuk bekerja di perangkat.

Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan software hingga tujuh tahun. Ini menjadi salah satu aspek yang cukup menarik jika Galaxy S26 FE memang akan digunakan dalam jangka panjang.

Galaxy S26 FE sendiri membawa baterai 4.900 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W.

Kapasitas tersebut cukup besar untuk perangkat dengan bodi setipis 7,4 mm. Namun, ada satu detail yang kembali muncul ketika membahas pengalaman unboxing.

First Impression: Bukan Sekadar Galaxy S yang Dipangkas

Setelah mencoba Galaxy S26 FE secara singkat, kesan yang paling menonjol justru bukan satu spesifikasi tertentu.

Samsung tampaknya berusaha membuat Fan Edition kali ini terasa sebagai perangkat yang utuh, bukan sekadar versi flagship yang beberapa fiturnya dipangkas.

Bodi tipis, layar Dynamic AMOLED 2X 120Hz, Exynos 2500, kamera telefoto, Galaxy AI, dan dukungan software hingga tujuh tahun menjadi kombinasi yang cukup menarik di atas kertas sekaligus terasa menjanjikan dari pengalaman awal.

Tetapi, tentu saja, hands on singkat belum cukup untuk menjawab semuanya.
Daya tahan baterai, performa ketika bermain game dalam waktu lama, temperatur perangkat, kemampuan kamera pada malam hari, kualitas zoom, hingga efektivitas fitur Galaxy AI masih membutuhkan pengujian lebih panjang.

Untuk sementara, Galaxy S26 FE meninggalkan impresi awal sebagai smartphone yang terasa matang sejak pertama digenggam. Dan satu hal yang cukup jelas: label “FE” kali ini tidak otomatis membuatnya terasa seperti perangkat kelas dua.

EDITOR: Edy Pramana