← Beranda
Bukan Cuma Jual Konsol, Nintendo Siapkan Dev Kit untuk Developer Game Indonesia
Dhimas GinanjarRabu, 16 September 2026 | 03.40 WIB
Wamen Ekraf Irene Umar di Pokemon Future Plans for Indonesia di Jakarta, Senin (14/9). (The Pokemon Company)

JawaPos.com - Nintendo tidak hanya bersiap menjual konsol secara resmi di Indonesia pada 10 Desember 2026. Perusahaan asal Jepang itu juga mulai membuka jalan bagi developer game lokal untuk masuk ke ekosistem Nintendo melalui development kit.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kehadiran resmi Nintendo di Indonesia yang semakin diperluas. Mulai dari akses bagi pengembang game hingga penjualan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2, ekosistem Nintendo perlahan dibangun di pasar Tanah Air.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan pemerintah mendorong agar development kit Nintendo dapat tersedia secara resmi di Indonesia. Menurutnya, perangkat tersebut bisa menjadi salah satu pintu bagi developer lokal untuk mengembangkan produk yang masuk ke ekosistem Nintendo.

“Bukan hanya consolenya saja. Tapi dev kit sudah akan masuk resmi ke Indonesia,” kata Irene dalam rangkaian konferensi pers Future Plans for Indonesia 2026-2027 di Jakarta, Senin (14/9).

Menurut Irene, keberadaan development kit memiliki arti lebih besar daripada sekadar menyediakan perangkat untuk membuat game. Developer game Indonesia nantinya memiliki akses yang lebih jelas untuk mengembangkan produk sekaligus membuka peluang menuju pasar global.

“Dengan dev kit itu, Game developer Indonesia bisa punya portal untuk masuk ke pasar global,” ujar Irene. Pernyataan tersebut sejalan dengan dorongan Kementerian Ekonomi Kreatif agar developer Indonesia dapat memanfaatkan ekosistem Nintendo untuk meningkatkan produktivitas dan ekspor game.

Kehadiran development kit juga menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dengan Nintendo mulai bergerak ke level yang lebih luas. Fokusnya tidak lagi hanya bagaimana konsumen Indonesia membeli dan memainkan game Nintendo, tetapi juga bagaimana kreator lokal bisa menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

Kementerian Ekonomi Kreatif sebelumnya menyebut permintaan resmi terkait development kit telah disampaikan kepada Nintendo. Pemerintah melihat perangkat itu sebagai salah satu enabler agar produk game lokal dapat masuk ke ekosistem Nintendo.

Dorongan tersebut muncul bersamaan dengan semakin seriusnya Nintendo menggarap pasar Indonesia. Kemenekraf menyebut kehadiran resmi Nintendo merupakan hasil rangkaian koordinasi yang telah dibangun sejak pertemuan pertama dengan Nintendo dan The Pokémon Company pada Maret 2025.

Dalam proses tersebut, Nintendo juga mulai memperlihatkan perhatian terhadap karya developer Indonesia. Pada Nintendo Business Conference in Indonesia, game lokal seperti Coffee Talk dan A Space for The Unbound dari Toge Productions turut ditampilkan.

Artinya, masuknya Nintendo secara resmi ke Indonesia berpotensi menciptakan hubungan dua arah. Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi game dan konsol Nintendo, tetapi juga berpeluang menjadi sumber karya serta talenta untuk ekosistem game global.

Langkah itu semakin menarik karena kehadiran untuk developer berjalan beriringan dengan masuknya produk Nintendo secara resmi. Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 dijadwalkan mulai dijual secara resmi di Indonesia pada 10 Desember 2026.

Untuk konsumen, Nintendo Switch generasi pertama dipatok dengan harga ritel yang disarankan Rp4.229.000. Sementara Nintendo Switch 2 dibanderol Rp9.999.000.

Nintendo juga menyiapkan paket Nintendo Switch yang disertai game fisik Pokémon: Let’s Go, Pikachu! dengan harga Rp4.450.000. Kehadiran paket tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara ekspansi Nintendo dan Pokémon di pasar Indonesia.

Peluncuran konsol tersebut akan berlangsung bersamaan dengan rangkaian acara Pikachu’s Indonesia Journey di Jakarta. Di lokasi yang sama, Nintendo juga menyiapkan Nintendo Switch and Nintendo Switch 2 Experience sehingga masyarakat dapat mencoba langsung perangkat dan game yang dibawa ke Indonesia.

Bagi Nintendo, langkah ini menjadi lebih dari sekadar ekspansi penjualan perangkat keras. Perusahaan mulai membangun ekosistem yang mencakup konsumen, developer, game, talenta, hingga peluang kolaborasi kreatif di Indonesia.

Bagi developer lokal, development kit menjadi bagian yang paling menarik dari perubahan tersebut. Sebab, akses resmi ke perangkat pengembangan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membawa game buatan Indonesia masuk ke platform Nintendo dan berkompetisi di pasar yang lebih luas.

Sementara bagi konsumen, kehadiran resmi Switch dan Switch 2 menjadi sisi lain dari ekspansi yang sama. Untuk pertama kalinya, berbagai lapisan ekosistem Nintendo di Indonesia mulai dibangun secara bersamaan, dari orang yang membuat game hingga orang yang memainkannya.

EDITOR: Dhimas Ginanjar