JawaPos.com - Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan mengkritik mengenai rencana setoran Rp 120 triliun Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke kas negara. Langkah ini dianggap bisa bikin Danantara nombok.
Herry mengatakan, kebutuhan fiskal jangan pendek tidak boleh mengganggu operasional Danantara dalam memenuhi kebutuhan pencadangan risiko investasi dan akumulasi modal.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa perlu mencari mekanisme yang sesuai dalam menentukan jumlah setoran Danantara kepada kas negara.
“Caranya Pak Purbaya itu keliru ya. Itu kok dia kayaknya ya mohon maaf, jadi kayak preman. Jangan pakai jual nama Presiden atas arahan Presiden," kata Herry, Senin (7/9).
Baca Juga: Kejagung Bantah 4 Pejabatnya Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian, Anggap Hanya Asumsi
Pernyataan Herry didasari oleh keuntungan Danantara yang baru mencapai Rp 145 triliun. Sehingga tidak masuk akal bila akhirnya dipotong Rp 120 triliun untuk kas negara.
"Itu udah diredistribusi, misalnya di redistribusi Rp 70 triliun ke Danantara Investment Management ya atau DIM. Dana itu sudah dipakai untuk investasi. Nah, kalau diminta Rp 120 triliun untuk menutup anggaran 2026, yang ada Danantara ya nombok dong kalau gitu," imbuhnya.
Purbaya diminta mempertimbangkan aspek kebutuhan pencadangan risiko investasi serta akumulasi modal Danantara dalam menentukan jumlah setoran ke kas negara.
“Danantara itu pertama setelah dia punya laba, dia kan harus dulu hitung nih pencadangan risikonya berapa duit, kemudian untuk akumulasi modalnya Danantara berapa. Nah, enggak bisa ujug-ujug kemudian Pak Purbaya minta Rp 120 triliun, duit dari mana gitu," jelasnya.
Bila jumlah setoran tidak sesuai dengan kebutuhan investasi, maka hal ini bisa membahayakan kondisi Danantara. Pada akhirnya bisa mengguncang investasi yang dikelola Danantara.
“Kalau Danantara sampai kemudian harus nombok kondisi keuangan Danantara semakin resisten. Jadi kalau ada guncangan masalah pada investasinya, makanya Danantara tidak bisa punya pencadangan dengan baik. Efeknya nanti itu bukan hanya jadi beban fiskal baru, efeknya bisa jadi guncangan ekonomi,” pungkas Herry.
Danantara Protes Diminta Setor Rp 120 Triliun
Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Danantara masih memprotes rencana pemerintah memasukkan Rp 120 triliun dari sebagian keuntungan Danantara ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Baca Juga: Hukuman Pelaku Jadi Ringan Usai Banding, TAUD Desak MA dan KY Serius Tangani Aduan Andrie Yunus
Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar sebagian keuntungan Danantara menjadi cadangan anggaran pemerintah untuk masuk ke pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Kami akan masukin ke PNBP, walaupun mereka (Danantara) masih protes, tetapi perintah Bapak Presiden sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah," kata Purbaya pada acara Sarasehan 100 Ekonom di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).
Purbaya mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara rinci sumber Rp 120 triliun yang akan disetorkan Danantara. Dia hanya menyebut komitmen tersebut sebelumnya disampaikan CEO Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo.
"Saya enggak tahu, yang janji kan Pak Rosan ke Bapak Presiden. Saya terima aja, kan enak," ujarnya.