← Beranda
Rupiah Berpotensi Tertekan Hari ini, Dua Sentimen ini jadi Pemicunya
Djati WaluyoKamis, 13 Agustus 2026 | 15.13 WIB
Petugas menata barang bukti berupa mata uang Dolar Amerika hasil penegahan di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (25/06/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (13/8), setelah sebelummya ditutup melemah 15 poin menjadi Rp 17.877 per dollar AS pada perdagangan Rabu (12/8).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri.

"Untuk perdagangan (13/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.870-Rp 17.940," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/8).

Ibrahim mengatakan, sejumlah sentimen perlu dicermati pasar karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah penjualan ritel di Indonesia mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat.

Dimana, berdasarkan data Bank Indonesia, konsumen lebih memilih menahan belanja barang non-esensial atau non-pokok seperti pakaian, alat komunikasi, dan perlengkapan rumah tangga.

Penjualan ritel Indonesia turun 3,0 persen secara tahunan pada Juni 2026, melambat dari penurunan 3,9 persen pada bulan sebelumnya dan menandai penurunan paling ringan sejak penurunan dimulai pada April.

Selain itu, kamis dini hari waktu Indonesia, MSCI akan mengumumkan hasil August 2026 Index Review. Berdasarkan pengumuman resmi, daftar penambahan dan penghapusan saham akan dipublikasikan sesaat setelah pukul 23.00 Central European Summer Time pada 12 Agustus, atau sekitar pukul 04.00 WIB pada 13 Agustus 2026.

Perubahan hasil review akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September 2026. Investor perlu membedakan tanggal pengumuman dengan tanggal implementasi.

“Reaksi harga dapat muncul segera setelah hasil diumumkan, tetapi transaksi penyesuaian dana yang mengikuti indeks biasanya lebih terasa menjelang penutupan pada tanggal implementasi,” ujarnya.

EDITOR: Estu Suryowati