← Beranda
Asuransi Syariah Punya Potensi Besar tapi Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen
Dimas ChoirulRabu, 22 Juli 2026 | 22.33 WIB
Ilustrasi asuransi syariah (freepik).

 

JawaPos.com - Penetrasi asuransi syariah di Indonesia masih berada di bawah 1 persen. Kondisi ini menunjukkan potensi pertumbuhan industri perlindungan berbasis syariah masih sangat besar.

Pelaku industri didorong untuk memperluas literasi, inklusi, serta akses masyarakat terhadap produk asuransi syariah.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menilai rendahnya penetrasi asuransi syariah menjadi peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan kepada lebih banyak keluarga Indonesia.

Pelaku usaha di industri asuransi syariah dapat memperkuat ekosistem perlindungan syariah melalui inovasi layanan, pengembangan produk, hingga perluasan literasi keuangan syariah.

"Dengan penetrasi asuransi syariah yang masih di bawah 1 persen, ruang pertumbuhan masih sangat luas," ujar Vivin di Jakarta, Rabu (22/7).

Baca Juga: SIM Kedaluwarsa Bisa Bikin Klaim Asuransi Mobil Ditolak, Ini Penjelasan dan Aturannya

Menurut dia, penguatan layanan bisa dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk proses klaim yang lebih cepat dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) serta pengembangan platform digital.

Selain itu, perusahaan juga dapat memperluas distribusi produk yang dinilai relevan dan terjangkau melalui penguatan kemitraan bancassurance dengan perbankan serta peningkatan kualitas tenaga pemasar.

Adapun prospek pertumbuhan industri asuransi syariah turut tercermin dari kinerja bisnis perusahaan pada kuartal I 2026. Prudential Syariah mencatat total pendapatan kontribusi sebesar Rp 1,05 triliun, sementara total aset tumbuh 19 persen secara tahunan menjadi Rp 8 triliun.

Capaian tersebut membuat perusahaan menguasai sekitar 25 persen pangsa pasar asuransi jiwa syariah nasional pada periode tersebut.

Baca Juga: OJK Catat Kinerja Industri Asuransi dan Dana Pensiun Positif hingga Mei 2026

Di tengah upaya memperluas penetrasi pasar, Prudential Syariah juga menggenjot literasi dan inklusi keuangan syariah. Langkah tersebut difokuskan pada edukasi literasi keuangan syariah, pengembangan UMKM, serta pemberdayaan generasi muda.

Sepanjang 2025, lebih dari 1 juta masyarakat disebut telah menerima manfaat dari berbagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang dijalankan bersama organisasi muslim, universitas, dan komunitas.

"Bagi kami, semua kembali pada satu hal: keluarga Indonesia. Selama masih ada keluarga yang ingin memastikan orang tercintanya terlindungi, di situlah komitmen kami akan terus hadir," tutup Vivin.

EDITOR: Ilham Safutra