← Beranda
Rupiah Diprediksi Fluktuatif, Simak Analisis Tren Pasar pada 13 Juli
Djati WaluyoSenin, 13 Juli 2026 | 15.00 WIB
Ilustrasi nilai pertukaran rupiah. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

 

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan melemah pada perdagangan Senin (13/7), setelah sebelummya ditutup menguat 114 poin menjadi Rp 18.065 per dollar AS pada perdagangan Jumat (10/7).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri.

"Untuk perdagangan (13/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.060-Rp 18.110," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (13/7).

Ibrahim mengatakan Pasar merespons positif keputusan International Monetary Fund (IMF) yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026. IMF juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,1 persen pada 2027.

Selain itu, Asian Development Bank (ADB) juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,2 persen untuk 2026 dan 2027. Menurut ADB, prospek ekonomi Indonesia tetap stabil. Proyeksi tersebut tidak berubah dibandingkan laporan Asian Development Outlook (ADO) edisi April lalu.

Meski demikian, angka proyeksi dari IMF maupun ADB masih berada di bawah target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.

“Kendati demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5% pada tahun ini masih berada di bawah target pemerintah. Dalam APBN 2026, pemerintah dan DPR menetapkan target pertumbuhan mencapai 5,4 persen,” ujarnya.

Selain itu, Kenaikan penjualan mobil nasional sepanjang semester I-2026 dinilai belum bisa dijadikan bukti daya beli masyarakat telah pulih sepenuhnya. Meski penjualan kendaraan menunjukkan tren positif, pemulihan konsumsi rumah tangga dinilai masih berlangsung secara bertahap.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales atau distribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 77.550 unit pada Juni 2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan 14 persen pada Mei 2026, sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut penjualan mobil mencatatkan pertumbuhan secara tahunan. Secara kumulatif, penjualan mobil baru sepanjang semester I-2026 mencapai 436.564 unit, atau meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Capaian ini mencerminkan permintaan konsumen yang tetap kuat meskipun masyarakat masih menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi,” ucapnya.

 

EDITOR: Kuswandi