JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perbankan nasional hingga Mei 2026 masih menunjukkan tren positif yang tergambar dari sejumlah indikator.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan DPK yang meningkat 13,47 persen secara tahunan.
"Secara umum, saya ingin menyampaikan bahwa kinerja perbankan pada posisi Mei 2026 tumbuh positif dengan pertumbuhan kredit secara year on year mencapai 11,51 persen dan ini sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga secara year on year yang tumbuh sebesar 13,47 persen," ujar Dian dalam konferensi pers, Selasa (7/7).
Dian mengatakan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, sedangkan NPL net berada di level 0,84 persen. Sedangkan dari sisi likuiditas perbankan juga masih memadai.
Ia menjelaskan Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 186,54 persen atau jauh di atas ketentuan minimum 100 persen. Sementara itu, rasio alat likuid terhadap dana noninti (AL/NCD) mencapai 108,20 persen dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 22,74 persen, masing-masing melampaui ambang batas minimum 50 persen dan 10 persen.
OJK juga mencatat fasilitas kredit yang telah disetujui namun belum ditarik (undisbursed loan) mencapai Rp2.575 triliun. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan potensi ekspansi usaha yang masih akan direalisasikan oleh debitur sesuai rencana bisnis masing-masing.
"Nah terkait dengan undisbursed loan atau kelonggaran tarik yang berjumlah Rp2.575 triliun ini memang relatif tinggi saat ini,” ujarnya.
Lanjutnya, dengan perkembangan tren pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik dan tingkat kepercayaan pelaku usaha juga tertap terjaga serta kondisi pasar yang positif dan stabil diharapkan akan mendorong pertumbuhan kredit.
“Kita mengharapkan pertumbuhan kredit diproduksikan dapat terus meningkat ini untuk tentu saja mendorong pertumbuhan sektor rill,” ucapnya.
Nama Penulis: Djati Waluyo - djatiwaluyo1996@gmail.com
Rubrik/Kanal: Ekonomi