JawaPos.com - Penurunan tukar rupiah terhadap dollar belakangan ini terjadi secara konsisten.
Saat ini, fluktuasi rupiah terjadi karena multifaktor. Fluktuasi nilai rupiah yang terjadi memberikan dampak di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya kenaikan harga barang.
Saat harga barang naik, pengeluaran sehari-hari juga ikut terpengaruh. Artinya, pengeluaran akan bertambah karena anda perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan dengan jumlah benda yang sama.
Tanpa disadari, kondisi ini membuat isi dompet terganggu yang menjadikan pengeluaran terdampak. Kondisi ini kemudian, mengganggu rencana Gen Z untuk menabung.
Saat fluktuasi rupiah terjadi terus menerus dan sulit untuk diprediksi, lantas sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh Gen Z agar tetap bisa menabung?.
Seperti yang sudah kami rangkum dari laman banksinarmas.com dan .allianz.co.id penyesuaian finansial berikut menjadi penting untuk anda lakukan pada kondisi saat ini.
-
Utamakan kebutuhan pokok
Saat memasuki fase ini, yang perlu anda pikirkan adalah memenuhi kebutuhan primer. Kebutuhan pokok tersebut meliputi makanan, transportasi, kesehatan, sewa serta tempat tinggal. Terapkan prinsip belanja karena memang butuh dan bukan sekedar keinginan.
-
Pangkas pengeluaran rutin yang konsumtif
Pengeluaran rutin memang terlihat kecil seperti langganan streaming musik dan film, ngopi dan nongkrong, serta kebiasan jajan yang terlalu sering.
Pengeluaran kecil seperti ini perlu dievaluasi dan di stop untuk sementara waktu. Sebaliknya, anda bisa mengalokasikan dana pengeluaran tersebut untuk menambah jumlah tabungan.
-
Evaluasi gaya hidup
Gaya hidup yang diwariskan atau dijalani saat ini, bisa menjadi sumber stres finansial. Disaat kondisi kebutuhan yang serba naik, anda perlu beradaptasi dengan keadaan.
Caranya mengevaluasi pengeluaran, kemudian anda perlu merancang kembali anggaran hidup yang lebih efisien serta realistis.
-
Hindari utang dengan mata uang asing
Saat harga naik, anda tidak disarankan untuk berhutang. Mengambil pinjaman dengan mata uang asing hanya akan memperberat angsuran dan bunga pinjaman. Saat mata uang asing naik, maka secara otomatis pinjaman anda juga naik.
-
Berinvestasi dengan tepat
Saat kurs mata uang asing naik secara tajam, saatnya anda untuk mengamankan tabungan. Jangan hanya menyimpan uang dan aset anda dalam bentuk cash.
Pilih instrumen investasi yang aman dari fluktuasi rupiah. Beberapa instrumen investasi yang dianjurkan disaat-saat seperti ini adalah obligasi, reksa dana, dan emas.
-
Side hustle
Jika pendapatan utama anda terasa tidak cukup untuk menabung, anda bisa mempertimbangkan mengambil job sampingan atau side hustle. Anda bisa membuka bisnis dan berwirausaha untuk menambah pemasukan.
-
Kurangi pemakaian produk impor
Kurs yang tinggi menyebabkan lonjakan harga pada produk-produk impor. Akibatnya, tabungan anda bisa terkuras hanya untuk membeli barang yang sama, sementara harganya bisa naik drastis.
saat sat seperti ini, penting untuk memilih produk lokal mulai dari makanan, sepatu, tas, jam tangan, topi, fashion, sampai HP dan produk elektronik.
-
Pantau kurs rupiah secara berkala
Melek ekonomi bisa anda mulai dari memantau nilai mata uang. Kemudian, anda bisa mengamati pengaruh fluktuasi nilai rupiah dengan kehidupan sehari-hari.
Amati dampak kenaikan kurs terhadap aktivitas ekonomi sehari-hari. Cara ini merupakan langkah bijak untuk menentukan waktu yang tepat untuk berinvestasi, menabung, atau membeli. Anda bisa memantau pergerakan kurs terkini dari laman berita yang terpercaya.
-
Jaga dana darurat
Dana darurat merupakan uang aman yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan selama 3-6 bulan kedepan. Memiliki dana darurat disaat-saat seperti ini sangat penting untuk melindungi diri dari risiko yang tidak terduga seperti badai PHK, sakit, ataupun kecelakaan.