← Beranda
Askrindo Jamin KUR 2 Juta Debitur UMKM senilai Rp 114 Triliun pada 2025
AntaraSelasa, 7 April 2026 | 14.33 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 114 triliun kepada 2 juta debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2025. (ANTARA)

 

JawaPos.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 114 triliun kepada 2 juta debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2025. Penjaminan tersebut dikatakan berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia.

“Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” kata Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/4).

Pada 2025, Askrindo mencatatkan hasil underwriting netto sebesar Rp 1,28 triliun (unaudited). Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp 4,44 triliun (unaudited).

Perusahaan optimistis capaian tersebut mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.

“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.

Askrindo pun meluncurkan sistem Sentralisasi FINTRACS (Financial Transaction System) dan ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan. Peluncuran ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-55.

FINTRACS merupakan sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.

Implementasi FINTRACS disebut mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Sementara ASK-SCORING merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.

Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi.

Dengan dukungan kedua aplikasi tersebut, Askrindo dapat memperkuat kualitas portofolio pertanggungan sekaligus mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.

EDITOR: Estu Suryowati