← Beranda
Konten Autentik Kreator Indonesia Potensial Meledak, Diprediksi Sumbang Rp 6.000 Triliun di 2030
Rian Alfianto• Jumat, 21 November 2025 | 00.27 WIB
Evan Chen, GAPAC Head of Creative Product Operations, TikTok bicara soal potensi kreator asal Indonesia. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia disebut tengah berada di tengah gelombang besar ekonomi kreator. Sebuah fenomena yang tak lagi sekadar tren media sosial, melainkan kekuatan ekonomi baru yang nilainya terus meroket. 

Studi terbaru 'The Art & Science of Authenticity' dari Accenture Song mengungkap prediksi mengejutkan. Pada 2030, para kreator di Indonesia diperkirakan akan menyumbang dampak komersial hingga USD 376 miliar, atau setara Rp 6.000 triliun. 

Angka fantastis ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan dampak ekonomi kreator terbesar di Asia Pasifik.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa nilai itu berasal dari aktivitas kreator yang mampu mendorong penjualan, memengaruhi keputusan belanja, dan menggerakkan industri melalui konten-konten yang mereka hasilkan. 

Indonesia bahkan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi kreator tercepat di kawasan, tanda bahwa profesi ini bukan lagi sekadar hobi berbayar, melainkan tulang punggung ekonomi digital masa depan.

Ledakan Kreator: Dari Influencer Besar ke Kreator Sehari-hari

Pertumbuhan komunitas kreator Indonesia benar-benar terasa. TikTok mencatat lonjakan lebih dari 2.000 persen kreator yang berhasil termonetisasi secara YoY pada kuartal ketiga 2025.

Artinya, semakin banyak kreator lokal yang kini mendapatkan penghasilan dan peluang kolaborasi dengan brand.

Fenomena ini juga menandai perubahan besar: ekonomi kreator tidak lagi didominasi influencer besar dengan jutaan pengikut.

Justru 'everyday creators', orang-orang biasa dengan gaya bercerita yang jujur, natural, dan dekat dengan keseharian audiens, yang kini memegang peran paling penting.

Brand melihat mereka bukan hanya sebagai pembuat konten, tapi mitra strategis untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen Indonesia yang semakin cerdas dan selektif.

Selain itu, salah satu temuan paling kuat dari riset Accenture Song adalah bagaimana autentisitas menjadi faktor penentu konten yang efektif.

Konsumen Indonesia menempatkan keaslian sebagai elemen paling penting dalam proses pertimbangan produk.

Temuannya mengungkap beberapa hal seperti 55 persen konsumen menganggap konten lo-fi, tanpa filter, spontan, apa adanya, terasa paling autentik.

Selain itu, 70 persen  menyebut live streaming sebagai format yang paling jujur dan meyakinkan.

Dan, 8 dari 10 orang Indonesia mengaku pernah membeli produk karena konten autentik. 87 persen konsumen mengatakan konten yang terasa nyata membuat mereka mengambil tindakan: mengeklik, mencari, hingga melakukan pembelian.

Kombinasi Bukti Nyata dan Pengalaman Personal

Di Indonesia, autentisitas bukan sekadar gaya visual, tetapi kombinasi antara bukti nyata dan pengalaman personal.

Penonton ingin melihat bagaimana produk bekerja di kehidupan sehari-hari, bukan kemasan visual yang dibuat secara sinematik.

Untuk mendukung pertumbuhan ini, TikTok memperkenalkan TikTok One, sebuah platform terpadu yang mempertemukan kreator, brand, agensi produksi, serta berbagai alat berbasis AI untuk merancang kampanye secara efisien.

Fitur utamanya mencakup pencarian dan pencocokan kreator yang sesuai kebutuhan brand, wawasan kreatif berbasis AI, akses ke mitra produksi resmi TikTok dan data analitik mendalam untuk mengoptimalkan konten dan konversi

Bagi kreator, TikTok One membuka pintu kolaborasi yang lebih luas, meningkatkan visibilitas, dan memberikan peluang pendapatan baru.

Evan Chen, GAPAC Head of Creative Product Operations di TikTok, menegaskan bahwa konten kreator tak hanya memengaruhi tren, tetapi kini menjadi penggerak komersial bernilai miliaran GMV di Indonesia. 

"Kreativitas yang autentik adalah “bahan bakar utama yang akan membawa ekonomi kreator Indonesia melesat hingga 2030," kata Evan di Jakarta baru-baru ini.

Dia meyakini, dengan pertumbuhan komunitas kreator yang eksplosif, gaya konten yang makin autentik, serta dukungan platform seperti TikTok One, Indonesia kini berada di jalur cepat menuju era ekonomi kreator bernilai triliunan rupiah.

Dan pada 2030, bila prediksi Accenture Song benar, industri kreator tanah air akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia, bahkan mungkin dunia.

EDITOR: Bayu Putra