JawaPos.com - Guruh Soekarnoputra tidak hanya dikenal sebagai seniman dan budayawan. Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu ternyata pernah berkonsultasi dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengenai kemungkinan dirinya memimpin sebuah partai politik.
Cerita tersebut disampaikan Surya Paloh ketika melayat ke rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta, Sabtu (26/9), setelah sang seniman meninggal dunia pada usia 73 tahun.
Menurut Surya Paloh, Guruh pernah datang kepadanya untuk berkonsultasi dan membicarakan soal kepemimpinan partai. Dalam percakapan tersebut, Guruh bahkan sempat mempertanyakan apakah dirinya pantas menjadi pimpinan partai.
"Guruh juga pernah bicara sama saya, apakah saya pantas untuk menjadi pimpinan partai?," kata Surya Paloh menirukan ucapan mendiang Guruh Soekarnoputra.
Baca Juga: Perjalanan Karier Guruh Soekarnoputra, dari Panggung Seni hingga Menjadi Maestro Budaya Indonesia
Surya Paloh Sarankan Guruh Fokus di Seni dan Budaya
Surya Paloh mengatakan dirinya kemudian memberikan pandangan kepada Guruh agar lebih berkonsentrasi pada bidang seni dan budaya. Menurut Paloh, bidang tersebut merupakan kekuatan Guruh yang telah terlihat sejak lama.
Saran itu, kata Paloh, kemudian diikuti Guruh hingga akhir hayatnya.
"Sebagai kakak, saya bilang, kamu lebih cocok untuk lebih fokus dalam bidang seni budaya," ujar Surya Paloh.
Guruh memang memiliki perjalanan panjang di dunia seni. Ia dikenal melalui karya musik, tari dan berbagai pagelaran kebudayaan, termasuk kiprahnya bersama Swara Maharddhika.
Di sisi lain, Guruh juga bukan sosok yang asing dengan dunia politik. Ia pernah duduk sebagai anggota DPR RI dalam waktu yang panjang terhitung 1992-1997 dan kembali menjalankan tugas sebagai wakil rakyat pada periode-periode berikutnya.
Hubungan Guruh dan Surya Paloh Tetap Terjaga
Konsultasi mengenai politik tersebut tidak membuat hubungan Guruh dan Surya Paloh jadi kurang baik. Sebaliknya, Paloh mengenang Guruh sebagai sosok yang mudah bergaul dan memiliki hubungan persahabatan cukup panjang dengannya.
Paloh juga menyebut Guruh sebagai sosok yang memiliki talenta besar dalam seni dan kebudayaan.
Menurut Paloh, Guruh melahirkan banyak kreativitas, terutama melalui seni tari dan kebudayaan Indonesia. Pandangan itu juga menjadi alasan kenapa dirinya mendorong Guruh untuk tetap memperkuat kiprah di bidang seni.
"Dia seorang adik bagi saya, seorang sahabat dalam perkenalan yang cukup panjang. Dia telah berpulang," kenang Surya Paloh.
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Guruh mengembuskan napas terakhir di usia 73 tahun. Kabar wafatnya disampaikan pihak keluarga melalui pesan berantai dan kemudian dikonfirmasi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Kepergian Guruh meninggalkan jejak panjang di dua dunia yang selama puluhan tahun dijalaninya, yakni seni dan politik.
Namun, kesaksian Surya Paloh memberikan sisi lain dari perjalanan Guruh. Di balik statusnya sebagai anggota DPR dan putra Soekarno, Guruh ternyata pernah mempertimbangkan kemungkinan dirinya berada di pucuk pimpinan partai.
Baca Juga: Puncak Kejayaan Guruh Soekarnoputra
Pada akhirnya, jalan yang lebih banyak dijalani Guruh tetap berada di bidang seni dan kebudayaan, bidang yang menurut Surya Paloh memang menjadi kekuatan utama dirinya.