← Beranda
Dibintangi Aulia Sarah, Film Pirunduk Angkat Urban Legend Masyarakat Kalimantan Selatan
Abdul Rahman• Jumat, 25 September 2026 | 02.45 WIB
Jumpa pers film Pirunduk. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita yang berangkat dari kekayaan legenda lokal. Kali ini, Pichouse Films, Pentana Production Studio, dan Bimasakti Pictures memperkenalkan Pirunduk, film yang mengangkat urban legend masyarakat Kalimantan Selatan ke layar lebar.

Daya tarik utama Pirunduk terletak pada latarnya. Film ini membawa penonton ke kehidupan masyarakat tepian sungai di Kalimantan Selatan pada era 1980-an, sekaligus memperkenalkan mitos lokal yang menjadi sumber cerita.

Aulia Sarah dipercaya menjadi pemeran utama sebagai Siti. Ia beradu akting dengan Bucek Depp yang memerankan Badarudin dan Yoriko Angeline sebagai Ratih. Sejumlah aktor lain yang turut terlibat di antaranya; Boy Idrus, Alam Jaya, Bastari Bayu, Ayu Putri, Trisia Chandra, Yadi Muryadi, hingga Rama Juple.

Kisah Siti dan Ilmu Pirunduk

Baca Juga: PK Nikita Mirzani Ditolak MA, Hukuman 6 Tahun Penjara Tetap Berlaku

Cerita Pirunduk berpusat pada Siti, perempuan yang berada dalam situasi rumah tangga penuh tekanan. Siti digambarkan menikah dengan juragan Badarudin demi membantu melunasi utang ayahnya.

Namun sayangnya pernikahan tersebut justru membawanya ke kehidupan yang penuh penderitaan dan kekerasan. Dalam kondisi terdesak, Siti kemudian memilih jalan terlarang dengan mempelajari ilmu Pirunduk untuk menundukkan suaminya.

Keputusan tersebut menjadi awal dari petaka yang jauh lebih besar. Kekuatan yang awalnya digunakan untuk mengubah keadaan justru membawa konsekuensi mengerikan bagi Siti, Badarudin, dan warga desa.

Dalam cerita yang diangkat film ini, Pirunduk bukan sekadar ilmu untuk memikat seseorang. Ketika kekuatan tersebut digunakan dengan cara yang salah, konsekuensinya dapat berubah menjadi teror yang menghantui satu kampung.

Official Poster Tampilkan Teror di Tengah Sungai

Nuansa tersebut sudah terlihat melalui official poster Pirunduk. Aulia Sarah sebagai Siti tampak duduk di atas sebuah perahu di tengah sungai sambil menoleh ke belakang.

Senyum Siti terlihat menyimpan ancaman. Ia berada di bawah payung berwarna merah dengan pencahayaan minim dari sebuah lentera yang menggantung di bagian depan perahu.

Visual tersebut sekaligus memperkuat identitas Pirunduk sebagai film horor yang menjadikan sungai dan kehidupan masyarakat Banjar sebagai bagian penting dari atmosfer cerita.

Trailer yang dirilis juga memperlihatkan lanskap Kalimantan Selatan, termasuk kehidupan masyarakat di kawasan tepian sungai. Bahasa Banjar turut digunakan dalam sejumlah dialog sehingga unsur lokal tidak hanya hadir melalui lokasi, tetapi juga melalui bahasa dan kebiasaan masyarakat.

Terinspirasi Urban Legend Kalimantan Selatan

Produser sekaligus penulis naskah Budi Ismanto mengatakan, cerita film Pirunduk berangkat dari kisah yang sudah didengarnya sejak kecil di Kalimantan Selatan.

“Pirunduk ini bisa dikatakan sebagai mitos atau legenda, tapi dalam dunia nyata masih terjadi di daerah kami, Kalimantan Selatan. Ilmu pirunduk itu sudah lama ada, dan sampai saat ini sebagian masih ada yang mengamalkan, terutama di daerah-daerah hulu sungai,” ungkap Budi dalam jumpa pers di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (24/9).

Menurut Budi, kisah tersebut sudah menjadi bagian dari cerita yang berkembang di kampung halamannya. Ia kemudian menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk membangun cerita film.

“Ketika kecil, saya sudah mendengar kisah pirunduk ini. Dulu di kampung saya namanya ‘mati jadi hantu’. Itu sudah menjadi urban legend di daerah kami, bahwa istri yang ingin menguasai suaminya menggunakan ilmu ini. Itulah yang menjadi inspirasi kisah ini kami angkat ke layar lebar,” lanjutnya.

Dengan pendekatan tersebut, Pirunduk tidak hanya menawarkan formula horor berupa kemunculan makhluk menakutkan. Film ini juga memanfaatkan mitologi lokal sebagai fondasi konflik sekaligus menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat Banjar pada masa lalu.

Billy Christian Dalami Budaya Banjar

Sutradara Billy Christian melakukan pendekatan langsung terhadap lingkungan dan budaya yang menjadi latar film.

Billy bahkan datang ke Kalimantan Selatan untuk mempelajari kehidupan masyarakat Banjar, termasuk bertemu dengan sejumlah orang yang memiliki pengetahuan mengenai tradisi dan cerita mistis setempat.

“Kan saya bukan orang Banjar, akhirnya saya datang langsung ke Kalimantan. Saya saksikan sendiri masyarakatnya bagaimana, makanannya, ketemu dukun lokalnya, mendengar segala sesuatu tentang Kalimantan,” ujar Billy.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam produksi Pirunduk. Film ini tidak hanya memindahkan cerita horor ke sebuah lokasi di Kalimantan, tetapi berusaha membangun dunia cerita berdasarkan lingkungan sosial dan budaya setempat.

Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian menarik dari proses produksi.

Daftar Pemain Film Pirunduk

Selain Aulia Sarah sebagai Siti, Bucek Depp sebagai Badarudin, dan Yoriko Angeline sebagai Ratih, Pirunduk melibatkan sejumlah pemain lainnya.

Beberapa di antaranya adalah Boy Idrus sebagai Rojak, Alam Jaya sebagai Ramlan, Bastari Bayu sebagai Jamal, Ayu Putri sebagai Aida, Trisia Chandra sebagai Acil Nunung, Yadi Muryadi sebagai Mamat, Edi Sutardi sebagai Nurdin, serta Rama Juple sebagai Ustaz Zainal.

Sinopsis Film Pirunduk

Film ini mengikuti kehidupan Siti yang menikah dengan Badarudin dalam kondisi terpaksa demi membantu menyelesaikan persoalan utang keluarganya.

Alih-alih mendapatkan kehidupan baru yang lebih baik, Siti justru menghadapi rumah tangga penuh kekerasan. Dalam situasi tanpa jalan keluar, ia memilih mempelajari ilmu Pirunduk untuk menundukkan Badarudin dan mendapatkan kendali atas kehidupannya.

Namun ilmu tersebut memiliki konsekuensi yang tidak bisa dianggap sepele. Ketika kekuatan tersebut mulai digunakan, masalah Siti berkembang menjadi petaka yang mengancam lebih banyak orang.

Baca Juga: Karina, Winter aespa, dan RIIZE Didaulat Sebagai Duta Wisata Seoul 2026

Kematian dan dendam kemudian menjadi bagian dari teror yang menghantui desa. Siti yang semula mencari jalan keluar dari penderitaan justru menjadi sumber ketakutan bagi orang-orang di sekitarnya.

Film Pirunduk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026.

EDITOR: Abdul Rahman