JawaPos.com - Pasar Jepang menjadi tujuan baru bagi dua grup K-pop, Hearts2Hearts dan LIGHTSUM, pada tahun 2026 ini. Meski sama-sama membawa nama Korea ke industri musik Jepang, keduanya memilih pendekatan yang cukup berbeda untuk memperkenalkan diri kepada penggemar di Negeri Sakura.
Hearts2Hearts lebih dulu memperkenalkan identitas Jepangnya melalui musik dan konsep visual. Sementara itu, LIGHTSUM menjadikan proses perubahan mereka sebagai bagian dari cerita yang ditampilkan kepada publik melalui sebuah program dokumenter.
Hearts2Hearts resmi memasuki pasar Jepang lewat single debut bertajuk "ICONIC HEART" yang dirilis pada 12 Agustus 2026. Single tersebut berisi tiga lagu, yakni "ICONIC HEART", "Lemon Tang (Japanese Ver.)", dan "RUDE! (Japanese Ver.)".
Strategi Hearts2Hearts terlihat dari bagaimana mereka membangun dunia visual untuk "ICONIC HEART". Video musiknya membawa nuansa fantasi dengan elemen yang dekat dengan budaya pop Jepang, termasuk gambaran sekolah, seragam, serta karakter gadis penyihir.
Baca Juga: Profil Julia Prastini atau Jule, Selebgram yang Diamankan Polisi Terkait Vape Etomidate
Pendekatan tersebut membuat debut Jepang Hearts2Hearts tidak sekadar menerjemahkan lagu Korea ke bahasa Jepang. Mereka juga menghadirkan kemasan visual yang mencoba menemukan titik temu antara identitas grup dan referensi budaya yang sudah akrab bagi penonton Jepang.
Secara musikal, "ICONIC HEART" juga membawa karakter pop modern dengan dominasi synth dan sentuhan ritme Jersey club. Sementara dua lagu lain dalam single tersebut merupakan versi Jepang dari materi yang telah dikenal penggemar mereka.
Debut tersebut mendapat respons awal yang cukup terlihat di pasar musik Jepang. Berdasarkan data Oricon, "ICONIC HEART" mencapai posisi tertinggi nomor dua dalam tangga lagu single dan tercatat berada di chart selama empat pekan.
Tak berhenti pada perilisan musik, Hearts2Hearts juga menggelar aktivitas promosi secara langsung. Pada hari debutnya, mereka mengadakan acara perilisan di DiverCity Tokyo Plaza, yang memperlihatkan upaya grup membangun interaksi langsung dengan penggemar Jepang.
Di sisi lain, LIGHTSUM memilih jalan yang jauh lebih terbuka terhadap proses adaptasi.
Alih-alih hanya memperkenalkan produk musik baru, LIGHTSUM menjadikan perjalanan mereka menuju pasar Jepang sebagai materi utama dalam dokumenter "Re:Idol" yang tayang di ABEMA sejak 9 Agustus 2026.
Program tujuh episode tersebut mengikuti perjalanan LIGHTSUM ketika menghadapi perubahan arah karier setelah sekitar dua tahun mengalami masa tanpa aktivitas musik baru. Mereka kemudian ditawari untuk mencoba pendekatan idol Jepang, termasuk konsep "kawaii" yang memiliki karakter berbeda dari citra K-pop yang selama ini mereka jalani.
Perubahan tersebut bukan sekadar persoalan bahasa atau kostum. Dalam dokumenter itu, penonton dapat melihat bagaimana para anggota menghadapi gagasan untuk mengubah cara mereka tampil dan berinteraksi sebagai idol.
Konsep "kawaii" kemudian menjadi bagian penting dari proyek debut Jepang LIGHTSUM. Mereka mempersiapkan mini album Jepang "Re:idol", yang dijadwalkan dirilis pada 23 September 2026.
Album tersebut memuat lima lagu, termasuk empat lagu baru serta "POSE! (Kawaii ver.)", versi baru dari lagu LIGHTSUM yang sebelumnya dirilis di Korea.
Menariknya, proyek ini juga memperlihatkan bahwa LIGHTSUM tidak hanya menerjemahkan identitas K-pop mereka ke pasar Jepang. Mereka justru mencoba membangun kembali citra grup dengan memasukkan elemen khas idol Jepang ke dalam musik, penampilan, hingga aktivitas promosi.
Karena itu, perjalanan Hearts2Hearts dan LIGHTSUM di Jepang memperlihatkan dua model yang berbeda.
Hearts2Hearts tampak mengadaptasi bahasa visual dan materi musik agar lebih dekat dengan referensi yang familiar bagi pasar Jepang. Sebaliknya, LIGHTSUM menjadikan proses adaptasi itu sendiri sebagai bagian dari produk dan narasi mereka.
Perbedaan tersebut menarik karena keduanya sama-sama datang dari industri K-pop, tetapi tidak mengambil pendekatan identik ketika memasuki pasar baru.
Bagi Hearts2Hearts, Jepang menjadi ruang untuk memperluas identitas yang sudah mereka bangun melalui musik dan visual. Sementara bagi LIGHTSUM, debut Jepang hadir bersamaan dengan fase pembentukan ulang identitas grup setelah periode vakum.
Baca Juga: Chad Gilbert 'New Found Glory' Meninggal Dunia di Usia 45 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker
Dengan "ICONIC HEART" yang sudah dirilis pada Agustus dan "Re:idol" yang segera hadir pada September, 2026 menjadi periode penting bagi kedua grup dalam menguji bagaimana identitas K-pop dapat diterjemahkan ke dalam karakter industri idol Jepang.