← Beranda
Sarwendah Jawab Tuduhan Mendoktrin Anak: Silakan Tunjuk Psikolog yang Kompeten
Abdul RahmanKamis, 17 September 2026 | 04.15 WIB
Artis Sarwendah. (Instagram: sarwendah29)

 

JawaPos.com - Sarwendah menanggapi tudingan bahwa dirinya mendoktrin atau sengaja memengaruhi anak-anaknya dalam konflik dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Ia tampak kecewa atas tuduhan semacam itu.

Sarwendah meminta persoalan tersebut tidak berhenti hanya berupa pernyataan tudingan di depan publik, tetapi harus dibuktikan melalui pemeriksaan langsung oleh psikolog yang kompeten terhadap anak-anaknya.

Menurut Sarwendah, keinginan dan pandangan anak-anak seharusnya menjadi perhatian utama dalam persoalan hak asuh anak. Karena itu, ia membuka ruang bagi pihak yang ingin mengetahui kondisi anak-anak yang sebenarnya dengan melibatkan tenaga profesional.

"Saya malah dinarasikan mendoktrin dan mempengaruhi anak-anak," kata Sarwendah dalam video di Instagram.

Baca Juga: Profil Betrand Peto, Penyanyi yang Dikaitkan dengan Dugaan Kekerasan Seksual

Ia meminta pihak Ruben Onsu memilih sendiri psikolog yang dianggap kompeten untuk berbicara secara langsung dengan anak-anaknya. Dengan cara tersebut, Sarwendah berharap tudingan mengenai dirinya mempengaruhi anak dapat dilihat berdasarkan kondisi yang sesungguhnya, bukan sekadar asumsi.

"Silakan kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak biar kalian juga tahu apakah saya pernah mempengaruhi anak-anak atau tidak," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan respons Sarwendah terhadap polemik yang terus berkembang setelah muncul persoalan dianggap mempersulit akses Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak.

Persoalan pengasuhan anak menjadi salah satu bagian dari perkara hukum yang kini berjalan antara Ruben dan Sarwendah. Mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga perkara berlanjut ke pokok perkara.

Sebelumnya, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, sempat mengungkapkan situasi di ruang mediasi. Ia menyebut, sempat terjadi ketegangan ketika pembahasan mengenai aturan pertemuan Ruben dengan anak-anak. 

Baca Juga: Korban Ceritakan Detik-detik Alami Kekerasan Seksual dari Betrand Peto

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi kedua belah pihak bukan hanya mengenai jadwal pertemuan ayah dan anak, tetapi juga menyangkut bagaimana masing-masing pihak melihat kepentingan anak dalam proses pengasuhan.

EDITOR: Abdul Rahman