← Beranda
Profil Maudy Ayunda, Lulusan Oxford dan Stanford yang Disorot Usai Konten Mindfulness Dikritik
Abdul RahmanRabu, 16 September 2026 | 20.37 WIB
Maudy Ayunda membedah sebuah buku Atomic Habits karya James Clear (Dok. YouTube @Maudy Ayunda)

 

JawaPos.com - Maudy Ayunda menjadi pusat perhatian publik setelah konten yang membahas tentang mindfulness di tengah derasnya pemberitaan buruk mendapat kritikan dari sejumlah netizen.

Video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News tersebut membahas cara menghadapi berbagai kabar buruk tanpa membuat kondisi emosional ikut terkuras. Konten yang diunggah pada 21 Agustus 2026 itu kemudian ramai diperbincangkan netizen di media sosial. 

Sebagian netizen menilai, sudut pandang yang disampaikan Maudy kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tidak selalu memiliki pilihan untuk mengambil jarak dari berita buruk, terutama ketika persoalan yang diberitakan berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Maudy kemudian memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui terdapat perspektif penting yang belum cukup ia sampaikan dalam konten tersebut, termasuk soal posisi istimewa yang memungkinkan seseorang memilih kapan dan bagaimana mengonsumsi berita.

Baca Juga: Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Betrand Peto Bantah Berprofesi Sebagai LC

Sorotan tersebut membuat sosok Maudy Ayunda kembali banyak dicari. Namun, jauh sebelum kontroversi mengenai konten mindfulness, perempuan bernama lengkap Ayunda Faza Maudya itu telah membangun perjalanan panjang di dunia hiburan dengan latar belakang pendidikan yang cemerlang.

Profil Maudy Ayunda

Maudy Ayunda lahir di Jakarta pada 19 Desember 1994. Ia dikenal sebagai aktris, penyanyi, penulis, sekaligus publik figur yang cukup aktif membahas berbagai topik di luar dunia hiburan.

Kariernya di industri hiburan dimulai sejak masih usia belia. Maudy melakukan debut melalui film Untuk Rena pada 2005. Setelah itu, ia mulai mendapatkan perhatian lebih luas melalui sejumlah film, termasuk Sang Pemimpi, Perahu Kertas, Refrain, hingga Habibie & Ainun 3.

Tidak hanya berakting, Maudy juga mengembangkan karier sebagai penyanyi. Ia merilis sejumlah karya musik dan dikenal lewat lagu-lagu yang berkaitan dengan film, salah satunya Perahu Kertas.

Perjalanan karier tersebut membuat Maudy tidak hanya dikenal sebagai bintang film dan penyanyi. Ia juga membangun citra sebagai publik figur yang memiliki fokus pada pendidikan, pengembangan diri, bisnis, dan berbagai isu sosial.

Pendidikan Maudy Ayunda di Oxford

Salah satu bagian yang cukup menonjol dari sosok Maudy Ayunda adalah perjalanan pendidikannya.

Di tengah kesibukannya sebagai artis, Maudy melanjutkan pendidikan tinggi ke University of Oxford, Inggris. Ia mengambil jurusan Philosophy, Politics and Economics atau PPE.

Program tersebut memadukan filsafat, politik, dan ekonomi, sehingga memberikan ruang bagi Maudy untuk mempelajari berbagai persoalan sosial dan cara kerja masyarakat dari sejumlah perspektif.

Maudy menyelesaikan pendidikan sarjananya di Oxford pada 2016.

Lanjut S2 di Stanford University

Setelah menyelesaikan pendidikan di Inggris, Maudy kembali melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Ia memilih Stanford University dan menjalani program yang menggabungkan bidang bisnis dan pendidikan. Maudy memperoleh dua gelar master, yakni Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA) in Education.

Pendidikan di Stanford ditempuh Maudy Ayunda pada periode 2019 hingga 2021. 

Latar belakang akademik inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Maudy sebagai publik figur. Ia tidak hanya menjalani aktivitas di industri hiburan, tetapi juga mengembangkan ketertarikan pada dunia pendidikan dan bisnis.

Maudy Ayunda dan Dunia Bisnis

Selepas menyelesaikan pendidikan, aktivitas Maudy semakin berkembang ke berbagai bidang. Dalam profil profesionalnya, ia mencantumkan pengalaman sebagai storyteller, founder, dan angel investor.

Maudy juga tercatat mengembangkan bisnis melalui From This Island, sebuah brand yang bergerak di bidang skincare. Selain itu, ia pernah terlibat dalam sejumlah aktivitas profesional dan kewirausahaan.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Maudy tidak berhenti pada pekerjaan sebagai aktris dan penyanyi. Ia juga membangun ruang karier di bidang yang berkaitan dengan pendidikan, bisnis, dan pengembangan diri.

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Tuai Kritikan

Di tengah perjalanan tersebut, konten Mindfulness in the Age of Bad News menjadi salah satu pembahasan terbaru yang membuat namanya kembali ramai diperbincangkan banyak orang.

Dalam video itu, Maudy membicarakan bagaimana seseorang dapat menghadapi banjir informasi dan berita buruk tanpa terus-menerus terbebani secara mental dan emosional.

Namun, pembahasan tersebut mendapat respons beragam. Kritik terutama muncul karena sebagian netizen menilai pendekatan tersebut belum sepenuhnya memperhitungkan pengalaman kelompok masyarakat yang terdampak langsung oleh persoalan yang diberitakan.

Kontroversi kemudian berkembang di media sosial. Maudy memilih merespons kritik tersebut dengan menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya perspektif yang belum cukup terwakili dalam pembahasannya.

Baca Juga: Korban Ceritakan Detik-detik Alami Kekerasan Seksual dari Betrand Peto

Respons tersebut sekaligus menambah babak baru dalam perjalanan Maudy sebagai publik figur yang kerap menyampaikan gagasan melalui platform digital.

Kontroversi mengenai konten mindfulness menjadi salah satu contoh ketika sebuah gagasan di media sosial mendapatkan respons luas dan mendorong pembuatnya untuk memberikan penjelasan kembali kepada publik.

EDITOR: Abdul Rahman