JawaPos.com - Yung Caters dan Raissa Anggiani mempertemukan dua karakter musik yang berbeda lewat single kolaborasi perdana mereka, “Siapa Yang Salah”. Lagu ini tidak hanya menawarkan perpaduan pop, hip-hop, dan R&B, tetapi juga membawa cerita cinta dari sudut pandang yang tidak biasa.
“Siapa Yang Salah” mengangkat konflik hubungan dua orang yang sama-sama merasa berada di posisi paling benar. Menariknya, cerita dalam lagu tersebut justru membalik stereotip yang kerap muncul dalam kisah percintaan, ketika laki-laki sering ditempatkan sebagai pihak yang dianggap bersalah.
Dalam lagu ini, karakter perempuan menjadi sosok yang menyakiti sekaligus mengingkari kepercayaan pasangannya. Namun, persoalan tidak berhenti di sana. Kedua tokoh tetap bertahan dengan sudut pandang masing-masing dan berujung saling menyalahkan.
Pendekatan tersebut membuat “Siapa Yang Salah” terasa dekat dengan dinamika hubungan anak muda. Alih-alih menghadirkan kisah cinta secara hitam-putih, lagu ini membuka ruang bagi pendengar untuk melihat sebuah konflik dari dua sisi.
Baca Juga: Korban Ceritakan Detik-detik Alami Kekerasan Seksual dari Betrand Peto
Antusiasme terhadap lagu tersebut bahkan sudah terlihat sebelum perilisan resminya. Per tanggal 4 September 2026, sound yang dibawakan Raissa Anggiani telah digunakan dalam sekitar 1.500 video di TikTok.
Angka tersebut menunjukkan bagaimana potongan lagu mulai menemukan tempat di tengah pengguna media sosial. Cerita yang ditawarkan “Siapa Yang Salah” juga memungkinkan pendengar menghubungkannya dengan pengalaman maupun perspektif mereka sendiri.
Berawal dari Keinginan Yung Caters
Kolaborasi Yung Caters dan Raissa Anggiani ternyata berawal dari keinginan sederhana yang disampaikan Yung Caters saat melakukan livestream.
Ketika ditanya mengenai musisi Indonesia yang ingin diajak berkolaborasi, nama Raissa Anggiani menjadi pilihan yang langsung disebutnya.
“Awalnya aku suka livestream. Aku sering ditanya kalau ingin berkolaborasi dengan musisi Indonesia, mau dengan siapa. Aku jawab, Raissa,” ujar Yung Caters.
Keinginan tersebut kemudian menemukan bentuknya melalui “Siapa Yang Salah”. Meski berasal dari latar musik yang berbeda, keduanya justru menemukan titik temu lewat karakter vokal dan pendekatan musikal masing-masing.
Raissa selama ini dikenal melalui karya-karya pop yang banyak mengeksplorasi tema cinta, perasaan, dan patah hati. Sementara itu, Yung Caters lebih dekat dengan akar hip-hop. Perbedaan tersebut justru menjadi daya tarik utama kolaborasi mereka.
“Sebenarnya karakter suara kami tidak terlalu berbeda. Justru suara kami cukup saling melengkapi. Kalau dari genre memang berbeda, tetapi itu yang membuatnya menarik,” kata Raissa Anggiani.
Bagi Raissa, proyek tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk keluar dari zona musikal yang selama ini melekat pada dirinya. “Siapa Yang Salah” dibuat dengan nuansa yang lebih ringan, fun, dan easy listening.
Yung Caters Eksplorasi Pop dan R&B
Kolaborasi ini juga menjadi ruang eksplorasi bagi Yung Caters. Setelah cukup dikenal melalui musik hip-hop, ia mencoba memasuki warna pop dan R&B yang lebih dominan dalam “Siapa Yang Salah”.
Pertemuan dua karakter tersebut kemudian dikembangkan bersama tim kreatif hingga menghasilkan lagu yang tetap membawa identitas masing-masing musisi.
Proses penulisannya pun berlangsung relatif cepat. Raissa mengungkapkan, lagu tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar satu hingga dua jam setelah seluruh tim mengembangkan berbagai ide.
“Kami berempat saling memberikan ide dan tidak malu untuk mengeluarkan apa pun yang ada di kepala. Jadinya lebih terasa seperti bersenang-senang dan bereksplorasi,” tutur Raissa.
Perbedaan pendapat selama proses kreatif juga tidak dianggap sebagai persoalan. Justru dari berbagai pandangan itulah mereka menemukan bentuk akhir lagu yang dianggap paling sesuai.
Video Musik Usung Konsep Fun Khas Remaja
Tidak berhenti di musik, konsep berbeda juga dibawa ke dalam video musik “Siapa Yang Salah”.
Raissa Anggiani dan Yung Caters ditampilkan sebagai dua karakter dengan persona, estetika, serta kehidupan yang bertolak belakang. Situasi kemudian berubah ketika sebuah kejadian membuat keduanya bertukar peran.
Untuk bisa kembali menjadi diri sendiri, kedua karakter tersebut harus memahami kehidupan dan sudut pandang satu sama lain.
Konsep tersebut menjadi gambaran visual dari pesan yang ingin dibawa melalui kolaborasi mereka. Perbedaan bukan semata-mata menjadi penghalang, tetapi dapat menjadi titik awal untuk memahami orang lain dan menghasilkan sesuatu yang baru.
Dengan pendekatan visual yang fun dan dekat dengan dunia remaja, video musik tersebut melengkapi karakter lagu yang dibuat lebih ringan dibandingkan sejumlah karya Raissa sebelumnya.
Baca Juga: Bantahan Betrand Peto Soal Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap ANW di Depan Toilet
“Siapa Yang Salah” sekaligus memperlihatkan bagaimana dua musisi dari latar berbeda dapat bertemu tanpa harus kehilangan identitas masing-masing.
Raissa membawa karakter pop emosional yang sudah dikenal pendengarnya, sedangkan Yung Caters memberikan sentuhan hip-hop sekaligus mengeksplorasi warna pop dan R&B.