← Beranda
Bantahan Betrand Peto Soal Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap ANW di Depan Toilet
Abdul RahmanSenin, 14 September 2026 | 20.38 WIB
Jumpa pers Betrand Peto bersama tim kuasa hukumnya membantah lakukan kekerasan seksual. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Betrand Peto melalui kuasa hukumnya, Joseph Irianto, membantah sejumlah pernyataan yang sempat disampaikan pihak korban berinisial ANW terkait dugaan kekerasan seksual.

Bantahan tersebut disampaikan setelah pihak pelapor sebelumnya membeberkan sejumlah tudingan dalam konferensi pers, tadi malam. Joseph menilai, terdapat sejumlah hal yang perlu diluruskan agar informasi mengenai perkara tersebut tidak berkembang secara sepihak.

Menurut Joseph, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam pernyataan yang disampaikan pihak pelapor dalam konferensi pers. 

Ia pun memaparkan beberapa poin yang secara tegas membantah adanya kekerasan seksual dilakukan Betrand Peto yang kabarnya terjadi di sebuah kelab malam di bilangan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, 12 September 2026.

Baca Juga: Korban Ceritakan Detik-detik Alami Kekerasan Seksual dari Betrand Peto

Salah satunya mengenai tudingan bahwa Betrand Beto disebut menarik tangan ANW ke arah toilet.

"Yang pertama, dikatakan dalam preskon pelapor bahwa klien kami menarik tangan dari pelapor (ke arah toilet). Dengan tegas kami bantah bahwa hal tersebut tidak pernah ada dan tidak benar," ujar Joseph Irianto di bilangan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (14/9).

Joseph juga memberikan penjelasan terkait tudingan adanya pelecehan seksual yang disebut terjadi di depan toilet.

Ia menegaskan bahwa Betrand Peto tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Menurut Joseph, pihaknya juga mempertanyakan kemungkinan terjadinya peristiwa seperti yang dituduhkan, mengingat terdapat sejumlah orang lain di dalam ruangan.

"Lalu yang menjadi highlight di sini adalah dikatakan ada pelecehan di depan toilet. Kami juga membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar," katanya.

"Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami," imbuhnya.

Joseph menambahkan, Betrand Peto tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan.

"Dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada, hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang," ujarnya.

Bantah Ada Kekerasan dan Paksaan

Selain membantah dugaan pelecehan seksual dilakukan Betrand Peto terhadap ANW, Joseph juga membantah pernyataan pihak pelapor yang menyebut ada upaya kekerasan dan paksaan.

Ia menegaskan bahwa menurut versi dari pihak Betrand, tidak pernah terjadi kekerasan maupun pemaksaan dalam bentuk apa pun.

"Lalu selanjutnya dikatakan dalam preskon pihak pelapor ada kekerasan dan paksaan. Itu jelas tidak ada dan kami bantah dengan tegas tidak ada kekerasan dan pemaksaan dalam jenis apa pun," kata Joseph.

Persoalan lain yang turut disorot kuasa hukum Betrand Peto adalah foto yang memperlihatkan sejumlah luka memar pada bagian tubuh pihak pelapor.

Joseph mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi, luka tersebut diduga berkaitan dengan adanya kejadian lain, seperti terjatuh atau proses peleraian ketika terjadi pertengkaran.

"Lalu dalam preskon ditunjukkan foto ada luka memar dan sebagainya. Itu kami duga dari keterangan saksi yang ada di tempat tersebut bahwa diduga pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran, bukan dilakukan oleh klien kami," aku Joseph.

Tak hanya itu, Joseph juga menanggapi pernyataan mengenai dugaan penggunaan pengaruh atau power oleh Betrand Peto.

Menurut dia, karakter Betrand Peto yang selama ini dikenalinya tidak menunjukkan sebagai sosok yang sewenang-wenang.

"Klien kami yang kami kenal secara pribadi orang yang rendah hati. Ayah angkatnya juga orang yang rendah hati. Jadi l, tidak mungkin ada kesan sewenang-wenang, apalagi menggunakan power," ujar Joseph.

Meski memberikan bantahan, Joseph menegaskan pihak Betrand Peto tidak ingin persoalan tersebut ditutup-tutupi apabila nantinya ditemukan kesalahan dari pihak mereka.

Baca Juga: Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun

Ia menyebut, ayah Betrand, Ruben Onsu, meminta agar persoalan tersebut dapat diungkap secara terbuka apabila memang terdapat kesalahan.

"Bahkan ayah dari klien kami mengatakan bahwa jika ini ada kesalahan jangan ditutupi sedikit pun," katanya.

EDITOR: Abdul Rahman