← Beranda
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Abdul RahmanMinggu, 13 September 2026 | 17.38 WIB
Penyanyi Kanaya Whu meninggal dunia. (Instagram: kanayawhu)

 

JawaPos.com - Kabar duka datang dari dunia musik Sunda. Kanaya Whu, vokalis MK9 atau Emka 9, grup musik bentukan Dedi Mulyadi, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat menderita penyakit kanker.

Kepergian Kanaya Whu di usia muda, 35 tahun, terasa cukup mengejutkan bagi banyak orang yang selama beberapa tahun terakhir mengenal sosoknya lewat berbagai penampilannya bersama MK9. 

Suara Kanaya Whu kerap terdengar dalam sejumlah kegiatan Dedi Mulyadi, termasuk dalam kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di berbagai daerah Jawa Barat.

Kabar meninggalnya Kanaya Whu disampaikan Dedi Mulyadi pada hari ini, Minggu (13/9). Sebelum meninggal, Kanaya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Baca Juga: Cerai! Anthony Xie-Audi Marissa Sepakat Berikan Seluruh Aset ke Anak

Pihak keluarga memutuskan jenazah Kanaya Whu dimakamkan di Kabupaten Tasikmalaya, daerah tempat kelahirannya.

Profil Kanaya Whu

Kanaya Whu lahir di Tasikmalaya pada 1991 dan memiliki nama lengkap Kanaya Whulan. Namanya mulai semakin dikenal publik setelah bergabung sebagai vokalis MK9 atau Emka 9.

Kanaya menempuh pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Jakarta. Masa tumbuhnya di ibu kota menjadi salah satu alasan kenapa dirinya sempat mengalami kesulitan ketika harus membawakan lagu-lagu berbahasa Sunda.

Meski demikian, tantangan tersebut secara perlahan berhasil dilewati. Kanaya justru sangat sukses membawa lagu-lagu Sunda dan termasuk penyanyi yang identik dengan lagu-lagu karya Dedi Mulyadi.

 

Perjalanan Karier Kanaya Whu

Kecintaan Kanaya terhadap musik sudah tumbuh sejak masih kecil. Ia menyukai aktivitas menyanyi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Bakat tersebut juga mendapat pengaruh dari sang ibunda yang memiliki darah seni dan pandai bernyanyi. Sebelum serius menekuni dunia hiburan, Kanaya juga sempat bekerja di lingkungan perkantoran.

Namun, pekerjaan kantoran ternyata tidak menjadi pilihan karier yang bertahan lama. Kanaya akhirnya memilih kembali ke dunia musik yang sejak kecil sudah dekat dengannya.

Perjalanan kariernya kemudian membawa Kanaya bergabung dengan MK9. Ia tercatat menjadi vokalis grup tersebut sejak 2019, menggantikan vokalis sebelumnya, Echa.

Sejak saat itu, sosok Kanaya semakin lekat dengan MK9 yang membawakan lagu-lagu bernuansa Sunda.

Menjadi Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi

MK9 atau Emka 9 merupakan grup musik yang dibentuk Dedi Mulyadi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Grup tersebut kemudian semakin sering muncul dalam berbagai kegiatan yang dihadiri Dedi Mulyadi. Lagu-lagu yang dibawakan pun banyak mengambil nuansa budaya Sunda.

Kehadiran Kanaya sebagai vokalis membuat penampilan MK9 semakin mudah dikenali. Ia membawakan sejumlah lagu karya Dedi Mulyadi dengan sangat baik dan membekas di hati banyak orang, antara lain;  Kaasih Indung, Lungse, Lampah, Rubuh, hingga Rindu Purnama.

Bagi Kanaya, membawakan lagu-lagu tersebut bukan sekadar persoalan teknik vokal. Ia menilai setiap karya yang ditulis Dedi Mulyadi memiliki cerita dan pesan tersendiri.

“Setiap lagu yang dibuat Bapak (Dedi Mulyadi) itu pasti ada cerita,” kata Kanaya dalam sebuah kesempatan.

Kanaya juga pernah mengungkapkan bahwa lagu-lagu karya Dedi Mulyadi memiliki nilai spiritual dan makna yang kuat.

Menurutnya, penyanyi harus memberikan penjiwaan ketika membawakan lagu-lagu tersebut, terlebih beberapa lagu memiliki karakter nada yang cukup tinggi.

Sempat Kesulitan Membawakan Lagu Sunda

Salah satu sisi menarik dari perjalanan Kanaya adalah prosesnya beradaptasi dengan lagu berbahasa Sunda.

Meski memiliki darah Sunda dan kemudian dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu Sunda, Kanaya justru tumbuh besar dan menempuh pendidikan di Jakarta. Kondisi tersebut membuatnya tidak langsung terbiasa membawakan lagu dalam bahasa Sunda.

Seiring waktu, Kanaya mampu mengatasi kesulitan tersebut. Ia bahkan menjadi salah satu sosok yang kerap tampil membawakan karya-karya Dedi Mulyadi di hadapan masyarakat Jawa Barat.

Perjalanan itu membuat Kanaya bukan hanya menjadi vokalis MK9, tetapi juga ikut menjadi bagian dari pertunjukan musik yang mengangkat bahasa dan budaya Sunda.

Kehidupan Pribadi Kanaya Whu

Tidak banyak informasi mengenai kehidupan pribadi Kanaya Whu yang tersedia untuk publik.

Kanaya lebih sering membagikan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan penampilannya bersama MK9 melalui media sosial. Ia juga beberapa kali terlihat mengenakan busana tradisional Sunda ketika tampil di atas panggung.

Salah satu hal yang membuat sosok Kanaya menarik adalah kedekatannya dengan budaya Sunda. Meski pernah tumbuh dan bersekolah di Jakarta, ia kemudian justru menjalani karier yang sangat dekat dengan musik dan budaya Sunda.

Dalam sebuah penampilan di Tasikmalaya pada Desember 2025, Kanaya bahkan sempat mengungkapkan kebanggaannya sebagai orang Cisayong. Momen tampil di sana menjadi pengalaman emosional karena dapat bernyanyi di tanah kelahirannya.

Kanaya Whu dan Warisan Musik Sunda

Bagi publik yang mengenalnya melalui MK9, Kanaya bukan hanya seorang vokalis.

Selama menjadi bagian dari Emka 9 sejak 2019, ia ikut menghidupkan lagu-lagu bernuansa Sunda di berbagai panggung. Penampilannya bersama grup tersebut juga membuat namanya semakin dikenal oleh masyarakat yang mengikuti berbagai aktivitas Dedi Mulyadi.

Kini, perjalanan tersebut berakhir setelah Kanaya Whu meninggal dunia usai berjuang melawan penyakit kanker.

Baca Juga: Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa

Kepergiannya meninggalkan kenangan bagi keluarga, rekan-rekan, serta masyarakat yang pernah menyaksikan penampilannya bersama MK9. Sosoknya akan dikenang melalui suara yang selama beberapa tahun mengiringi berbagai pertunjukan musik Sunda bersama grup musik bentukan Dedi Mulyadi. 

EDITOR: Abdul Rahman