JawaPos.com - Denny Sumargo mengabarkan bahwa dirinya masih tertahan di Surabaya belum bisa kembali ke Jakarta akibat terganggunya penerbangan imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut disampaikan Densu, sapaan akrabnya, melalui video yang diunggah di akun media sosialnya.
"Posisi gua sekarang di Surabaya dan tidak bisa pulang ke Jakarta karena semua penerbangan ditutup kayaknya dampak dari erupsi Anak Gunung Krakatau," ujar Denny Sumargo.
Situasi yang dialami Densu menjadi salah satu dampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap mobilitas masyarakat. Bukan hanya penerbangan dari Surabaya, penerbangan dari Soekarno-Hatta juga mengalami pembatalan akibat debu vulkanik.
Sebaran abu vulkanik bahkan telah mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: DJ Katty Butterfly Dituntut Ganti Rugi Rp 146 Juta hingga Diancam Proses Hukum Buntut Batal Tampil
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (6/9) menyebut telah mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Abu pada ketinggian tertentu juga terpantau bergerak hingga puluhan ribu kaki sehingga menjadi perhatian serius bagi keselamatan penerbangan.
Dampaknya terasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan menyatakan operasional bandara sempat ditutup sementara setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di area bandara.
Dalam unggahannya, Denny tidak hanya menceritakan kondisi dirinya. Ia juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar tidak menganggap remeh keberadaan abu vulkanik.
"Buat saudara-saudara kita yang terkena dampak karena abunya tuh katanya sudah sampai ke mana-mana, bahkan sudah masuk ke Jakarta. Jangan dianggap sepele, abu vulkanik itu bisa berdampak serius bagi pernapasan, mata," kata Denny.
Densu mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Menurut dia, perlindungan terhadap saluran pernapasan menjadi penting ketika udara telah tercampur dengan partikel abu vulkanik.
Ia juga memberikan pesan khusus mengenai cara membersihkan abu yang menumpuk di sekitar rumah. Denny Sumargo meminta warga tidak langsung menyapu abu vulkanik dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali beterbangan.
"Pakai masker. Kalau abunya menumpuk jangan langsung disapu ya, disiram dulu itu berdasarkan pengalaman karena ia bisa terbang masuk ke hidung dan itu bisa sangat membahayakan pernapasan kalian," ujarnya.
Selain menggunakan masker, Densu mengingatkan masyarakat untuk sementara menghindari olahraga atau aktivitas berat di luar ruangan. Jika memang harus keluar rumah, ia menyarankan penggunaan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel abu.
"Kalau mau beraktivitas di luar ruangan pakai masker dan maskernya juga masker yang khusus," tutur Denny Sumargo.
Baca Juga: Punya 30 ART, Ustaz Riza Muhammad: Istri di Tangan Suami yang Baik Jadi Ratu
Densu juga berharap kondisi ini segera membaik dan masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan.
"Untuk semua saudara kita yang terdampak, semoga diberikan perlindungan, semoga keadaan cepat membaik ya," kata Denny Sumargo.