JawaPos.com – Alex Aster kembali menjadi sorotan setelah memperluas dunia kreatifnya melalui ‘Barbie: Dreamscape’, novel young adult pertama yang secara resmi menghadirkan kisah Barbie dalam format novel orisinal.
Dalam wawancara dengan Variety, penulis seri Lightlark tersebut juga membahas perkembangan adaptasi film Lightlark serta antusiasmenya melihat dunia fantasi ciptaannya menuju layar lebar.
Untuk proyek Barbie: Dreamscape, Aster mendapat kesempatan mengembangkan kisah Barbie dengan kebebasan kreatif yang cukup besar dari Mattel.
Novel tersebut mengikuti Barbie yang masa depannya berubah setelah ia dinyatakan “Fateless” saat kelulusan di sekolah ajaib.
Ia kemudian harus menjelajahi berbagai dunia penuh keajaiban untuk menemukan takdirnya sendiri. Mattel mengonfirmasi novel tersebut sebagai novel YA orisinal Barbie dan telah merilisnya secara global pada Agustus 2026.
Aster juga menjelaskan bahwa ia sengaja menjadikan Barbie sebagai pusat perjalanan penemuan jati diri, bukan sekadar karakter yang membutuhkan hubungan romantis untuk membuktikan kekuatannya.
Karena itu, meski Ken tetap muncul dalam cerita, fokus utama tetap berada pada perjalanan Barbie menemukan kekuatan dan takdirnya sendiri.
Pendekatan tersebut membuat Barbie: Dreamscape terasa sebagai kisah coming-of-age yang memadukan nostalgia dengan petualangan fantasi.
Di tengah kesibukan mempromosikan novel Barbie, perhatian penggemar Lightlark juga tertuju pada adaptasi film seri tersebut. Karya fantasi populer Aster telah mendapatkan kesepakatan adaptasi film dengan Universal Pictures.
Dalam wawancara terbarunya, Aster bahkan mengaku kerap mengirimkan sejumlah pilihan fan cast kepada produser karena merasa memiliki gambaran kuat mengenai aktor yang cocok menghidupkan karakter-karakternya.
Lightlark sendiri telah menjadi salah satu karya terbesar Aster. Seri tersebut telah terjual jutaan kopi di Amerika Serikat dan hak terjemahannya telah terjual ke lebih dari 30 negara.
Kesuksesan itu membuat adaptasi filmnya menjadi proyek yang cukup dinantikan oleh pembaca, terutama karena dunia fantasi yang dibangun Aster menawarkan berbagai kerajaan, kekuatan magis, serta konflik antarkarakter yang luas.
Kini, Alex Aster berada dalam fase karier yang semakin beragam: dari membangun semesta fantasi ‘Lightlark’, menulis novel dewasa, hingga dipercaya membawa Barbie ke dunia novel YA.
Sementara Barbie: Dreamscape telah resmi terbit, penggemar masih menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai film Lightlark. Jika adaptasi tersebut berhasil menerjemahkan imajinasi Aster ke layar lebar, dunia fantasinya berpotensi membuka babak baru di luar halaman buku.
***