JawaPos.com - Jakarta Philharmonic Orchestra (JPO) menghadirkan pertunjukan musik dalam format ensemble di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-499 Kota Jakarta, Sabtu (21/8). Pertunjukan tersebut merupakan perpaduan musik, budaya, dan ruang publik yang dirancang untuk menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan secara lebih dekat dengan masyarakat.
Mengusung tema “Lenggok Jakarta”, pertunjukan ini menyajikan 15 lagu yang terdiri atas lagu perjuangan dan lagu nasional, medley lagu-lagu Betawi, hingga karya klasik Barat. JPO menurunkan delapan musisi, dua tenor, dan satu soprano untuk membawakan repertoar dalam format ensemble yang intim namun tetap sarat nuansa orkestra.
Pemilihan Taman Bendera Pusaka sebagai lokasi pertunjukan juga menjadi bagian penting dari konsep acara. Ruang Terbuka Hijau yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 14 Maret 2026 itu dimanfaatkan sebagai ruang perjumpaan warga sekaligus panggung seni di tengah kota.
Kehadiran JPO di ruang terbuka memperlihatkan bagaimana aktivitas kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan Jakarta sebagai kota global. Pembangunan kota tidak hanya diarahkan pada infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan ruang publik yang memungkinkan masyarakat berinteraksi, berekreasi, dan menikmati kegiatan seni secara langsung.
Baca Juga: Artis EJR Berikan THC Dosis Gorilla ke Korban, Kekerasan Seksual Terjadi di Rumahnya
Tema “Lenggok Jakarta” sendiri memiliki makna yang erat dengan karakter kehidupan ibu kota. Kata “lenggok” merujuk pada gerakan tubuh ketika berjalan atau menari ke kiri dan kanan, sekaligus dapat dimaknai sebagai aktivitas menari dan bersuka ria. Dalam konteks pertunjukan ini, lenggok menjadi simbol kelenturan warga Jakarta dalam menghadapi beragam dinamika kehidupan perkotaan.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui sajian musik yang membawa semangat positif dan kegembiraan. Perpaduan lagu nasional, musik Betawi, dan komposisi klasik Barat membuat pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk merayakan keberagaman budaya di Jakarta.
Founder sekaligus CEO Jakarta Philharmonic Orchestra, Neneng Rahardja, mengatakan pertunjukan ini menjadi bagian dari kontribusi JPO dalam mendukung citra Jakarta sebagai kota global melalui pendekatan seni dan kebudayaan.
“Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-499 Kota Jakarta menjadi bagian dari perjalanan Jakarta Philharmonic Orchestra dalam mendukung branding Jakarta sebagai kota global,” ujar Neneng.
Dalam pertunjukan tersebut, JPO turut membawakan karya sejumlah nama penting dalam khazanah musik Indonesia, di antaranya Ismail Marzuki, Ibu Soed, dan Harry Sabar. Repertoar juga diperkaya dengan karya komponis klasik Barat, Antonio Vivaldi, sehingga menciptakan pertemuan antara identitas musik Indonesia dan tradisi musik klasik dunia.
Menurut Neneng, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus dikembangkan untuk menghadirkan aransemen baru atas lagu-lagu yang berkaitan dengan Jakarta, karya-karya besar musisi Indonesia, serta repertoar klasik Barat.
Baca Juga: Alami Kekerasan Seksual dari Artis EJR, Korban Trauma Berkepanjangan
Pertunjukan format ensemble di Taman Bendera Pusaka ini menjadi salah satu bentuk kerja sama Jakarta Philharmonic Orchestra dengan Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Konsep tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan musik orkestra dalam suasana ruang terbuka tanpa harus berada di dalam gedung pertunjukan.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, “Lenggok Jakarta” menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan kota. Musik, ruang hijau, dan aktivitas warga dipertemukan dalam satu panggung untuk menghadirkan wajah Jakarta yang dinamis, terbuka, dan terus bergerak sebagai kota global.