← Beranda
Kanye West Akan Live di Jakarta 2026, Globe Stage Jadi Daya Tarik Konser Perdana di Indonesia
Rian AlfiantoSabtu, 22 Agustus 2026 | 01.01 WIB
Globe Stage akan jadi daya tarik utama konser Kanye West di Indonesia. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Jakarta akan menjadi salah satu pusat perhatian penggemar YE pada 24 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, musisi dan produser yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West itu akan tampil di Indonesia melalui YE Live In Jakarta 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Konser ini bukan sekadar kesempatan bagi penggemar di Indonesia untuk menyaksikan penampilan YE tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Jakarta juga menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang sejauh ini diumumkan masuk dalam rangkaian official world tour YE.

Baca Juga: Lisa Mariana Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Sang Selebgram Segera Dipanggil Penyidik

Kondisi tersebut membuat konser YE Live In Jakarta 2026 berpotensi menjadi titik temu penggemar dari berbagai negara.

Berdasar data platform Loket, tiket konser ini telah dibeli oleh penggemar dari Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Finlandia, Malaysia, Filipina, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Vietnam.

Pertama Kali Tampil di Indonesia

Bagi penggemar YE, konser di Jakarta menjadi momen yang berbeda karena merupakan penampilan perdana di Indonesia.

Baca Juga: Kata Sahabat Soal Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan: Tetap Percaya Dia Orang Baik

Selama ini, penggemar yang ingin menyaksikan langsung pertunjukannya harus menunggu kesempatan tampil di negara lain.

Kehadiran YE di Jakarta juga memperlihatkan semakin besarnya peran ibu kota Indonesia sebagai tujuan konser internasional.

Stadion Utama GBK dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan, sekaligus menjadi bagian penting dari skala produksi pertunjukan tersebut.

”Kami bangga Stadion Utama Gelora Bung Karno dipercaya menjadi lokasi YE Live In Jakarta 2026. Ini menunjukkan bahwa Jakarta semakin diperhitungkan sebagai destinasi konser internasional dan memiliki infrastruktur yang mendukung pertunjukan berskala dunia,” ujar Rakhmadi Kusumo, Chief Executive Officer Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK).

”Kami siap mendukung agar para penggemar dapat menikmati pengalaman konser yang aman, nyaman, dan berkesan,” lanjut Rakhmadi Kusumo.

Globe Stage Jadi Sajian Utama

Salah satu elemen yang membuat konser YE menarik perhatian adalah konsep Globe Stage.

Panggung tersebut bukan sekadar tempat musisi tampil, melainkan instalasi artistik berukuran besar yang menempatkan YE di bagian atas replika bola dunia.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Ruben Onsu Gelapkan Dana Korban Rp 3,5 Miliar 

Konsep itu dirancang untuk menciptakan ilusi visual yang dramatis. Dari atas panggung, YE seolah berdiri di atas dunia atau berada di luar angkasa.

Pengalaman tersebut kemudian diperkuat dengan visual beresolusi tinggi, tata cahaya, pyrotechnics berupa efek percikan api dan kembang api, serta tata artistik yang berubah mengikuti pertunjukan.

Dengan pendekatan tersebut, konser tidak hanya mengandalkan musik.

Baca Juga: Cerita Pengacara Ruben Onsu Diserang Sarwendah di Sidang Mediasi

Visual dan tata panggung menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dibangun sepanjang pertunjukan.

”Kami ingin menghadirkan pengalaman yang benar-benar hanya bisa dirasakan ketika berada langsung di stadion. Globe Stage dirancang agar penonton menjadi bagian dari pertunjukan, bukan sekadar menyaksikannya,” terang Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective.

”Setiap kategori menghadirkan perspektif yang berbeda, sehingga setiap orang bisa menikmati skala produksi dan visi artistik YE dengan caranya masing-masing,” sambung dia.

Baca Juga: Bongkar Diserang Sarwendah, Pengacara Ruben Onsu Keberatan Dianggap Membesar-besarkan Persoalan

Panggung 360 Derajat Bikin Sudut Pandang Penonton Berbeda

Konsep panggung yang dapat dinikmati dari berbagai sisi juga menjadi bagian dari pengalaman YE Live In Jakarta 2026.

Penonton di area Festival dapat merasakan suasana konser dari jarak lebih dekat dengan atmosfer yang lebih intens. 

Sementara itu, kategori CAT 1 hingga CAT 4 menawarkan pengalaman dari area duduk dengan sudut pandang yang lebih luas terhadap panggung.

Baca Juga: Pekan Depan Ruben Onsu Diperiksa Polisi Terkait Penipuan Dana Investasi

Perbedaan posisi tersebut membuat pengalaman menonton tidak semata-mata ditentukan oleh jarak dengan panggung.

Visual, pencahayaan, tata artistik, dan interaksi ribuan penonton menjadi bagian dari pertunjukan yang dapat dinikmati dari berbagai area.

Daya tarik konser YE di Jakarta juga terlihat dari asal pembeli tiket.

Baca Juga: Balada Ruben Onsu: Perjuangkan Hak Asuh Anak, Malah Jadi Tersangka Penipuan

Data Loket menunjukkan tiket telah dibeli penggemar dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Finlandia, Malaysia, Filipina, Singapura, UEA, dan Vietnam.

Konser ini berpotensi menjadi lebih dari sekadar agenda musik di Jakarta.

Kehadiran penggemar dari luar negeri turut membuka kemungkinan Jakarta menjadi titik berkumpul komunitas penggemar YE dari kawasan Asia dan negara lainnya.

Baca Juga: Genap 10 Tahun Debut, SF9 Siapkan Album Baru hingga Konser Dua Malam

”Pengalaman penggemar tidak dimulai saat konser berlangsung, tetapi sejak mereka membeli tiket. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan proses pembelian yang transparan, aman, dan nyaman, didukung berbagai opsi pembayaran yang memberikan fleksibilitas bagi para penggemar dalam merencanakan pengalaman mereka di konser YE,” ujar Bagus Utama, Co-Founder & CEO Loket.

Dengan jadwal 24 Oktober 2026 di Stadion Utama GBK dan Jakarta yang sejauh ini menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dalam official world tour YE, konser ini berpotensi menjadi salah satu agenda musik internasional yang menyedot perhatian kawasan. 

Bagi penggemar YE, kesempatan menyaksikan langsung pertunjukan tersebut di Indonesia tentu menjadi pengalaman yang berbeda dibanding sekadar melihat melalui layar.

Baca Juga: Jennie BLACKPINK akan Comeback dalam Waktu Dekat? Intip Faktanya

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah