← Beranda
Ha Young Minta Maaf atas Riwayat Pro-Jepang Kakek Buyut, Akui Sempat Tak Paham Sejarah Keluarga
Leni Setya WatiRabu, 19 Agustus 2026 | 01.52 WIB
ha young (x @infodrakor_id)

 

 

JawaPos.com – Ha Young akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung terkait kontroversi riwayat kakek buyutnya.

Mengutip laporan Dispatch, Ha Young mengunggah surat tulisan tangan melalui media sosial. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan penyesalan karena pernah membicarakan sejarah keluarganya tanpa memahami sepenuhnya konteks sejarah yang terjadi pada masa pendudukan Jepang.

Ha Young mengaku baru mengetahui dugaan aktivitas pro-Jepang kakek buyutnya setelah kontroversi mencuat dan dirinya melakukan penelusuran terhadap berbagai materi.

Ia menyadari bahwa ketidaktahuannya bukan alasan untuk mengabaikan atau menganggap ringan catatan sejarah tersebut.

Ha Young juga meminta maaf sebagai keturunan dan mengakui bahwa sebelumnya ia pernah menceritakan sosok kakek buyutnya sebagai bagian dari kebanggaan keluarga tanpa memiliki pemahaman sejarah yang memadai.

Kontroversi bermula setelah Ha Young beberapa kali membicarakan latar belakang keluarganya dalam sejumlah program variety. Ia menyebut keluarganya memiliki empat generasi dokter dan pernah menceritakan sejarah medis kakek buyutnya yang berkaitan dengan Kaisar Gojong.

Meski Ha Young tidak menyebut nama secara langsung, setelah siaran muncul klaim bahwa sosok tersebut adalah Ahn Sang-ho, seorang dokter yang aktif pada masa pendudukan Jepang.

Catatan sejarah menunjukkan Ahn Sang-ho pernah tercantum sebagai anggota organisasi Taisho Friendship Association, yang kemudian memunculkan dugaan mengenai aktivitas pro-Jepang.

Dispatch juga mencatat bahwa riwayat Ahn Sang-ho memiliki sejumlah sisi kompleks. Ia disebut sebagai orang Korea pertama yang memperoleh lisensi kedokteran di Jepang dan kemudian membuka klinik bergaya Barat setelah kembali ke Korea.

Ia juga pernah merawat keluarga kerajaan Joseon. Namun, setelah Korea berada di bawah kekuasaan Jepang, namanya tercatat dalam organisasi yang dikaitkan dengan kelompok pro-Jepang.

Sementara itu, dugaan bahwa Ahn Sang-ho terlibat dalam kematian atau peracunan Kaisar Gojong belum terbukti sebagai fakta, karena tidak ditemukan catatan sejarah yang menentukan bahwa ia secara pribadi memberikan racun.

Dalam suratnya, Ha Young juga mengakui bahwa respons awal terhadap kontroversi disampaikan melalui keluarganya ketika dirinya belum mengetahui fakta secara lengkap.

Ia menilai hal tersebut turut menyebabkan informasi yang tidak tepat tersampaikan dan meminta maaf karena menimbulkan kebingungan tambahan.

Ha Young kemudian berjanji untuk mempelajari sejarah keluarganya serta periode pendudukan Jepang dengan lebih serius dan berhati-hati dalam membicarakan masa lalu.

Dampak kontroversi tersebut turut menjadi perhatian proyek-proyek yang melibatkan Ha Young. Netflix membatalkan wawancara terkait serial “Such F*ing Love”**, sementara tim produksi SBS tetap berhati-hati ketika melanjutkan proses syuting terakhir “There Is a Chance”.

Di tengah situasi tersebut, Ha Young menegaskan komitmennya untuk belajar dari persoalan ini dan menunjukkan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan melalui tindakan nyata.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti