← Beranda
Kakek Buyutnya Dituduh pro-Jepang, Ha Young Menangis Saat Syuting Drama There Is a Chance of Winning
Abdul RahmanSenin, 17 Agustus 2026 | 17.44 WIB
Aktris Ha Young. (Allkpop)

 

JawaPos.com - Aktris Ha Young dilaporkan menangis hingga proses syuting drama terbaru SBS, There Is a Chance of Winning, harus dihentikan sementara. Momen emosional itu terjadi ketika kontroversi tentang sejarah kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, disebut pro-Jepang pada masa penjajahan Jepang, masih menjadi sorotan publik di Korea Selatan.

Menurut laporan MyDaily pada 16 Agustus, sebagaimana dilansir dari Allkpop, Ha Young tiba-tiba menangis saat menjalani syuting pada 13 Agustus. Kondisinya cukup emosional sehingga dia membutuhkan waktu beberapa jam untuk beristirahat dan menenangkan diri sebelum akhirnya kembali ke lokasi.

Setelah kondisinya membaik, Ha Young kembali menjalani syuting dan menyelesaikan adegan yang memang harus dijalaninya. Kendati demikian, suasana di lokasi produksi disebut berubah muram akibat kontroversi yang tengah melibatkan sang aktris.

Perayaan ulang tahun Ha Young yang sedianya digelar di lokasi syuting pada 11 Agustus juga dilaporkan dibatalkan. Alih-alih menjadi momen perayaan bersama para kru, hari itu justru berlangsung dalam suasana yang jauh lebih tenang.

Baca Juga: Truk Tambang Parung Panjang Berulah Lagi, Anak ABG Jadi Korban

Kontroversi yang menyeret nama Ha Young bermula dari pengungkapan tentang Ahn Sang Ho, sosok yang sebelumnya pernah disebut sang aktris sebagai kakek buyutnya. Dalam program KBS2 Problem Child in House, Ha Young sempat menceritakan bahwa kakek buyutnya pernah membuka klinik pengobatan Barat di Hanyang dan merawat Raja Gojong.

Pernyataan tersebut kemudian kembali menjadi perhatian setelah informasi mengenai identitas Ahn Sang Ho dan rekam jejaknya pada masa pendudukan Jepang beredar di ruang publik. Sejumlah laporan menyebut Ahn Sang Ho pernah tercatat dalam publikasi resmi pemerintah kolonial Jepang dan bekerja di Rumah Sakit Sorokdo.

Namanya juga disebut muncul dalam daftar anggota dewan pada 1916 dari organisasi yang dikenal sebagai Asosiasi Persahabatan Daejeong. Informasi tersebut kemudian memicu tudingan bahwa Ahn Sang Ho memiliki aktivitas yang berkaitan dengan kelompok pro-Jepang.

Pihak Ha Young pada awalnya membantah tudingan tersebut. Namun, setelah melakukan pengecekan lebih lanjut mengenai rekam jejak Ahn Sang Ho, pihaknya mengubah pernyataan dan mengakui adanya fakta mengenai aktivitas tersebut.

Ha Young kemudian menyampaikan permintaan maaf secara tertulis. Dalam permintaan maafnya, ia menyatakan dan menganggap serius kesalahan yang dilakukan leluhurnya dan meminta maaf sebagai bagian dari keluarga Ahn Sang Ho.

Di tengah kontroversi tersebut, Ha Young masih melanjutkan keterlibatannya dalam There Is a Chance of Winning. Drama ini merupakan serial bergenre komedi hukum dan detektif yang berkisah tentang sebuah firma hukum yang dipimpin Kwon Baek, mantan pengacara yang kini bekerja sebagai manajer kantor hukum. Aktor Lee Jae Hoon juga menjadi salah satu pemeran utama.

Hingga kini, belum ada informasi mengenai perubahan pemeran Ha Young dalam drama tersebut. SBS juga masih mempertahankan sikapnya terkait produksi. Sebelumnya, pihak stasiun televisi tersebut menyatakan sebagian besar proses syuting telah rampung dan mereka terus memantau perkembangan kontroversi tersebut.

Produksi drama kini disebut telah memasuki tahap akhir dan diperkirakan dapat selesai dalam waktu sekitar tiga minggu. Menurut MyDaily, mengganti pemeran perempuan utama pada tahap ini bukan perkara mudah karena sekitar 90 persen produksi telah diselesaikan.

Selain persoalan teknis, penggantian pemeran juga berpotensi menimbulkan biaya tambahan yang sangat besar. Produksi drama disebut telah menghabiskan biaya hingga puluhan miliar won sehingga keputusan untuk melakukan pengambilan gambar ulang dengan pemeran baru akan menjadi persoalan tersendiri.

There Is a Chance of Winning sendiri dijadwalkan tayang pada Februari tahun depan. Periode penayangannya berpotensi berdekatan dengan 1 Maret, salah satu tanggal penting dalam sejarah Korea Selatan yang diperingati sebagai Hari Gerakan Kemerdekaan.

Kondisi tersebut membuat kontroversi mengenai latar belakang keluarga Ha Young diperkirakan masih dapat menjadi perhatian publik ketika drama mulai ditayangkan. Apalagi, serial tersebut merupakan remake dari drama Jepang, sehingga isu mengenai hubungan dengan Jepang menjadi semakin sensitif di tengah kontroversi yang sedang berkembang.

Dampaknya juga mulai terlihat pada sejumlah aktivitas komersial Ha Young. Video iklan untuk merek elektronik dan pakaian yang sebelumnya menampilkan dirinya sebagai model dilaporkan telah diubah menjadi privat.

Baca Juga: Penertiban Truk Tambang Parung Panjang Hanya Bertahan 1 Hari, Netizen Sentil Keras Rudy Susmanto

Program Problem Child in House yang pernah menampilkan Ha Young ketika membicarakan kakek buyutnya juga dilaporkan menghentikan penayangan ulang episode tersebut. Sementara itu, materi promosi Our Sticky Love yang dibuat Ha Young untuk Netflix juga disebut belum dapat dirilis kepada publik.

EDITOR: Abdul Rahman