← Beranda
3 Alasan Dan Bandung, Film Romansa Remaja Terbaru Rudi Soedjarwo Patut Dinantikan
Abdul RahmanSenin, 17 Agustus 2026 | 02.53 WIB
Film Dan Bandung. (istimewa)

 

JawaPos.com - Menjelang penayangan serentak di bioskop Tanah Air pada 20 Agustus 2026, film Dan Bandung mulai mencuri perhatian pencinta film Indonesia. Film produksi Verona Films yang disutradarai Rudi Soedjarwo tersebut menawarkan kisah romansa remaja dengan latar Kota Bandung dan diadaptasi dari semesta karya Pidi Baiq.

Antusiasme terhadap film Dan Bandung juga mulai terlihat dalam rangkaian gala premiere. Setelah digelar di Surabaya, pemutaran khusus film ini berlanjut ke Semarang pada 7 Agustus, Yogyakarta 8 Agustus, Makassar 9 Agustus, Jakarta 12 Agustus, dan Bandung pada 15 Agustus.

Romansa Basil dan Elma menjadi daya tarik utama yang membuat film Dan Bandung layak masuk daftar tontonan. Namun, ada sejumlah alasan lain yang membuat film ini berpotensi menjadi salah satu film romansa remaja yang patut diperhitungkan tahun ini.

1. Membawa DNA Romansa Pidi Baiq

Baca Juga: Aksi Protes Warga Parung Panjang Bisa Lebih Besar Jika Truk Tambang Tak Ditangani Serius

Nama Pidi Baiq sudah begitu lekat dengan kisah cinta remaja yang puitis, jenaka, sekaligus dekat dengan keseharian. Karya-karyanya yang diadaptasi ke layar lebar seperti Dilan 1990, Dilan 1991, Milea: Suara dari Dilan, hingga Ancika: Dia yang Bersamaku 1995, telah membentuk identitas tersendiri dalam genre romansa remaja Indonesia.

Formula tersebut kembali hadir melalui film Dan Bandung. Kisah Basil dan Elma tidak sekadar mengandalkan konflik percintaan, tapi juga menghadirkan dialog dan situasi yang menjadi ciri khas semesta Pidi Baiq.

Nuansa puitis, humor yang ringan, serta pergulatan emosi anak muda menjadi kombinasi yang diharapkan mampu membuat penonton ikut larut dalam perjalanan hubungan kedua tokoh utama.

2. Bandung Menjadi Bagian Penting dari Kisah Cinta

Bukan tanpa alasan Bandung kembali dipilih sebagai latar sebuah film romansa. Kota ini memiliki atmosfer yang kuat untuk membangun cerita tentang masa muda, pertemuan, perpisahan, hingga kenangan tentang cinta pertama.

Sejumlah film sebelumnya telah menunjukkan bagaimana Bandung mampu menjadi lebih dari sekadar latar. Kota tersebut bahkan menjadi bagian dari identitas cerita dan ikut membangun emosi penonton.

Dalam film Dan Bandung, Rudi Soedjarwo memanfaatkan berbagai sudut kota untuk memperkuat kisah Basil dan Elma. Salah satunya kolong jembatan Alun-alun yang menjadi salah satu lokasi penting dalam perjalanan cinta mereka.

Atmosfer Bandung yang santai, romantis, sekaligus penuh nostalgia membuat kisah dalam film ini terasa semakin dekat dengan pengalaman banyak anak muda yang pernah jatuh cinta maupun patah hati.

3. Rudi Soedjarwo dan Potensi Lahirnya Pasangan Ikonik Baru

Nama Rudi Soedjarwo menjadi alasan lain mengapa Dan Bandung menarik untuk dinantikan. Sang sutradara diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam menggarap film romansa remaja, salah satunya Ada Apa dengan Cinta? yang dirilis pada 2002 silam.

Film tersebut tidak hanya menjadi fenomena perfilman Indonesia, tetapi juga mengantarkan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra menjadi salah satu pasangan paling ikonik dalam sejarah film romansa Tanah Air.

Kini, Rudi kembali memberikan ruang kepada talenta muda. Samo Rafael dipercaya memerankan Basil, sementara Shanna Shannon menjadi Elma.

Chemistry keduanya menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Jika berhasil menemukan formula yang tepat, bukan tidak mungkin Basil dan Elma akan menjadi pasangan baru yang memiliki tempat khusus di hati penonton generasi sekarang.

Baca Juga: Truk Tambang Parung Panjang Berulah Lagi, Anak ABG Jadi Korban

Dengan perpaduan semesta Pidi Baiq, atmosfer romantis Kota Bandung, dan pengalaman Rudi Soedjarwo dalam menggarap kisah cinta anak muda, film Dan Bandung memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu film romansa remaja yang mencuri perhatian pada 2026.

Bagi pencinta film romansa remaja Indonesia, Dan Bandung bukan sekadar film tentang kisah cinta Basil dan Elma. Film ini juga menjadi kesempatan untuk melihat apakah Rudi Soedjarwo kembali mampu menciptakan pasangan layar lebar yang menjadi ikon baru bagi generasi sekarang.

EDITOR: Abdul Rahman