JawaPos.com - Petra Sihombing kembali menghadirkan karya terbaru melalui sebuah single berjudul “Bangga”. Sesuai dengan judulnya, lagu ini mengangkat perasaan kagum dan bangga kepada seseorang yang telah melewati berbagai perjuangan hingga akhirnya berhasil mewujudkan impiannya.
Bagi Petra Sihombing, single “Bangga” bukan sekadar lagu tentang hubungan romantis. Karya tersebut juga menjadi bentuk ungkapan kasih kepada orang-orang terdekat, terutama sahabat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup.
“Seperti judulnya, lagu ini adalah kisah tentang seseorang yang menyampaikan kekagumannya, kebanggaannya ke orang lain. Perasaan ikut senang sama dia yang sudah lo kenal lama, yang lo lihat susah-susahnya. Dari jauh, lo akhirnya melihat orang ini akhirnya berhasil jadi apa yang dia impikan,” kata Petra.
Tema yang lahir dari pengalaman sehari-hari memang bukan sesuatu yang baru bagi Petra. Dalam sejumlah karyanya, penyanyi sekaligus produser itu kerap mengolah berbagai perasaan dan kejadian sederhana di sekitarnya menjadi sebuah lagu.
Baca Juga: Luna Maya Hemat Rp 1,6 Juta Saat Belanja, Ternyata Ini Rahasianya
Lagu “Bangga” terasa seperti surat cinta yang tidak selalu ditujukan kepada pasangan. Lagu ini bisa menjadi cara untuk menyampaikan apresiasi kepada sahabat, keluarga, atau siapa pun yang memiliki arti penting dalam kehidupan.
Petra mengakui dirinya bukan tipe orang yang mudah mengungkapkan perasaan secara langsung, terutama dalam hubungan pertemanan. Karena itu, musik menjadi salah satu medium yang menurutnya mampu menyampaikan sesuatu yang terkadang sulit diucapkan.
“Dalam hubungan pertemanan, gue lumayan susah untuk ngomong langsung. Kalau nongkrong, gue konteksnya lebih sering dengar daripada ngomong. Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu. Nah, ini salah satunya. Ada keindahan tersendiri kalau menyampaikannya lewat lagu,” ujarnya.
Menariknya, proses lahirnya single “Bangga” terjadi di luar kebiasaan Petra. Jika biasanya sebuah karya dipersiapkannya melalui proses yang panjang, single ini justru hadir secara spontan karena Petra merasa momentum untuk merilisnya sudah tepat.
“Gue belum pernah rilis karya mendadak. Ini yang pertama. Jadi, ini sebenarnya di luar ritme yang biasa gue jalanin. Tapi, rasanya momennya pas. Gue merasa ini harus secepat itu dirilis,” tutur Petra.
Meski dibuat dalam waktu yang relatif singkat, proses produksi lagu “Bangga” tetap melibatkan sejumlah musisi dan kreator yang memiliki kedekatan dengan Petra secara musikal. Ia menyebut proses pengerjaan lagu tersebut justru terasa menyenangkan karena dikerjakan bersama orang-orang yang ia apresiasi karyanya.
Nuansa hangat itu juga terasa dari keterlibatan orang-orang terdekat Petra. Sang anak turut berkontribusi dengan menuliskan kata “Bangga” untuk artwork single, sementara istrinya ikut mengisi bagian backing vocal.
Selain keluarga, sejumlah nama seperti Abenk Alter dan Rendy Pandugo juga terlibat dalam proses kreatif lagu tersebut. Sementara proses mixing dipercayakan kepada Moko Aguswan.
Baca Juga: Doktif Bongkar Perselingkuhan Richard Lee, Reni Effendi: Si Paling Juru Kunci
Kehadiran lagu “Bangga” sekaligus memperlihatkan sisi lain Petra Sihombing dalam merayakan keberhasilan orang lain. Lewat lagu ini, rasa kagum tidak harus selalu disampaikan melalui kata-kata panjang.
Terkadang, sebuah lagu justru mampu menjadi cara paling sederhana untuk mengatakan kepada seseorang bahwa perjuangannya terlihat dan keberhasilannya layak dirayakan.