← Beranda
Mengingat Kembali Komitmen Ifan Seventeen Saat Baru Ditunjuk Sebagai Dirut PFN
Abdul RahmanRabu, 12 Agustus 2026 | 20.52 WIB
Ifan Seventeen. (Instagram: ifanseventeen)

 

JawaPos.com - Penunjukan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) pada Maret 2025 silam sempat memunculkan tanda tanya di kalangan sebagian aktor dan sineas di industri perfilman Tanah Air. 

Latar belakangnya sebagai musisi membuat sebagian aktor dan sineas mempertanyakan kapasitas Ifan untuk memimpin perusahaan yang memiliki sejarah panjang dalam perfilman Indonesia itu.

Di tengah gelombang ketidakpercayaan tersebut, Ifan Seventeen merespons dengan menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan pemerintah kepada dirinya. 

Ifan Seventeen menyadari betul bahwa keputusan menunjuk dirinya yang berasal dari dunia musik untuk memimpin lembaga perfilman negara akan memunculkan banyak pertanyaan.

Baca Juga: Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi

"Saya, Riefian Fajarsyah, atau lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, dengan segala kerendahan hati, telah diberikan amanah besar untuk mengabdi kepada bangsa sebagai Direktur Utama PFN," ujar Ifan Seventeen dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Maret 2025.

Ifan tidak menampik adanya keraguan publik terhadap penunjukannya. Ia bahkan secara terbuka menyebut pertanyaan mengenai latar belakangnya sebagai musisi merupakan sesuatu yang wajar.

"Saya sadar bahwa banyak pertanyaan muncul dari berbagai kalangan tentang bagaimana seorang yang berasal dari dunia musik kini memegang tanggung jawab tertinggi di sebuah institusi perfilman milik negara," kata Ifan.

Ifan Seventeen melihat agenda yang cukup besar, yakni bagaimana industri film dan konten Indonesia dapat berkembang menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia kreatif di Tanah Air. 

Bagi Ifan, industri perfilman memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Oleh karena itu, ia ingin PFN tidak hanya sebagai perusahaan yang memproduksi karya audiovisual, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kreatif nasional.

"PFN bukan sekadar tentang siapa yang memimpinnya, melainkan tentang bagaimana industri perfilman dan konten di Indonesia kini mulai menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya membangun sumber daya manusia kreatif, inovatif, berdaya saing tinggi hingga ke level internasional," tuturnya.

Ifan Seventeen juga mengatakan pada saat itu, dirinya melalui PFN ingin berkontribusi menjadikan karya film nasional terbang lebih tinggi lagi sekaligus menjadikan film Indonesia sebagai sarana untuk memperkuat identitas dan budaya bangsa.

"Saat ini momentum kebangkitan, melangkah maju penuh keyakinan; film, konten, karya audiovisual menjadi salah satu senjata terkuat membangun karakter identitas bangsa sekaligus menjadi credential asset," ujar Ifan Seventeen.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi jawaban Ifan atas keraguan yang muncul setelah dirinya dipercaya memimpin PFN. Alih-alih berlarut dalam perdebatan mengenai latar belakangnya, ia menekankan pentingnya membuktikan kemampuan melalui kerja dan kontribusi bagi dunia perfilman.

Harapan terbesar Ifan ketika menerima amanah tersebut adalah menjadikan PFN sebagai ruang bersama bagi para pelaku industri kreatif. Ia ingin PFN dapat menjadi tempat bertumbuh bagi sineas, kreator konten, hingga pekerja kreatif.

Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa dari Richard Lee: Carikan Rumah untuk Cewek hingga Transfer Uang

"Semoga PFN menjadi rumah besar bagi para sineas, kreator konten, pekerja industri kreatif di Indonesia," katanya.

Kini, setelah lebih dari satu tahun sejak penunjukan tersebut, komitmen Ifan kembali menarik perhatian. Banyak pihak menunggu kerja nyata yang dilakukannya di PFN sebagai bagian dari proses pembuktian atas kepercayaan yang telah diberikan kepada dirinya.

EDITOR: Abdul Rahman