JawaPos.com - Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, mengaku miris melihat polemik yang terjadi pada mereka dan terus bergulir sampai sekarang.
Agustinus mengatakan, persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah semestinya segera diselesaikan dengan baik dan bijak. Sebab, konflik orang tua yang berlangsung berkepanjangan dapat memberikan dampak kurang baik terhadap kondisi psikologis anak-anak.
Menurut Agustinus, anak-anak dapat ikut merasakan tekanan ketika persoalan orang tua terus menjadi pembicaraan banyak orang. Terlebih, apabila konflik tersebut muncul dan dibahas secara terbuka melalui media sosial dan pemberitaan media.
"Saya sangat miris sebetulnya, sampai hari ini belum selesai perseteruannya. Coba bayangkan sepanjang empat atau lima bulan anak-anak itu terganggu pasti psikisnya (karena permasalahan orang tua)," kata Agustinus.
Baca Juga: Eks Karyawan Ungkap Tugas Tak Biasa dari Richard Lee: Carikan Rumah untuk Cewek hingga Transfer Uang
Dia menekankan ini harus menjadi perhatian serius oleh Ruben Onsu dan Sarwendah. Bagaimanapun, anak-anak tetap membutuhkan lingkungan yang aman dan kondusif meski kedua orang tuanya telah memutuskan berpisah.
"Sarwendah dan Ruben Onsu memperlihatkan kepada anak-anaknya sikap orang tua yang seperti ini. Anak-anak itu pasti terganggu psikisnya," ujarnya.
Agustinus meminta agar persoalan yang terjadi antara Ruben dan Sarwendah tidak terus berlarut-larut. Konflik orang tua sebaiknya dihentikan agar tidak menjadi beban yang terbawa hingga anak-anak memasuki usia dewasa.
"Masalah itu harus ditangani dengan baik dan harus segera dihentikan perseteruannya supaya mereka tidak membawa ini sampai dewasa," pintanya.
Lebih lanjut, Agustinus mengimbau Ruben Onsu dan Sarwendah untuk mengesampingkan persoalan pribadi dan mengutamakan kepentingan anak. Keputusan berpisah, menurutnya, seharusnya tidak menghilangkan tanggung jawab keduanya sebagai orang tua.
"Saya mengimbau kepada Sarwendah dan Ruben Onsu untuk fokus terhadap anak-anaknya saja. Kan sudah diambil keputusan untuk berpisah," katanya.
Baca Juga: Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Agustinus menekankan pentingnya menerapkan pola pengasuhan anak secara bersama-saam atau co-parenting. Dengan pola tersebut, Ruben dan Sarwendah tetap dapat bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan dan memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.
"Ketika sepakat berpisah ya sudah tidak ada lagi mengaitkan antara kepentingan ayah dan ibunya, kan sudah berpisah. Fokus pada anak-anaknya, kepentingan terbaik untuk anak-anaknya. Mereka harus kerja sama melakukan co-parenting," ujarnya.