JawaPos.com - Jessica Mila menjadi sorotan publik karena berwisata ke Pulau Padar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Minggu (9/8). Bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS) itu disorot tajam publik mengingat destinasi wisata tersebut sedang ditutup sementara.
Penutupan sementara dilakukan berdasarkan informasi prakiraan cuaca Maritim BMKG Stamar Tenau, menunjukkan kecepatan angin hingga 26 knot dari arah tenggara dan tinggi gelombang hingga 2,6 meter.
Dalam surat yang beredar, pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo ditutup terhitung sejak tanggal 7-10 Agustus 2026. Adapun Jessica Mila dan keluarga datang ke sana pada Minggu (9/8).
Apa yang dilakukan Jessica Mila nekat melakukan liburan di tengah penutupan Pulau Padar dengan alasan cuaca kurang baik mendapat sorotan netizen. Mereka menganggap ada yang aneh karena Jessica Mila dan keluarga justru kebal pada ancaman bahaya cuaca buruk.
Baca Juga: Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
"Artis dan pejabat mau liburan ke Labuan Bajo, entah kenapa vibes-nya selalu aman, lancar, gaskeun," komentar netizen dalam unggahan akun Instagram ntt.update.
"Kalau memang kondisi laut berbahaya, keselamatan jelas harus nomor satu. Tidak ada yang mau memaksakan kapal berlayar. Tapi pertanyaannya, kenapa informasi, koordinasi, dan solusi untuk wisatawan terasa seperti fitur premium?," imbuhnya.
Netizen membandingkannya dengan wisatawan lain yang sudah datang ke Labuan Bajo namun tidak diperbolehkan ke lokasi wisata dengan alasan cuaca sedang tidak bersahabat.
"Labuan Bajo mau jadi destinasi super prioritas kelas dunia, tapi wisatawan sudah sampai sini malah dapat paket: 'welcome to Labuan Bajo - destinasi impian, tapi destinasinya belum tentu bisa dikunjungi."
Netizen juga menyoroti kelakuan influencer yang dinilai bikin konten hanya untuk kepentingan pribadi demi mendapatkan viewers, engagement, dan uang. Akan tetapi, mereka tidak menyoroti permasalahan yang terjadi di Labuan Bajo.
"Lucu juga ekosistem influencer traveling zaman sekarang. Kalau ada destinasi yang bisa kasih cuan, exposure, endorse, dan engagement, suaranya paling depan. Tapi begitu ada persoalan nyata yang dirasakan wisatawan dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, mendadak jadi influencer bisu," sentilnya.
Baca Juga: Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
"Katanya punya influence..Tapi influence-nya ternyata tergantung invoice. Konten destinasi: ON. Konten promo: ON. Konten cari engagement: ON. Speak up soal masalah daerah yang selama ini jadi ladang kontennya:.SYSTEM ERROR 404."