← Beranda
Youngjae GOT7 Akhirnya Terima Seluruh Honor Musikal Dream High 2
Leni Setya WatiKamis, 6 Agustus 2026 | 17.32 WIB
youngjae ( x @tang_kira)

JawaPos.com - Kabar baik datang untuk Youngjae GOT7, akhirnya menerima seluruh pembayaran untuk penampilannya dalam musikal Dream High 2.

Kabar ini sekaligus mengakhiri sengketa honor yang sempat menjadi sorotan publik selama hampir satu tahun.

Dikutip dari allkpop, perusahaan produksi Art One Company mengumumkan bahwa proses verifikasi dan negosiasi dengan Youngjae telah selesai. Mereka menyatakan seluruh honor yang masih tertunda resmi dilunasi pada 3 Agustus 2026.

Baca Juga: Wali Kelas Woni RESCENE Buka Suara, Ungkap Fakta di Balik Tuduhan Perundungan

Selain menyelesaikan pembayaran kepada Youngjae, perusahaan juga meninjau kembali pembayaran seluruh aktor, penari, dan staf produksi, dengan sisa kewajiban yang disebut telah dibayar atau sedang dalam proses penyelesaian.

Bermula ketika Youngjae mengungkap bahwa ia belum menerima honor secara penuh meski pertunjukan telah lama berakhir.

Pada Januari lalu, ia menempuh jalur hukum untuk menuntut haknya. Bahkan pada Juli, sang penyanyi kembali menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial karena persoalan tersebut belum juga menemukan titik terang meski telah berulang kali dijanjikan penyelesaiannya.

Art One Company menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan pembayaran yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan artis dan staf produksi.

Perusahaan juga berjanji akan memperkuat sistem manajemen keuangan dan produksi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada proyek-proyek berikutnya.

Youngjae sendiri dikenal aktif tidak hanya sebagai vokalis utama GOT7, tetapi juga sebagai aktor musikal.

Ia membintangi Dream High 2 sebagai salah satu pemeran utama dan terus memperluas kiprahnya di dunia teater musikal serta berbagai aktivitas hiburan lainnya.

Permasalahan yang sempat membayangi produksi Dream High 2 akhirnya berakhir.

Para penggemar pun berharap Youngjae kini dapat sepenuhnya fokus pada proyek musik, akting, dan aktivitas lainnya tanpa lagi dibayangi persoalan honor yang tertunda.

EDITOR: Hanny Suwindari