← Beranda
Wali Kelas Woni RESCENE Buka Suara, Ungkap Fakta di Balik Tuduhan Perundungan
Leni Setya WatiKamis, 6 Agustus 2026 | 17.31 WIB
woni ( x @kchartsmaster)

JawaPos.com - Rumor dugaan perundungan di sekolah yang sempat menyeret nama Woni RESCENE mulai mereda setelah sosok yang mengaku sebagai wali kelasnya saat SMP menyampaikan klarifikasi secara terbuka.

Pernyataan tersebut muncul di media sosial disertai berbagai dokumen dan kenangan masa sekolah yang disebut sebagai bukti untuk membantah tuduhan yang beredar.

Dikutip dari allkpop, kontroversi bermula ketika seorang pengguna media sosial mengaku mengenal masa lalu Woni dan melontarkan tuduhan bahwa sang idol pernah melakukan perundungan saat masih bersekolah.

Baca Juga: Adik Jihyo TWICE Debut Bersama Girl Group Baru HYBE, TUIDE

Namun, unggahan tersebut tidak menyertakan bukti yang dapat diverifikasi. Meski begitu, tuduhan itu dengan cepat menyebar di berbagai komunitas online dan memicu perdebatan di kalangan penggemar.

Tak lama kemudian, seseorang yang mengaku sebagai wali kelas Woni saat kelas dua dan tiga SMP membuat akun media sosial untuk memberikan klarifikasi.

Untuk mendukung identitasnya, ia mengunggah surat tulisan tangan Woni, foto buku tahunan, foto bersama teman-teman sekelas, hingga percakapan dengan guru lain yang pernah mengajar Woni. Ia juga meminta publik menghentikan kritik yang didasarkan pada tuduhan tanpa bukti.

Baca Juga: Seungkwan Klarifikasi Rumor Donasi di Restoran, Minta CARAT Waspadai Oknum Mengatasnamakan Dirinya

Guru tersebut menggambarkan Woni sebagai murid yang rajin dan aktif di sekolah. Ia mengatakan Woni pernah menjadi pengurus OSIS tingkat sekolah, ikut serta dalam kampanye pencegahan kekerasan di sekolah, serta dikenal sering memberikan hadiah kecil kepada guru sebagai bentuk rasa terima kasih.

Guru itu juga mengenang momen ketika Woni dan teman-temannya membuat kue untuk para guru menjelang kelulusan.

Setelah klarifikasi tersebut mendapat perhatian luas, unggahan awal yang berisi tuduhan beserta akun pengunggahnya dilaporkan telah dihapus.

Belakangan, wali kelas yang membela Woni juga menutup akun media sosialnya setelah menyampaikan pesan terakhir yang mengajak masyarakat untuk tidak mudah menghakimi orang lain berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia berharap publik lebih mengedepankan empati dan saling memahami.

Agensi RESCENE belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Meski demikian, dengan hilangnya unggahan tuduhan serta munculnya pembelaan dari sosok yang mengaku sebagai mantan wali kelas Woni, kontroversi ini dinilai telah mereda.

Perlu dicatat bahwa identitas pihak-pihak yang terlibat maupun dokumen yang dibagikan belum diverifikasi secara independen.

EDITOR: Hanny Suwindari