← Beranda
Kisah The Sabron Family: Berawal dari Iseng Ganggu Ibu Masak, Kini Sukses Beli Rumah di Usia 19 Tahun
Abdul RahmanMinggu, 26 Juli 2026 | 01.33 WIB
Konten kreator Abdul Hakam Siraj atau The Sabron Family bersama sang ibunda. (istimewa)

 

JawaPos.com - Nama Abdul Hakam Siraj atau lebih dikenal dengan nama panggung The Sabron Family kini menjadi salah satu konten kreator kuliner hiburan yang memiliki basis penggemar besar di media sosial. 

Di balik kesuksesannya tersebut, ternyata perjalanannya tidak dimulai dengan perencanaan yang matang, melainkan berawal dari kebiasaan iseng mengganggu sang ibunda saat sedang memasak di dapur.

Pria kelahiran Surabaya, 5 Juli 2007, itu mengaku tidak pernah menyangka aktivitas sederhana bersama ibunya justru menjadi awal perjalanan kariernya sebagai konten kreator. Dari momen-momen spontan, ia perlahan menemukan ciri khas yang kemudian disukai jutaan pengguna media sosial.

"Awalnya aku sering usilin Mamiku kalau lagi di dapur. Mamaku kan orang Arab-Jawa Surabaya, hobinya ngomel pakai bahasa Surabaya. Nah, aku kadang nggak ngerti apa yang diomelin walaupun aku lahir di Surabaya," cerita The Sabron Family.

Baca Juga: Tahu Ceritanya, Umi Pipik Menangis Haru Saksikan Pernikahan Nathalie Holscher-Aripat

Pemuda yang merupakan lulusan SMA Al Azhar itu memiliki darah keturunan Jawa, Arab, dan Melayu. Seiring waktu, kebiasaan menemani sang ibu memasak membuatnya semakin tertarik belajar mengolah berbagai makanan hingga akhirnya menjadikan dapur sebagai panggung utama kontennya.

Popularitas The Sabron Family melejit setelah video dirinya menggoreng satu toples kerupuk sekaligus viral di media sosial. Saat itu ia belum memahami teknik menggoreng yang benar. Namun, kepolosan dan ekspresi spontan yang ditampilkan justru mengundang gelak tawa warganet hingga videonya menyebar luas.

Kini akun TikTok miliknya telah diikuti sekitar 1,4 juta pengikut. Selain dikenal lewat konten memasak yang menghibur, ia juga memiliki identitas yang mudah dikenali. Misalnya mengenakan sarung biru dan sapaan khas "Neng" yang selalu ditujukan kepada para penontonnya.

Meski dunia konten kreator semakin kompetitif, The Sabron Family memilih menikmati setiap proses tanpa menjadikan kreator lainnya sebagai pesaing. Menurutnya, naik dan turunnya performa konten merupakan hal yang wajar tak harus memengaruhi mental.

"Naik turun dalam berkonten itu hal biasa, jadi dibuat enjoy saja," katanya.

Sikap positif tersebut turut membantunya menghadapi berbagai komentar negatif di media sosial. Alih-alih larut dalam kesedihan ketika ada komentar tak sedap, ia lebih memilih fokus membuat karya untuk menghadirkan hiburan bagi para pengikutnya.

Kerja kerasnya membangun konten akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Di usia yang masih sangat muda, The Sabron Family mengaku telah berhasil membeli rumah dari penghasilannya sendiri sebagai konten kreator.

"Alhamdulillah bisa beli rumah," ungkapnya.

Baca Juga: Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah

Menariknya, interaksi dengan penggemar justru menjadi salah satu alasan dirinya semakin bersemangat membuat konten. Ia mengaku warganet lebih senang melihat aksi memasaknya yang penuh kesalahan dibandingkan ketika berhasil memasak dengan sempurna.

"Mereka bukannya kasih masukan, malah senang kalau aku nggak benar masaknya. Padahal aku sudah effort masak yang benar, eh mereka malah nggak percaya dan nyuruh aku goreng kerupuk terus!" tandas The Sabron Family.

EDITOR: Abdul Rahman