← Beranda
Demi Film Juminten Edan, Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat, Tapi Justru Kesulitan di Bagian Ini
Abdul RahmanSabtu, 18 Juli 2026 | 02.06 WIB
Jumpa pers film Juminten Edan. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Meisya Amira mengaku menghadapi tantangan terbesar sepanjang karier aktingnya saat dipercaya menjadi tokoh utama dalam film horor Juminten Edan. 

Demi menghidupkan karakter Juminten, seorang perempuan penyandang disabilitas, dia harus mempelajari bahasa isyarat sekaligus mengandalkan ekspresi wajah supaya dapat menyampaikan emosi kepada penonton tanpa dialog.

Bagi Meisya, karakter Juminten menjadi pengalaman pertama yang menuntutnya keluar dari zona nyaman. Ia mengaku tidak memiliki pengalaman sebelumnya memerankan sosok penyandang disabilitas. Seluruh proses persiapan dilakukan secara intensif sebelum proses syuting dimulai.

"Jadi seorang tunawicara menurut aku sangat susah ya, itu challenging banget karena aku belum pernah belajar sebelumnya," kata Meisya Amira di bilangan Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (16/7).

Baca Juga: Penyebab Denny Sumargo-Olivia Allan 4 Kali Gagal Jalani Program Bayi Tabung

Dia bercerita, selama masa persiapan produksi, Meisya didampingi oleh pelatih bahasa isyarat selama kurang lebih dua minggu. Latihan tersebut membantunya memahami cara berkomunikasi tanpa suara. Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru terletak pada kemampuan menyampaikan perasaan melalui bahasa tubuh dan tatapan mata.

Ia mengatakan bahwa setiap adegan dalam film Juminten Edan menuntut emosi yang kuat meski tanpa bantuan dialog. Karena itu, ekspresi wajah menjadi elemen paling penting agar para penonton bisa merasakan konflik batin yang dialami karakter Juminten.

"Yang paling challenging adalah gimana aku harus mengekspresikan semuanya tanpa dialog. Dari mata, emosi, semuanya itu benar-benar dilakukan dengan bahasa isyarat. Itu pengalaman baru bagi aku dan lumayan sulit," ungkapnya.

Lawan main Meisya, Dimas Aditya, juga merasakan pengalaman baru saat harus menggunakan bahasa isyarat dalam proses syuting. Meski waktu belajarnya lebih singkat, dia mengaku terbantu karena mendapatkan pendampingan dari pelatih bahasa isyarat.

"Ini juga pertama kalinya bagi saya," kata Dimas Aditya.

Film ini tidak hanya menawarkan teror horor, tapi juga mengangkat persoalan keluarga yang dekat dengan realitas masyarakat di Tanah Air. Film ini dikembangkan dengan kisah hubungan keluarga, trauma, dan batas tipis antara kewarasan dan gangguan psikologis.

Sementara itu, Anggia Novita selaku produser mengaku langsung tertarik untuk menggarap film Juminten Edan karena kekuatan cerita yang memiliki benang merah sangat jelas dengan cerita emosional.

"Ceritanya bagus, benang merahnya jelas banget. Makanya saya berminat banget bekerja sama," ujar Anggia Novita.

Film Juminten Edan mengisahkan tentang seorang perempuan penyandang disabilitas yang memutuskan pulang ke kampung halaman bersama suami dan anaknya setelah 8 tahun berada di perantauan. 

Baca Juga: Jalani Program Bayi Tabung Terakhir Kalinya Usai 4 Kali Gagal, Denny Sumargo Janji Hal Ini Jika Berhasil

Kepulangan yang awalnya diharapkan menjadi awal baru justru berubah menjadi mimpi buruk ketika trauma masa lalu membuat Juminten menunjukkan perilaku di luar kendali hingga mengancam keselamatan keluarganya.

Selain Meisya Amira dan Dimas Aditya, film Juminten Edan juga diperkuat oleh Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino, dan Maria Lituhayu. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air mulai 23 Juli 2026.

EDITOR: Abdul Rahman